The Mandalika, 25 Desember 2025 – The Mandalika siap menyambut periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Selama momen akhir tahun tersebut, destinasi yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghadirkan rangkaian aktivitas sportstainment, program hiburan dari para tenant, peningkatan layanan dan fasilitas kawasan, sebagai upaya memastikan pengalaman liburan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi wisatawan. Seluruh persiapan dilakukan melalui koordinasi lintas pihak untuk menjaga kualitas kunjungan di The Mandalika.PGS General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menuturkan bahwa The Mandalika memproyeksikan 118.733 kunjungan selama periode Nataru. Agus menyampaikan pendekatan sportstainment dan festive tourism menjadi kekuatan utama kawasan untuk memberikan pengalaman liburan yang aman, nyaman, dan atraktif bagi seluruh pengunjung. “Kami menyambut periode liburan ini dengan menggabungkan kekuatan sport event dan kreativitas tenant. Seluruh elemen kawasan telah disiapkan untuk memastikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan menarik,” ujarnya.Untuk menghadirkan kenyamanan bagi wisatawan, ITDC mengoperasikan lima Posko Pengamanan Nataru Terpadu mulai 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, melibatkan personel pengamanan kawasan, Bawa Kendali Operasi (BKO) Kepolisian dan TNI, Basarnas, tenaga kesehatan, serta dukungan operasional dari ITDC Group. Posko Nataru ditempatkan di lokasi strategis seperti Kuta Beach Park, Bazaar Mandalika, Bukit Merese, Batu Kotak, dan Pertamina Mandalika International Circuit untuk memastikan respons cepat terhadap situasi di lapangan.Dalam kesempatan yang sama, General Manager Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, Budi Wahjono memperkenalkan program unggulan malam Tahun Baru bertajuk “Unmasking Radiance – New Year’s Eve Gala Dinner 2026” yang akan digelar pada 31 Desember 2025 di area pantai Pullman. Perayaan akhir tahun ini menampilkan Geisha sebagai penampil utama, serta hiburan pendukung seperti DJ Dayu, Iconicoustic Band, Miracle Dancer, dan Fire Dance Show. Budi menjelaskan bahwa seluruh rangkaian hiburan dirancang untuk memberikan pengalaman premium bagi tamu yang merayakan malam pergantian tahun di The Mandalika. “Kami menyiapkan sebuah pengalaman premium di tepi pantai The Mandalika dengan konsep entertainment yang lengkap, mulai dari music performance, special dance act, hingga countdown celebration,” ungkapnya.Sementara itu, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) melalui Wakil Direktur Utama Samsul Purba, memperkenalkan aktivasi sport event penutup tahun, yaitu Mandalika Last Sunday Run 2025 yang akan dilaksanakan pada 28 Desember 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit. Event lari ini menawarkan dua kategori, yakni 4,3K dan 10K, serta dikemas dengan vibes festival seperti DJ performance, coffee booth, dan partisipasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. “Mandalika Last Sunday Run 2025 menjadi bagian dari upaya MGPA untuk memaksimalkan pemanfaatan sirkuit sepanjang tahun. Ini kesempatan bagi peserta untuk merasakan pengalaman unik berlari di lintasan balap bertaraf dunia, dengan suasana festival sebagai penutup tahun yang berkesan. Selain itu, sebagian hasil dari keuntungan event akan digunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana di Sumatera,” jelasnya.ITDC menilai bahwa momentum Nataru memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi di Kabupaten Lombok Tengah. Aktivasi tenant, meningkatnya okupansi hotel, dan kegiatan berbasis sportstainment dinilai mampu memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi unggulan nasional sekaligus mendorong peluang usaha bagi UMKM dan masyarakat lokal.“Kolaborasi ITDC, MGPA, dan para tenant menjadi kunci menghadirkan pengalaman liburan yang berkesan bagi wisatawan. ITDC mengajak wisatawan untuk merayakan libur Natal dan Tahun Baru di Mandalika, menikmati keindahan pantai, kemeriahan malam pergantian tahun, serta pengalaman sport tourism di sirkuit. “Hadiah di balik setiap deru di The Mandalika adalah semangat yang membangkitkan hati,” tutup Agus.
Read MoreThe Nusa Dua, 23 Desember 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menorehkan prestasi dengan meraih Gold Award 2025 pada ajang Penganugerahan CSR BUMN Award ke-VIII dan CSR BUMN Initiative ke-III Tahun 2025 yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Keuangan Negara, Renon, Denpasar. ITDC masuk dalam 10 besar penerima penghargaan, melanjutkan tren positif perusahaan yang konsisten meraih penghargaan Gold Award sejak tahun 2018.Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas berbagai inisiatif dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC yang fokus pada pembangunan masyarakat berkelanjutan, sejalan dengan komitmen perusahaan yang menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). Program-program tersebut mencakup penguatan kapasitas masyarakat, pelestarian lingkungan, pemberdayaan UMKM, hingga dukungan terhadap sektor pendidikan dan kebudayaan di wilayah destinasi pariwisata yang dikelola ITDC.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika menyampaikan, penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi ITDC dalam menghadirkan program tanggung jawab sosial yang berdampak nyata dan berkelanjutan. “Di The Nusa Dua, kami meyakini bahwa pengembangan kawasan pariwisata kelas dunia harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pendekatan ESG, kami terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan dan seni budaya lokal, agar kehadiran ITDC memberikan nilai tambah yang inklusif dan berjangka panjang bagi Bali,” terang Agus.Kesuksesan ITDC meraih kembali penghargaan Gold Award, menjadi bukti akan komitmen perusahaan, untuk terus menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan. Bukan hanya melalui pengembangan kawasan pariwisata berkelas dunia, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi masyarakat, budaya, dan lingkungan sekitar.Penganugerahan penghargaan, turut dihadiri berbagai stakeholders terkait, antara lain perwakilan PHDI Bali, Kementerian Agama, pimpinan dan perwakilan BUMN di wilayah Bali, pimpinan dan perwakilan perusahaan swasta, unsur institusi pendidikan, serta para undangan lainnya.Agus menambahkan, capaian ITDC ini, sekaligus sebagai momentum mengukuhkan komitmen, supaya pembangunan berkelanjutan yang dilakukan, terus memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat dan negara. “Melalui capaian ini, ITDC menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perusahaan sebagai agen pembangunan pariwisata berkelanjutan, sekaligus mitra strategis dalam mendukung kemajuan sosial, budaya, dan lingkungan di Indonesia,” tutup Agus.
Read MoreThe Nusa Dua, 20 Desember 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), melalui SBU The Nusa Dua menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Kelurahan Padangsambian, Kota Denpasar, pada Senin (16/12). Bantuan ini disalurkan sebagai respons cepat ITDC terhadap kondisi darurat pasca banjir, melalui koordinasi dengan pemerintah setempat, guna mendukung pemulihan sektor pendidikan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.Penyaluran bantuan tersebut sebagai tindak lanjut dari pengecekan langsung ke lokasi terdampak serta koordinasi dengan pihak kelurahan, kepala lingkungan, dan instansi terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat teridentifikasi secara cepat dan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran sesuai kondisi lapangan.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa kecepatan dan ketepatan respons menjadi prioritas ITDC dalam menghadapi situasi darurat. “Kami tidak hanya berfokus pada pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan, tetapi juga hadir secara cepat dan responsif bagi masyarakat sekitar. Prinsip ESG dan TJSL menjadi landasan kami dalam memastikan kontribusi sosial yang nyata dan berdampak,” ujarnya.Bantuan ITDC difokuskan pada dua aspek utama, yaitu pemulihan sektor pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dalam mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar pascabanjir, ITDC menyalurkan bantuan pendidikan kepada SD Negeri No. 11 Padangsambian berupa 100 lusin buku tulis dan 2 (dua) unit proyektor indoor. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Sekolah SD Negeri No. 11 Padangsambian, Ibu Ni Luh Wiari Astiti, S.Pd., dan disaksikan oleh Kepala Lingkungan Buana Desa, Bapak Ketut Diarta.Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan harian warga selama masa pemulihan, ITDC menyalurkan 100 paket sembako dan 100 lembar tikar kepada masyarakat terdampak di Lingkungan Buana Desa, Kelurahan Padangsambian. Bantuan diterima oleh Kepala Lingkungan Buana Desa, Bapak Ketut Diarta, bersama perwakilan warga terdampak, serta disaksikan oleh Kepala Seksi Pembangunan dan Trantib Kelurahan Padangsambian, Bapak Satria Perdana.Kegiatan penyerahan bantuan juga didampingi oleh Vice President Operations & Services The Nusa Dua, Putu Trisna Wijaya. Kegiatan ini mendapat respons positif dari pemerintah setempat serta masyarakat penerima manfaat.Melalui aksi tanggap darurat ini, ITDC menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam pemulihan pascabencana sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Read MoreThe Nusa Dua, 19 Desember 2025 – Menyambut lonjakan wisatawan pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, InJourney bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memastikan kesiapan menyeluruh melalui penguatan manajemen risiko dan kesiapan operasional serta pelayanan prima di tiga kawasan pariwisata yang dikelola. Yakni The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori.Direktur Operasi ITDC Troy Warokka menyampaikan, periode Nataru merupakan fase dengan tingkat mobilitas wisatawan yang tinggi, sehingga butuh pengelolaan risiko yang terukur dan prudent, untuk menjaga stabilitas operasional kawasan. “ITDC memastikan kesiapan Nataru dikelola dalam kerangka manajemen risiko dan tata kelola yang kuat. Fokus kami adalah menjaga keselamatan pengunjung, memastikan kelancaran operasional kawasan, dan keberlanjutan kinerja destinasi di tengah peningkatan aktivitas wisata,” ujarnya.Di The Nusa Dua, ITDC mencatat tren kunjungan yang konsisten sepanjang 2025 dengan total kunjungan hingga November mencapai lebih dari 3,4 juta kunjungan. Menyambut periode Nataru, tenant-tenant di kawasan ini menghadirkan beragam festive dining dan atraksi ramah keluarga, seperti Christmas Eve Dinner, Christmas Brunch, hingga New Year’s Eve Gala Dinner di sejumlah hotel berbintang.Selain itu, The Nusa Dua juga akan menghadirkan pertunjukan budaya, choir performance, serta aktivitas kebersamaan yang dikemas untuk menciptakan suasana liburan yang hangat, nyaman, dan berkesan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.Adapun di The Mandalika, ITDC memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan selama periode Nataru 2025 mencapai 118.733 kedatangan. Peningkatan kunjungan ini didukung oleh rangkaian aktivitas akhir tahun yang diselenggarakan oleh tenant di kawasan. Antara lain gala dinner dan hiburan musik di sejumlah hotel, live music dan DJ performance di malam pergantian tahun.Seluruh rangkaian kegiatan tenant di The Mandalika dilaksanakan dengan pengawasan dan koordinasi ITDC bersama stakeholders terkait, untuk memastikan aspek keamanan, kenyamanan, dan ketertiban kawasan tetap terjaga selama periode libur Nataru.Di The Golo Mori, ITDC menawarkan konsep pengalaman libur Nataru melalui pendekatan yang intim dan reflektif. Sepanjang bulan Desember 2025, Nuka Beach Club, menghadirkan Christmas Celebration and New Year Special Menu Package serta beragam rangkaian Christmas Celebration, seperti Gingerbread by the Beach, Melodies of Christmas, dan Santa’s Heartful Surprise.Puncak perayaan Nataru di The Golo Mori ditandai dengan program “Journey of Heartfelt Harmony” yang diselenggarakan 19 Desember 2025. Sementara itu, rangkaian New Year’s Celebration berlangsung pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, dikemas dalam beberapa fase yang memberi sejumlah pengalaman, mulai dari suasana senja yang hangat hingga perayaan malam pergantian tahun yang berkesan.Penguatan Operasional dan Pengamanan KawasanTroy memaparkan, demi mendukung kelancaran dan kenyamanan selama periode libur akhir tahun, ITDC juga memperkuat aspek operasional dan pengamanan kawasan. Langkah itu mencakup pendirian posko kesiapsiagaan di titik-titik strategis, pengaturan akses dan lalu lintas kawasan, serta koordinasi intensif dan terukur dengan para pemangku kepentingan terkait guna mengantisipasi peningkatan aktivitas pengunjung.“Pendekatan operasional yang kami terapkan adalah memastikan seluruh kawasan bisa menikmati momentum Nataru dengan aman, tertib, dan terkendali tanpa mengurangi kualitas pengalaman wisata,” ujar Troy.Melalui segala persiapan yang sudah dilakukan, ITDC yakin periode libur Nataru 2025/2026 akan menawarkan pengalaman liburan yang berkualitas dan berkesan bagi wisatawan, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi kawasan secara berkelanjutan.
Read MoreThe Mandalika, 17 Desember 2025 – Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 tidak hanya menghadirkan ajang balap kelas dunia, tetapi juga memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram secara simbolis menyerahkan hasil Dana Lelang Amal MotoGP™️ 2025 kepada InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Senin (15/12), di Kantor ITDC, The Mandalika, Lombok Tengah, NTB. Dana tersebut dihimpun melalui kegiatan Lelang Amal MotoGP™️ Charity Auction “Driven to Give” yang diselenggarakan oleh KPKNL Mataram, dengan total dana sebesar Rp72.523.800. Dana tersebut difasilitasi penyalurannya melalui ITDC dan MGPA untuk disalurkan kepada penerima manfaat, dengan pembagian masing-masing sebesar Rp36.261.900. ITDC akan menyalurkan dana melalui Program Percepatan Penanganan Stunting, sementara MGPA memanfaatkannya untuk mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat di sekitar Pertamina Mandalika International Circuit.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menyampaikan “ITDC berkomitmen dalam memastikan setiap penyelenggaraan event internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. “Kolaborasi antara ITDC, MGPA dan KPKNL Mataram menjadi contoh nyata bagaimana ekosistem pariwisata dan olahraga dapat berjalan seiring dengan agenda sosial. Melalui penyaluran hasil lelang amal ini, kami mendukung upaya percepatan penanganan stunting yang menjadi salah satu isu prioritas nasional, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal,” ungkap Agus, sapaan akrabnya. Kepala KPKNL Mataram, Doni Prabudi, menegaskan bahwa penyaluran dana hasil lelang ini merupakan wujud sinergi dan kepercayaan kepada ITDC dan MGPA sebagai mitra strategis yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. “Nilai bantuan yang disalurkan merupakan langkah awal dari semangat gotong royong dan kolaborasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi bersama menuju Indonesia yang adil dan makmur, sejalan dengan semangat NTB Makmur Mendunia,” ungkapnya.Sementara itu, PGS. Vice President Commercial MGPA, Rully Habibie, menyampaikan bahwa MGPA terbuka untuk memperluas kerja sama serupa di masa mendatang. Menurutnya, lelang amal memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari rangkaian event motorsport, tidak hanya pada ajang MotoGP, tetapi juga pada berbagai kegiatan lainnya seperti Mandalika Racing Series, Mandiri Festival of Speed, hingga berbagai event lari yang diselenggarakan oleh MGPA. “Ke depan, inisiatif ini dapat dikembangkan sebagai side event resmi yang terintegrasi dengan agenda internasional, sehingga manfaat sosial dari penyelenggaraan event dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat NTB,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, ITDC, MGPA, dan KPKNL menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan event berskala internasional di KEK Mandalika, tidak hanya sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi, tetapi juga sebagai sarana berbagi dan pemberdayaan masyarakat, serta mendorong pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Read MoreJakarta, 16 Desember 2025 – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikembangkan oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), memasuki fase pengembangan tahap berikutnya (Next Chapter of The Mandalika) seiring meningkatnya intensitas event dan aktivitas kawasan. Hal ini disampaikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko sekaligus Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar, pada ajang Indonesia SEZ Business Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jakarta, beberapa waktu lalu.Sejumlah inisiatif strategis tengah dipersiapkan, antara lain masuknya brand internasional, pengembangan marina untuk memperkuat konektivitas laut, pembentukan eastern premium zone, penguatan central zone sebagai tuan rumah event global, serta komersialisasi kawasan hunian dan retail–lifestyle untuk mendukung aktivitas ekonomi jangka panjang.ITDC menegaskan peran strategis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai sportstainment destination sekaligus value creator bagi perekonomian nasional , khususnya melalui pemanfaatan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai traffic puller di kawasan.“Mandalika tidak hanya kami posisikan sebagai destinasi pariwisata, tetapi sebagai mesin penggerak ekonomi kawasan. Setiap aktivasi di sirkuit dan kawasan dirancang untuk menciptakan multiplier effect yang nyata, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan perputaran ekonomi lokal, hingga penyerapan tenaga kerja,” ujar Ahmad Fajar.Ahmad Fajar menegaskan dampak ekonomi signifikan dari berbagai ajang internasional yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Circuit. Event MotoGP Indonesia, misalnya, mencatat tren peningkatan jumlah penonton dari tahun ke tahun dengan total penonton sebanyak 140.324 ribu orang.Ajang MotoGP Indonesia juga berhasil menciptakan dampak ekonomi hingga Rp4,96 triliun, menghasilkan media value hingga Rp1,33 triliun, dan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal, yang mencerminkan kontribusi nyata KEK Mandalika terhadap perekonomian daerah dan nasional. Selain menjadi tuan rumah dalam berbagai ajang balap kelas dunia, Pertamina Mandalika International Circuit saat ini mencatat lebih dari 309 aktivasi per tahun yang mencakup olahraga internasional, hiburan, budaya, dan kegiatan komunitas.Aktivasi yang berlangsung secara berkelanjutan tersebut mendorong progres ekosistem usaha di kawasan The Mandalika, yang tercermin antara lain dari keberadaan 128 homestay, 965 kamar hotel, puluhan restoran, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai fasilitas pendukung pariwisata lain.Untuk terus menjaga keberlangsungan dampak aktivasi Pertamina Mandalika International Circuit, ITDC telah menyiapkan rangkaian event dalam kalender yang terstruktur sepanjang tahun 2026, antara lain melalui penyelenggaraan Mandalika Racing Series dan Mandalika Festival of Speed yang digelar dalam beberapa putaran sepanjang tahun. Sejumlah event unggulan lainnya seperti GT World Challenge Asia, Pertamina Mandalika Racing Series, hingga Grand Prix of Indonesia (MotoGP), tetap diposisikan sebagai anchor event guna menjaga visibilitas KEK Mandalika di panggung global sekaligus memberi kepastian pasar bagi pelaku industri dan investor.“Event besar menjadi anchor, namun dampak sesungguhnya tercermin dari kesinambungan aktivitas kawasan. Hal ini tercermin dari tumbuhnya UMKM, meningkatnya tingkat okupansi hotel yang kini berada di kisaran 54 persen per tahun, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap KEK Mandalika sebagai KEK pariwisata,” terang Ahmad Fajar.Hingga Triwulan 4 Tahun 2025, total investasi yang telah masuk ke KEK Mandalika mencapai angka Rp5,73 triliun dengan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 11,2 persen. Ini mencerminkan daya tarik KEK Mandalika sebagai destinasi investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.KEK Mandalika yang dikelola oleh ITDC memiliki luas kawasan 1.175 hektar dengan garis pantai sepanjang 16 kilometer, serta didukung oleh infrastruktur strategis yang terintegrasi. Kawasan The Mandalika dilengkapi dengan sirkuit bertaraf internasional, hotel, kawasan komersial, dan konektivitas yang memadai melalui bypass Bandara Internasional Lombok. KEK Mandalika juga memperoleh berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal, seperti insentif pajak, pembebasan bea masuk, serta skema pemanfaatan lahan jangka panjang hingga 80 tahun, yang memberikan kepastian dan daya tarik bagi investor.KEK Mandalika dirancang sebagai sportstainment ecosystem yang terintegrasi dalam satu masterplan, mencakup pengembangan motosport, watersport, golf course, hingga equestrian, sehingga mampu memperluas segmentasi pasar wisata sekaligus membuka peluang investasi lintas sektor.ITDC berharap pengalaman pengelolaan KEK Mandalika dapat menjadi best practice bagi pengembangan KEK lainnya di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi KEK Mandalika sebagai ikon transformasi pariwisata nasional berbasis
Read MoreThe Nusa Dua, 15 Desember 2025 — PT ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU), anak usaha InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), mencatat pencapaian penting dan bersejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapat izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air bersih layak konsumsi. Perolehan ini kian mengukuhkan posisi ITDC NU sebagai pelaku usaha yang memegang erat komitmen, untuk selalu menghadirkan solusi infrastruktur inovatif dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung penyediaan air bersih bagi Kawasan The Nusa Dua, Bali, yang merupakan salah satu destinasi pariwisata inklusif unggulan Indonesia.ITDC NU mengajukan izin Pemanfaatan Air Laut Selain Energi (ALSE) dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 36001, yang diajukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Seluruh proses perizinan telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan melibatkan koordinasi intensif dengan instansi terkait.Direktur ITDC NU, Novan Aryanda mengatakan, “Apa yang dicapai PT ITDC Nusantara Utilitas merupakan wujud nyata komitmen perusahaan, dalam menghadirkan solusi infrastruktur yang inovatif, andal, dan berwawasan lingkungan. Inisiatif pengolahan air laut ini kami arahkan agar sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam menjawab tantangan ketersediaan air bersih di kawasan destinasi prioritas,” ujarnya.Dalam implementasinya, ITDC NU mengadopsi teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk memisahkan garam dari air dengan memanfaatkan tekanan osmotik, sehingga menghasilkan air bersih layak konsumsi. Teknologi ini dikenal sebagai solusi efisien dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan keterbatasan sumber air tawar, khususnya di area pesisir yang berkembang sebagai destinasi pariwisata.Pemanfaatan teknologi SWRO diharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, memperkuat ketahanan lingkungan, serta mendukung pengembangan kawasan pariwisata hijau. Sejalan dengan hal itu, ITDC NU selalu berkomitmen menjalankan operasional secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan laut, termasuk ekosistem sekitarnya.Pemberian izin ALSE bertepatan dengan momentum Bulan Bakti Kelautan dalam rangka memperingati HUT ke-26 KKP. Izin yang diterima akan membuat ITDC NU kian optimal dalam menunjang ketersediaan air bersih untuk kebutuhan operasional hotel, dan tenant di The Nusa Dua. Termasuk kebutuhan kamar, spa, dapur, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.Dengan izin yang didapat, ITDC NU dapat memanfaatkan air laut sebanyak 2.555.000 m³ per tahun untuk kemudian diolah jadi air bersih bagi hotel-hotel serta para tenant di Kawasan The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Fasilitas pengolahan air laut yang dioperasikan ITDC NU menggunakan teknologi penyaringan modern yang mampu memproduksi air bersih yang berkualitas, seperti yang telah diterapkan di berbagai negara dengan standar operasional yang ketat.Perolehan izin ALSE juga menjadi refleksi bagi ITDC NU untuk memberi kontribusi dan berperan menyediakan solusi inovatif jangka panjang, bagi kebutuhan air bersih di kawasan pesisir, serta mendorong penerapan teknologi serupa di wilayah lain guna mendukung penguatan ekonomi biru Indonesia. “Kami meyakini bahwa kehadiran fasilitas pengolahan air laut ini akan memperkuat ketahanan air kawasan The Nusa Dua sekaligus menjaga keberlanjutan operasional destinasi. Ke depan, ITDC NU berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi infrastruktur yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan pariwisata nasional dan mendukung agenda pembangunan hijau Indonesia,” tutup Novan.
Read MoreThe Mandalika, 13 Desember 2025 – Event Mandalika Korpri Fun Night Run 2025 yang digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025, tidak hanya menarik antusiasme 7.583 pelari, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat tingkat okupansi hotel di kawasan mencapai sekitar 83%.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan menyampaikan bahwa peningkatan okupansi hotel, menunjukkan aktivasi sport tourism mampu menggerakkan roda pariwisata. “Korpri Fun Night Run 2025 membuktikan bahwa The Mandalika tidak hanya menjadi tuan rumah event olahraga, tetapi juga mampu mengaktifkan ekosistem ekonomi kawasan. Lonjakan okupansi pada akhir pekan pelaksanaan event memperlihatkan bagaimana kegiatan sport tourism memberikan manfaat nyata bagi sektor akomodasi, transportasi, dan layanan pendukung lainnya. Potensi ini akan terus diperkuat melalui kolaborasi program dan penyelenggaraan event yang berkelanjutan di kawasan,” ujarnya.Kenaikan okupansi terlihat hampir di seluruh tenant hotel yang beroperasi di The Mandalika. Raja Hotel mencatat tingkat hunian mencapai 96%, Montana sebesar 95%, diikuti Bale Seccha, JM Hotel, Novotel, serta Pullman Hotel yang mengalami peningkatan signifikan masing-masing 88%, 85%, 72%, dan 60% dibanding hari sebelumnya. Total ada 649 jumlah kamar yang terjual. Lonjakan okupansi pada periode puncak event menjadi indikator kuat bahwa penyelenggaraan kegiatan sport tourism mampu menggerakkan industri pariwisata dan akomodasi secara langsung.Sehari sebelum puncak aktivitas di tanggal 6 Desember 2025, okupansi berada pada kisaran 51,3%, sementara pada 7 Desember 2025, angka hunian ada di angka 32%. Pola ini mencerminkan karakteristik umum event berskala besar yang terbukti memberi dorongan kuat pada permintaan akomodasi di hari pelaksanaan. Selain memberikan dampak pada sektor akomodasi, ajang Korpri Fun Night Run 2025 turut menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keterlibatan 25 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal asal Lombok Tengah dan Mataram yang menyediakan produk kuliner serta souvenir. “Kami optimistis, meningkatnya aktivitas sport tourism akan semakin memperkuat posisi The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination. Dengan infrastruktur berstandar internasional, kapasitas akomodasi yang terus berkembang, serta keunggulan lanskap alam, The Mandalika semakin siap menjadi pusat penyelenggaraan berbagai event sport dan lifestyle nasional dan dunia,” tutup Agus.
Read MoreThe Golo Mori, 10 Desember 2025 – Holding Aviasi dan Pariwisata, InJourney bersama anak usahanya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyelenggarakan Hospitality Training for Frontliners selama dua hari, pada 8–9 Desember 2025 di Golo Mori Convention Center (GMCC), kawasan The Golo Mori. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen InJourney dan ITDC Group dalam memperkuat penerapan standar layanan unggul (service excellence) yang terintegrasi di lingkungan InJourney Group yang berkelas dunia, serta mendukung perkembangan kawasan pariwisata The Golo Mori.Membuka pelatihan, General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto menyampaikan apresiasi kepada InJourney atas dukungan pelatihan berbasis standar pelayanan InJourney Group. “Pelatihan ini memastikan seluruh frontliners memiliki pemahaman dan standar pelayanan yang selaras sehingga mampu menghadirkan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung dan stakeholders penyelenggara kegiatan di The Golo Mori,” ujarnya.Sebanyak 38 personel lintas fungsi yang berinteraksi langsung dengan tamu, antara lain unit keamanan di bagian gerbang, operasional, banquet, housekeeping, hingga landscape, mengikuti pelatihan untuk memperkuat service mindset, keterampilan komunikasi, penerapan standar hospitality, dan pemahaman menyeluruh terhadap customer journey.Program pelatihan diselenggarakan secara interaktif. Kombinasi presentasi, simulasi, serta activity-based learning, dipandu secara apik oleh Tasya Nur Intan Dewi, Dian Anggraeni, dan Ardhita Willy Mustika dari InJourney serta Febriyani Galuh Pratiwi yang melengkapi sesi dengan beberapa gimmick seru. Materi yang diberikan mencakup penguatan service leadership, pemahaman embracing generational diversity, hingga strategi memposisikan layanan sebagai kekuatan pemasaran berkelanjutan.Senior Vice President Customer Experience InJourney, Tasya Nur Intan Dewi, menegaskan, “People is experience. Pengalaman wisatawan dimulai dari senyuman dan layanan pertama yang mereka terima. InJourney berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai wajah destinasi, hingga setiap interaksi mencerminkan keramahan, profesionalisme dan keunggulan pariwisata Indonesia.”.Selain memperluas pengetahuan dan wawasan serta meningkatkan keterampilan, para peserta juga menerima sertifikat pelatihan layanan prima dari ITDC sebagai bentuk apresiasi atas penerapan pelayanan yang baik selama ini dan partisipasi aktif selama program berlangsung.Pelaksanaan pelatihan juga mengacu pada tiga indikator keberhasilan utama, yaitu peningkatan pemahaman prinsip layanan unggul yang ditanamkan melalui penyampaian materi inti, kemampuan menerapkan Indonesian Hospitality Standard yang diuji melalui simulasi interaksi dengan tamu, dan penguatan koordinasi lintas fungsi layanan untuk memastikan customer journey berjalan optimal dari awal hingga akhir. Dengan capaian tersebut, para frontliner semakin siap berperan sebagai representasi profesional dan bersahabat dari The Golo Mori.Pelaksanaan pelatihan juga mengacu pada tiga indikator keberhasilan utama, yaitu peningkatan pemahaman prinsip layanan unggul yang disampaikan pada materi, kemampuan menerapkan Indonesian Hospitality Standard yang diuji melalui simulasi interaksi dengan tamu, dan penguatan koordinasi lintas fungsi layanan untuk memastikan customer journey berjalan optimal dari awal hingga akhir. Dengan capaian tersebut, para frontliner semakin siap berperan sebagai representasi profesional dan bersahabat dari The Golo MoriAji menambahkan, “Peningkatan kualitas layanan tidak hanya berfokus pada interaksi langsung dengan tamu, tetapi juga berperan sebagai fondasi penting bagi kesiapan kawasan dalam menyelenggarakan berbagai event berskala nasional maupun internasional di The Golo Mori,” ujarnya.Lebih lanjut, penguatan kompetensi SDM ini semakin meningkatkan kesiapan The Golo Mori dalam menyambut agenda strategis dan komersial melalui GMCC dan Nuka Beach Club. Dengan standar layanan yang semakin solid, The Golo Mori menargetkan peningkatan kepuasan pelanggan, loyalitas penyelenggara MICE, dan daya saing sebagai sustainable marine-based MICE destination.Selain proses pembelajaran yang intensif, pelatihan ini juga menghadirkan atmosfer inspiratif dengan pemandangan langsung ke teluk biru Golo Mori dan gugusan perbukitan sekitarnya, memberikan pengalaman upskilling sumber daya manusia pariwisata yang selaras dengan keunggulan alam destinasi.
Read MoreThe Mandalika 10 Desember 2025 – Untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat sekaligus memperkuat pemahaman pelaku usaha dan pegawai mengenai tata cara menanggulangi kebakaran, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyelenggarakan Simulasi Penanggulangan Kebakaran pada hari Selasa (9/12). Berlangsung di Lapangan Kantor ITDC The Mandalika, kegiatan ini diikuti oleh pegawai ITDC serta pelaku usaha di kawasan, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bazaar Mandalika, tenant hotel, dan restoran yang beroperasi di The Mandalika.Pelaksanaan simulasi ini bertujuan memastikan seluruh pihak memahami prosedur evakuasi, penggunaan alat pemadam api, serta langkah-langkah penanganan yang harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila terjadi kebakaran di kawasan The Mandalika. Kegiatan penanggulangan darurat ini sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2023, dan mulai tahun 2025 ditargetkan digelar secara berkelanjutan setiap tahun sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan dan tata kelola risiko yang dilakukan secara rutin di The Mandalika.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan simulasi kebakaran ini merupakan bentuk komitmen ITDC menciptakan kawasan pariwisata yang aman dan responsif terhadap risiko kedaruratan. “The Mandalika sebagai destinasi kelas dunia, tidak hanya berfokus pada pengembangan infrastruktur dan pengalaman wisata, tetapi juga pada aspek keselamatan dan kesiapan dalam menghadapi potensi risiko darurat. Simulasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesiapsiagaan kolektif bagi seluruh pegawai dan pelaku usaha, sehingga apabila terjadi keadaan darurat, respon dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan terukur,” terang Agus.Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah, Saeful Bahri, S.T, mengapresiasi langkah ITDC dalam meningkatkan kapasitas penanganan keadaan darurat di kawasan. “Kegiatan ini penting sebagai upaya preventif. Semakin sering dilakukan pelatihan dan simulasi, maka semakin baik tingkat kesiapan dan koordinasi di lapangan. Kami berharap inisiatif ini dapat terus berlangsung hingga menjadi standar keselamatan operasional di lingkungan The Mandalika,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman langsung mengenai tahapan penanggulangan kebakaran, mulai dari pengenalan kelas-kelas kebakaran dan jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang sesuai untuk masing-masing kondisi, penanganan kebakaran pada kompor dan kebocoran Gas LPG, hingga praktik memadamkan api menggunakan APAR. Simulasi juga mencakup demonstrasi penanganan kebakaran dengan mobil Damkar sebagai tahapan akhir untuk memastikan peserta memahami koordinasi lapangan dalam situasi darurat.Pelaksanaan Simulasi Penanggulangan Kebakaran ini selaras dengan komitmen keberlanjutan ITDC dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui kegiatan ini, ITDC berupaya mewujudkan kawasan pariwisata yang aman dan tangguh sebagaimana tercantum dalam SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), yang menegaskan pentingnya pembangunan kawasan yang berketahanan terhadap risiko bencana. Kegiatan ini juga memperkuat tata kelola kesiapsiagaan darurat sesuai semangat SDG 16 (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh) yang mendorong lembaga yang responsif dan mampu mengelola risiko secara efektif. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi) yang menitikberatkan pada peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), perlindungan tenaga kerja, serta penciptaan lingkungan kerja yang aman dan layak bagi seluruh pegawai dan pelaku usaha di kawasan ITDC.Melalui simulasi fire drill ini, ITDC berharap seluruh pihak yang berada di dalam kawasan punya pemahaman yang lebih baik, dalam menghadapi potensi risiko kebakaran, termasuk memahami tindakan dan peralatan apa saja yang harus digunakan dalam situasi darurat.
Read More