The Mandalika, 24 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus mempercepat pengembangan kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), seiring tumbuhnya iklim investasi dan aktivitas pariwisata di kawasan tersebut. Hingga akhir tahun 2025, nilai investasi kumulatif di KEK Mandalika tercatat telah mencapai Rp6,018 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 26.002 orang. Capaian ini, tentu menunjukkan berkembangnya ekosistem pariwisata terintegrasi, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.Pertumbuhan kawasan juga tercermin dari peningkatan jumlah pelaku usaha di KEK Mandalika. Hingga Desember 2025, sebanyak 27 pelaku usaha telah menjalankan aktivitas bisnis di kawasan, mencakup sektor hospitality, lifestyle tourism, mixed use development, utilitas kawasan, hingga pendukung motorsport ecosystem. Investor domestik maupun internasional seperti Singapura, Jepang, Spanyol, Amerika Serikat, dan Maroko turut memperkuat pengembangan kawasan. Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan bahwa ITDC terus mendorong penguatan ekosistem investasi, melalui peningkatan kualitas destinasi, pengembangan infrastruktur, serta penyediaan utilitas kawasan yang mendukung keberlanjutan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional. “Masuknya berbagai investor menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi dan prospek The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Kawasan ini mempunyai daya tarik kuat melalui konsep integrated tourism destination yang memadukan sport tourism, hospitality, area komersial, ruang terbuka hijau, serta fasilitas publik,” ujarnya.Selain pertumbuhan investasi, aktivitas pariwisata di The Mandalika juga menunjukkan tren positif. Pada periode Januari hingga April 2026, total kunjungan wisatawan kawasan mencapai 285.003 pengunjung. Pada periode yang sama, rata-rata length of stay wisatawan meningkat menjadi 2,33 hari dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,96 hari. Rata-rata okupansi hotel kawasan juga meningkat menjadi 44,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 41,55 persen. “Peningkatan length of stay dan okupansi menunjukkan wisatawan mulai menjadikan The Mandalika sebagai destinasi dengan durasi tinggal yang lebih panjang. Kondisi ini memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal, UMKM, dan sektor hospitality di sekitar kawasan,” imbuh Troy.Optimisme terhadap perkembangan kawasan juga disampaikan oleh salah satu investor di The Mandalika, Direktur Utama PT Kleo Mandalika Resort, Satoki Okazaki. Menurutnya, The Mandalika memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya bertumpu pada event, tetapi juga didukung oleh kekuatan alam, ekosistem kawasan, dan pertumbuhan aktivitas wisata yang terus meningkat. “Kami melihat The Mandalika berkembang menjadi destinasi yang semakin matang dan memiliki karakter yang kuat. Pertumbuhan aktivitas wisata, peningkatan konektivitas, serta pengembangan kawasan yang terus berjalan menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor untuk tumbuh bersama dalam keberlanjutan,” ujarnya.Penguatan aktivitas pariwisata di The Mandalika didukung pula dengan peningkatan konektivitas udara menuju Lombok. Berdasar data InJourney Airports, total jumlah penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pada periode Januari–April 2026 mencapai 850.319 penumpang atau meningkat sekitar 18,4 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total pergerakan pesawat tumbuh sekitar 35,3 persen dibandingkan tahun 2025. Berbagai maskapai nasional dan internasional seperti Garuda Indonesia, Citilink, AirAsia, dan Scoot saat ini melayani 11 rute domestik dan 2 rute internasional menuju Lombok.General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Aidhil Philip Julian, mengatakan bahwa trafik peningkatan penumpang dan pergerakan penerbangan, menunjukkan mobilitas wisatawan serta aktivitas ekonomi di Lombok yang terus berkembang positif. “Penguatan konektivitas udara menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan pariwisata dan investasi di NTB, khususnya di kawasan strategis seperti The Mandalika. Kami juga melihat kebutuhan konektivitas menuju Lombok yang terus meningkat, baik dari wisatawan domestik maupun internasional,” paparnya.ITDC terus memperkuat berbagai infrastruktur dan fasilitas pendukung kawasan, mulai dari pengembangan utilitas, sistem pendukung kawasan, penguatan konektivitas, hingga penataan kawasan wisata untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman wisatawan. Melalui langkah tersebut, ITDC optimis The Mandalika akan semakin berkembang sebagai destinasi unggulan nasional sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di NTB.
Read MoreThe Golo Mori, 23 Mei 2026 — InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi membuka penjualan tiket Golo Mori Sunset Run (GMSR) 2026. Pembukaan penjualan tiket yang dilakukan saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Labuan Bajo, pada Sabtu (23/5), menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju ajang sport tourism yang akan diselenggarakan pada 22 Agustus 2026 di Kawasan The Golo Mori, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. GMSR 2026 adalah kolaborasi antara manajemen ITDC The Golo Mori, Golo Mori Convention Center (GMCC) dan komunitas lari lokal Komodo Runners, sebagai upaya memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkenalkan pengalaman berlari dengan panorama perbukitan dan laut khas The Golo Mori.Peluncuran penjualan tiket dilaksanakan di area CFD yang rutin digelar setiap Sabtu pagi di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Labuan Bajo, hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Komodo Runners. Selama ini, CFD menjadi ruang interaksi masyarakat dan wisatawan melalui berbagai aktivitas, seperti jalan sehat, lari pagi, senam bersama, hingga sosialisasi layanan publik.Pada kesempatan tersebut, ITDC menghadirkan booth informasi dan penjualan tiket GMSR 2026 guna memberikan informasi mengenai kategori lomba, periode penjualan tiket, serta rangkaian pelaksanaan acara kepada masyarakat dan komunitas yang hadir. Suasana peluncuran turut diramaikan melalui mini quiz interaktif serta pemberian free merchandise bagi lima pembeli tiket pertama sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme masyarakat.Mengusung tema #BeyondTheLimits, event Golo Mori Sunset Run tahun ini menyuguhkan kategori Fun Run 5K dan Fun Walk 2,5K, yang mengajak peserta untuk melampaui batas sambil menikmati pengalaman sport tourism yang berpadu dengan keindahan alam destinasi. Mengusung tema #BeyondTheLimits, event Golo Mori Sunset Run tahun ini menyuguhkan kategori Fun Run 5K dan Fun Walk 2,5K, yang mengajak peserta untuk melampaui batas sambil menikmati pengalaman sport tourism yang berpadu dengan keindahan alam destinasi. General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, menyampaikan bahwa kehadiran GMSR di tengah aktivitas CFD merupakan bagian dari upaya memperkenalkan The Golo Mori lebih dekat kepada masyarakat sekaligus menawarkan pengalaman berwisata yang memadukan keindahan alam, gaya hidup sehat, dan kebersamaan. “Melalui pembukaan penjualan tiket ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari Golo Mori Sunset Run 2026. Event ini bukan sekadar olahraga lari, tetapi pengalaman menikmati lanskap alam The Golo Mori dengan cara yang berbeda melalui konsep sunset run yang memadukan keindahan destinasi, aktivitas sehat, dan momen kebersamaan,” ujar Aji. Aji menambahkan, keterlibatan komunitas lokal menjadi salah satu semangat utama dalam penyelenggaraan GMSR 2026. “Melibatkan komunitas lokal dalam penyelenggaraan Golo Mori Sunset Run 2026 menjadi bagian penting dari semangat yang kami bangun. Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa aktivitas sport tourism yang memadukan gaya hidup sehat dan pengalaman menikmati destinasi secara langsung mendapat respons yang sangat positif,” tutup Aji.Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan rangkaian kegiatan Golo Mori Sunset Run 2026 dapat diakses melalui akun Instagram resmi @golomorirun.
Read MoreJakarta, 22 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meraih predikat Sapphire, yakni penghargaan tertinggi pada ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang diselenggarakan Hukumonline, di Le Meridien Hotel Jakarta, hari Jumat (22/5). Pencapaian ini menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan yang intensif memperkuat tata kelola, pengendalian risiko, dan kepatuhan hukum sebagai fondasi pengembangan bisnis yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan.Penghargaan ini diukur dari tingkat implementasi kepatuhan perusahaan berdasarkan kompleksitas karakteristik bisnis dan lingkungan regulasi yang dihadapi. Penilaian dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari tata kelola perusahaan, mitigasi risiko, sistem pengendalian internal, hingga konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnis.Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menerapkan tata kelola proses bisnis yang transparan dan akuntabel, sekaligus memperkuat fondasi perusahaan di tengah perkembangan industri pariwisata yang semakin dinamis. “Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya seluruh insan ITDC dalam menjaga integritas proses bisnis dan memperkuat fondasi tata kelola perusahaan. Kami percaya, tata kelola yang kuat tak hanya membangun kepercayaan para pemangku kepentingan, tetapi juga sebagai elemen penting dalam memastikan keberlangsungan pengembangan destinasi pariwisata kelas dunia,” ujar Ahmad Fajar.Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen ITDC dalam memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang terus dikembangkan, guna memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara prudent, akuntabel, dan selaras dengan dinamika regulasi. Sebagai pengembang dan pengelola destinasi pariwisata, ITDC menjalankan model bisnis dengan spektrum regulasi yang luas. Yaitu mencakup pengelolaan kawasan, investasi, pengembangan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga kemitraan usaha yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.Sebagai bagian dari InJourney Group, ITDC terus memperkuat kualitas pengelolaan perusahaan melalui penguatan sistem pengendalian internal, pengelolaan risiko secara terintegrasi, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta peningkatan kualitas pengambilan keputusan bisnis yang prudent dan berorientasi jangka panjang.Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan dan pengelolaan Destinasi Pariwisata Kelas Dunia, yaitu The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat, dan The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur. Ketiga destinasi dikembangkan dengan menempatkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, serta manfaat sosial bagi masyarakat sebagai bagian dari penciptaan nilai jangka panjang.“Di tengah pertumbuhan sektor pariwisata yang kian dinamis, kami meyakini bahwa destinasi pariwisata harus dikelola secara bertanggung jawab, dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, aspek sosial, lingkungan, serta tata kelola yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi dorongan bagi ITDC untuk terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang adaptif, transparan, dan berorientasi jangka panjang dalam setiap proses bisnis dan pengelolaan kawasan ,” tutup Ahmad Fajar.
Read MoreThe Mandalika, 20 Mei 2026 – Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) merenovasi dua bangunan toilet yang diresmikan pada Selasa (28/4) dan memberikan edukasi kebersihan bagi siswa SDN 2 Kuta, Lombok, yang dilakukan hari Rabu (20/5). Langkah ini menjadi upaya meningkatkan kualitas sanitasi, menerapkan pola hidup bersih, serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman.Kegiatan ini mencerminkan aksi konkret ITDC dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), melalui pemberdayaan masyarakat di sekitar The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya dalam meningkatkan kesehatan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi masyarakat serta generasi muda di desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata perusahaan untuk terus berperan aktif meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar The Mandalika, seiring dengan pengembangan kawasan pariwisata yang berkelanjutan. “Pengembangan kawasan KEK Mandalika harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di desa penyangga. Melalui renovasi fasilitas sanitasi dan edukasi kebersihan ini, kami ingin menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan nyaman, sekaligus membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat bagi siswa sejak usia dini,” ujar Troy.Renovasi yang dilaksanakan pada 6–24 April 2026 dilakukan untuk meningkatkan kualitas sanitasi bagi siswa dan tenaga pendidik di SDN 2 Kuta. Sebelumnya, kondisi toilet sekolah mengalami kerusakan, kurang layak digunakan, serta memiliki saluran air yang tak optimal. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh, meliputi penggantian lantai, perbaikan sanitasi dan saluran air, pemasangan wastafel, penggantian pintu toilet, perbaikan atap dan ventilasi, pengecatan, hingga penataan area toilet agar lebih bersih dan nyaman digunakan.Selain itu, ITDC juga memberi edukasi kebersihan dan sanitasi kepada para siswa, melalui pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat. Mulai dari etika menggunakan toilet, pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, hingga edukasi sederhana terkait hidrasi dan kesehatan tubuh dengan mengenalkan indikator warna urine. Edukasi ini diharap bisa membangun kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri sejak dini.Kepala SDN 2 Kuta, Lalu Satriadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan ITDC kepada sekolah. “Kami sangat berterima kasih kepada ITDC atas perhatian dan dukungannya terhadap SDN 2 Kuta. Renovasi ini membawa perubahan yang sangat baik bagi kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekolah. Anak-anak kini dapat menggunakan fasilitas yang lebih layak dan sehat,” ungkapnya.ITDC terus memperkuat kontribusi sosial di kawasan penyangga KEK Mandalika melalui berbagai inisiatif di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, sebagai bagian dari implementasi prinsip ESG perusahaan. Langkah ini menegaskan komitmen ITDC untuk menghadirkan pembangunan kawasan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal Nusa Tenggara Barat, khususnya di wilayah sekitar The Mandalika.
Read MoreThe Nusa Dua, 15 May 2026 – Amid the rapid growth of the tourism sector, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) continues to strengthen its commitment to implementing sustainability principles through the Protecting Nature approach as part of the company’s sustainability framework. Through the development of Green Open Spaces (RTH) in The Nusa Dua, Bali, and The Mandalika, West Nusa Tenggara (NTB), ITDC integrates climate resilience, energy efficiency, waste and water management, as well as biodiversity protection into a sustainable tourism ecosystem. This initiative reaffirms that tourism destination development is not solely focused on economic growth, but also on environmental harmony and long-term quality of life improvement.ITDC Commercial & Marketing Director, Febrina Mediana, emphasized that Green Open Spaces (RTH) play a strategic role in enhancing the quality and competitiveness of tourism destinations. According to her, RTH is not merely a landscape element, but also an ecological infrastructure that contributes significantly to improving air quality, regulating microclimate temperatures, and strengthening resilience against climate change.“The strengthening of Green Open Spaces at The Nusa Dua and The Mandalika is aimed at creating healthy, comfortable, and sustainable destination ecosystems, beyond just visual aesthetics. Through the development of nature-based tourism experiences such as outdoor activities, wellness, and coastal recreation, RTH becomes an essential component in promoting healthy lifestyles, strengthening the connection between people and nature, and enhancing the overall tourism experience. This approach also reinforces ITDC’s commitment to maintaining destination sustainability and strengthening the long-term competitiveness of Indonesia’s tourism sector,” she stated.At The Nusa Dua, ITDC manages approximately 97 hectares of Green Open Space, representing around 27% of the total 359.7-hectare area. Of this total, 43 hectares have been planted with more than 5,700 trees from 138 vegetation species, including 32 local and endemic tree species. The existence of these green spaces plays an important role in strengthening biodiversity, preserving the area’s landscape character, and functioning as the “lungs” of the destination by supporting microclimate regulation, improving air and environmental quality, and providing comfortable and inclusive public spaces.In addition, The Nusa Dua demonstrates a tangible contribution to decarbonization efforts through integrated biodiversity-based landscape management and sustainable utility systems. Since 1979, The Nusa Dua has implemented a lagoon system capable of processing up to approximately 10,000 m³ of wastewater per day, which is then reused for irrigation of green areas, supporting water efficiency and the implementation of a circular water system concept. Based on recent studies, the total carbon sequestration capacity of The Nusa Dua area reaches 16,279.57 tons of carbon, with an average total biomass of approximately 102.6 tons per hectare and carbon content of around 48.2 tons C per hectare, equivalent to approximately 176.8 tons CO₂e per hectare. These figures reflect the significant capability of the area’s vegetation to absorb and store carbon while maintaining ecosystem balance amid high tourism activity.Meanwhile, at The Mandalika, sustainable tourism development is implemented through the management of an approximately 1,175-hectare area, with Green Open Space allocation reaching 363 hectares or around 30% of the total area. Of this amount, around 19% has been actively managed as part of environmental conservation and ecosystem enhancement efforts. As part of strengthening the coastal ecosystem, more than 10,400 trees were planted throughout 2025 through environmental rehabilitation programs. This effort continues in 2026 with the planting of 15,000 mangrove trees along coastal areas as a strategic measure to strengthen natural protection against abrasion while improving coastal habitat quality.The development of The Mandalika also integrates the concepts of green space and blue space, combining vegetation areas with water elements such as beaches, lagoons, and conservation zones. This approach not only creates an aesthetically pleasing and functional landscape, but also plays a strategic role in enhancing climate resilience, including abrasion mitigation, improved water absorption capacity, and coastal ecosystem protection.Through this approach, the development of The Mandalika is not only oriented toward tourism economic growth, but also delivers tangible added value for environmental sustainability and the long-term preservation of coastal ecosystems.“Through the integration of ESG (Environmental, Social, and Governance) principles, ITDC positions Green Open Spaces as strategic green infrastructure that not only strengthens destination competitiveness, but also maintains ecosystem balance, enhances climate resilience, and supports the development of sustainable, resilient, and low-carbon tourism in Indonesia,” concluded Febrina.
Read MoreThe Mandalika, 13 Mei 2026 – Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat sistem mitigasi risiko serta keandalan infrastruktur pendukung di Mandalika International Circuit, untuk menjaga standar keselamatan dan kualitas agenda bertaraf internasional di The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), seiring meningkatnya aktivitas dan intensitas penyelenggaraan event di kawasan The Mandalika.Penguatan dilakukan dengan membangun sistem fire protection dan kelistrikan di sejumlah titik strategis sirkuit, yang dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2025. Pengembangan sistem fire protection yang dimulai 15 September 2025, ditargetkan mulai beroperasi pada 12 Agustus 2026. Sementara penguatan sistem kelistrikan dimulai pada 1 Mei 2026 dan direncanakan mulai beroperasi pada 27 September 2026 sebagai bagian dari penguatan kesiapan operasional kawasan The Mandalika.Dari segi keselamatan kebakaran, ITDC mengoptimalkan sistem perlindungan dan mitigasi keadaan darurat di area paddock, Royal Box, dan Royal Hall Mandalika International Circuit melalui pemasangan fire alarm, pembangunan jaringan hydrant, dan penyediaan fire pump house sesuai standar keselamatan kebakaran internasional. Sistem ini didukung oleh pompa utama dan pompa cadangan yang bekerja secara terintegrasi untuk memastikan agar jaringan hydrant siap digunakan dalam kondisi darurat. Selain itu, ITDC juga membangun Ground Water Tank (GWT) yang terhubung dengan jaringan air bersih kawasan The Mandalika untuk memastikan ketersediaan pasokan air yang memadai untuk mendukung kebutuhan sistem pemadam kebakaran di area sirkuit serta fasilitas pendukung lainnya.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan bahwa peningkatan prasarana penunjang merupakan komitmen ITDC menjaga standar keselamatan, operational excellence, dan kualitas layanan di kawasan untuk mendukung penyelenggaraan berbagai aktivitas di area sirkuit. “Keandalan infrastruktur pendukung menjadi fondasi penting dalam menunjang keberhasilan penyelenggaraan event di Mandalika International Circuit. Oleh karena itu, ITDC terus meningkatkan sistem keselamatan dan utilitas kawasan agar operasional event dapat berjalan lebih aman, andal, dan responsif terhadap berbagai potensi risiko,” ujar Troy.Selain penguatan sistem keselamatan, ITDC turut meningkatkan keandalan sistem kelistrikan sirkuit supaya stabilitas operasional tetap terjaga, meliputi pemasangan kubikel tegangan menengah, pemisahan jaringan listrik antara gedung dan peralatan utama balap (race equipment) di Race Control, dukungan UPS sirkuit, UPS PLN, penyulang PLN, hingga genset PLN guna menjaga agar pasokan listrik tetap stabil selama event berlangsung.Di area paddock, ITDC menambahkan sumber listrik baru bertegangan tiga fase untuk mendukung distribusi beban listrik yang lebih merata, sekaligus menunjang kebutuhan operasional tim balap dan penyelenggaran event. Sementara itu, di area Royal Box kini dilengkapi pasokan listrik yang mendukung layanan hospitality serta kebutuhan catering. Sedangkan Royal Hall sudah memiliki jaringan listrik permanen untuk mempercepat proses persiapan event di kawasan sirkuit. Selain itu, ITDC juga melengkapi seluruh panel di area sirkuit dengan power meter untuk memantau beban listrik secara real time dan menjaga kestabilan daya. Troy menambahkan bahwa pengembangan infrastruktur ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan ITDC dalam meningkatkan kualitas kawasan dan mendukung pertumbuhan The Mandalika sebagai Indonesia’s Premier Sportainment Destination. “Kami ingin memastikan The Mandalika memiliki kesiapan infrastruktur yang mampu mendukung berbagai agenda internasional secara berkelanjutan dan berstandar global,” tutup TroyTroy menambahkan bahwa pengembangan infrastruktur ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan ITDC dalam meningkatkan kualitas kawasan dan mendukung pertumbuhan The Mandalika sebagai Indonesia’s Premier Sportainment Destination. “Kami ingin memastikan The Mandalika memiliki kesiapan infrastruktur yang mampu mendukung berbagai agenda internasional secara berkelanjutan dan berstandar global,” tutup Troy
Read MoreJakarta, 11 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meraih penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) 2026 yang diselenggarakan oleh MarkPlus Inc di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (6/5). ITDC meraih dua kategori penghargaan, yakni Key Elements of Marketing dan Tech Marketing, yang menjadi pengakuan atas transformasi strategi pemasaran dan pengembangan destination ecosystem ITDC yang mengintegrasikan sport tourism, hospitality, MICE, digital engagement, dan sustainable tourism di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori.Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan bahwa pemasaran pariwisata saat ini tak lagi hanya berfokus pada promosi destinasi saja, tetapi juga bagaimana menciptakan pengalaman yang bermakna dan nilai tambah sebuah kawasan secara berkelanjutan. “Sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata terintegrasi, ITDC terus memperkuat kualitas dan daya saing destinasi melalui pengembangan ekosistem pariwisata yang terhubung dengan berbagai aktivasi strategis di setiap kawasan. Sejumlah event nasional maupun internasional yang diselenggarakan di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan daya tarik destinasi, memperkuat utilisasi kawasan, menarik investasi, sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah,” ujar Ahmad Fajar.Menurutnya, The Mandalika menjadi salah satu contoh pengembangan kawasan berbasis sport tourism yang terintegrasi melalui penyelenggaraan MotoGP, GT World Challenge Asia, Mandalika Festival of Speed, Pocari Sweat Run, juga berbagai festival budaya dan hiburan, yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi unggulan di kancah internasional. Sementara itu, The Nusa Dua terus diperkuat sebagai destinasi premium berbasis hospitality dan juga meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) melalui penyelenggaraan forum internasional, konferensi global, pengembangan kawasan hijau, hingga event olahraga dan wellness. Kawasan ini juga didukung infrastruktur pariwisata kelas dunia, hotel dan resort internasional, fasilitas convention center berstandar global, serta pengembangan kawasan hijau dan pariwisata berkualitas yang mendukung kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan lingkungan. Di sisi lain, The Golo Mori terus dikembangkan menjadi destinasi ecotourism and marine-based tourism yang mengedepankan keberlanjutan dan keindahan alam autentik Labuan Bajo.BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) 2026 adalah penghargaan tahunan bagi perusahaan BUMN, anak perusahaan atau sub holding BUMN, dan BUMD yang dinilai berhasil menerapkan strategi pemasaran unggul melalui aspek Key Elements of Marketing, Tech-Marketing, dan Entrepreneurial Marketing yang dikembangkan oleh Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya. Komponen penilaian dalam ajang BEMA, mencakup kemampuan perusahaan membangun inovasi pemasaran, memperkuat brand image and customer engagement, memanfaatkan teknologi digital, serta menciptakan dampak bisnis dan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat maupun industri. BEMA juga menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan-perusahaan yang dinilai adaptif dalam menghadapi perubahan perilaku pasar dan mampu menghadirkan strategi pemasaran kreatif, relevan, serta berdaya saing di tengah dinamika industri yang terus berkembang. “Penghargaan ini menjadi komitmen ITDC untuk terus memperkuat pengelolaan dan pengembangan kawasan pariwisata, yang tidak hanya unggul sebagai destinasi, tapi juga mampu menghadirkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, daerah, serta industri pariwisata nasional. Ke depan, ITDC akan terus mendorong berbagai inovasi dan aktivasi strategis untuk memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi pariwisata kelas dunia,” tutup Ahmad Fajar.
Read MoreThe Mandalika, 8 Mei 2026 – Ajang balap internasional GT World Challenge Asia 2026 yang berlangsung di Mandalika International Circuit pada 1–3 Mei 2026 berhasil menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan. Tercatat, 12.522 pengunjung hadir dan menyaksikan langsung deru mobil-mobil grand tourer yang berpacu di lintasan sirkuit. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 9.000 pengunjung. Tingginya minat penonton terlihat dari padatnya area grandstand hingga paddock di sepanjang akhir pekan balapan.Event ini ikut menyumbang dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Berdasar data dari sejumlah hotel di kawasan The Mandalika dan sekitarnya, tingkat okupansi selama periode 1–3 Mei 2026 mencapai rata-rata 86,6 persen, dengan beberapa hotel seperti Montana, Novotel dan Bale Secha mencatat tingkat hunian hingga 100 persen. Tingginya okupansi itu memperlihatkan kontribusi event internasional mampu mendongkrak perekonomian, kuliner, transportasi, akomodasi dan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.Selain itu, GT World Challenge Asia 2026 turut melibatkan 402 tenaga kerja lokal dari Nusa Tenggara Barat di berbagai aspek operasional. Mulai dari tenaga pendukung, marshal, race control, hingga tim medis. Sebanyak 250 masyarakat lokal juga berpartisipasi dalam opening ceremony yang mengangkat unsur budaya dan semangat sportainment khas The Mandalika. Partisipasi ekonomi masyarakat turut terlihat melalui kehadiran 17 pelaku UMKM di kawasan sirkuit yang menyediakan berbagai produk dan kuliner selama balapan berlangsung bagi pengunjung.GT World Challenge Asia 2026 mendapat dukungan dari Bank Mandiri sebagai partner pengembangan sport tourism di The Mandalika. Sementara itu, ajang Krida Agya Kartini Race hadir bekerja sama dengan Pegadaian sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi perempuan di dunia motorsport.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, memaparkan keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 adalah bukti bahwa KEK Mandalika terus berkembang sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia, yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan daerah. “Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 bukan hanya menghadirkan ajang balap internasional, tapi juga memberikan multiplier effect bagi kawasan dan masyarakat sekitar. Mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, aktivitas UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja lokal. Tingginya animo masyarakat selama event pun menunjukkan bahwa The Mandalika semakin kuat sebagai destinasi sportainment unggulan Indonesia yang mampu menghadirkan pengalaman motorsport kelas dunia. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat The Mandalika sebagai Indonesia’s Premier Sportainment Destination, ” ujar Troy.Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas sektor yang berperan besar dalam menyukseskan event tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 di The Mandalika, mulai dari peserta balap, pemerintah, aparat keamanan, media, hingga masyarakat yang hadir meramaikan event ini. Dengan sinergi yang kuat, kami optimis The Mandalika akan terus berkembang sebagai salah satu destinasi motorsport unggulan di kawasan Asia,” ujarnya.Priandhi juga mengapresiasi partisipasi berbagai tim balap, termasuk dari kategori supporting race seperti Krida Agya Kartini Race, Superstar Sportscar Series, Subaru BRZ Super Series, dan Radical Time Attack. Kehadiran berbagai kelas balapan tersebut dinilai memperkaya pengalaman motorsport di The Mandalika sekaligus menarik minat penonton dari berbagai kalangan.Keberhasilan GT World Challenge Asia 2026 turut didukung kolaborasi lintas sektor bersama aparat keamanan, regulator, pemerintah daerah, serta berbagai institusi pendukung operasional kawasan dan event internasional. Dukungan itu menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan acara berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh peserta maupun pengunjung.GT World Challenge Asia 2026 di The Mandalika kian menegaskan posisi Mandalika International Circuit sebagai salah satu venue motorsport strategis di kawasan Asia, yang mampu menghadirkan balapan grand tourer bertaraf internasional dengan standar penyelenggaraan kelas dunia. Kehadiran tim dan pembalap internasional, dukungan penonton yang tinggi, serta atmosfer balapan yang kompetitif menjadi bukti bahwa The Mandalika terus berkembang sebagai destinasi unggulan untuk penyelenggaraan event motorsport internasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di peta sport tourism dunia. Pantau terus informasi terbaru melalui:Instagram.com/themandalikagpfacebook.com/themandalikagpyoutube.com/@themandalikagptiktok.com/@themandalikagplinkedin.com/company/themandalikagp
Read MoreThe Nusa Dua, 7 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui anak usahanya, ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU), terus memperkuat implementasi pengelolaan kawasan pariwisata berkelanjutan melalui pengembangan sistem Integrated Waste Management dan utilitas terintegrasi di kawasan The Nusa Dua. Komitmen tersebut mendapat perhatian dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI pada Selasa, 5 Mei 2026, yang meninjau langsung implementasi sistem pengelolaan lingkungan dan utilitas kawasan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) di The Nusa Dua, Bali.The Nusa Dua adalah destinasi pariwisata terintegrasi pertama di Indonesia yang dikembangkan sejak 1973. The Nusa Dua telah berkembang dari proyek berbasis dukungan World Bank menjadi benchmark nasional pengembangan kawasan pariwisata berkelanjutan. Kawasan seluas 350 hektar, saat ini menaungi lebih dari 20 hotel internasional, sekitar 5.000 kamar, menyerap ±21.000 tenaga kerja, serta melayani sekitar ±3,8 juta kunjungan wisatawan setiap tahun.Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar menyampaikan bahwa pengembangan kawasan pariwisata masa depan perlu didukung oleh infrastruktur hijau dan sistem utilitas yang berkelanjutan, “The Nusa Dua merupakan bukti nyata keberhasilan pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan melalui sistem utilitas dan pengelolaan limbah yang modern, terintegrasi, dan berbasis sirkular,” ujarnya.Dalam pengelolaan kawasan, ITDC melalui ITDC NU mengembangkan berbagai utilitas strategis meliputi pengolahan air bersih melalui Seawater Reverse Osmosis (SWRO), reclaim water, pengolahan air limbah, dan distribusi Liquefied Natural Gas (LNG). Sementara itu, pengelolaan sampah terpadu, dan fasilitas komposting kawasan dikelola oleh Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua sebagai bagian dari implementasi Integrated Waste Management System.Saat ini, produksi sampah di kawasan The Nusa Dua mencapai sekitar ±32,3 ton per hari, dimana sekitar 70,5%-nya ialah sampah organik yang diolah kembali menjadi kompos. Secara keseluruhan, sekitar 95% sampah kawasan telah dikelola secara sistematis dan terintegrasi melalui pendekatan circular economy. Sampah organik diolah menjadi kompos untuk dimanfaatkan kembali pada kebutuhan landscape kawasan, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali sebagai material bernilai ekonomi.Melalui sistem tersebut, ITDC membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis sirkular yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai tambah sekaligus mendukung operasional kawasan yang lebih ramah lingkungan.Selain pengelolaan sampah, kawasan The Nusa Dua juga mengimplementasikan Integrated Lagoon & Utilities System yang berfungsi sebagai centralized utility system kawasan. Sistem ini mencakup pengolahan air limbah, pengolahan air bersih, fasilitas komposting, hingga distribusi gas terintegrasi.Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Evita Nursanty, M.Sc menilai pendekatan yang diterapkan ITDC dapat menjadi model pengembangan kawasan berkelanjutan yang relevan untuk direplikasi di berbagai destinasi nasional. “Model integrated waste management dan pengolahan air berbasis sirkular yang dikembangkan ITDC menjadi solusi strategis bagi destinasi pariwisata Indonesia, khususnya wilayah kepulauan dan wisata bahari, melalui pengelolaan sampah terintegrasi, daur ulang air limbah, serta pemanfaatan teknologi desalinasi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan air bersih jangka panjang,” ucapnya.Implementasi circular water system di kawasan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40%, dengan seluruh kebutuhan irigasi kawasan berasal dari air daur ulang hasil pengolahan air limbah. Di sisi energi, penggunaan LNG sebagai substitusi LPG turut mendukung operasional rendah karbon dengan kontribusi penurunan emisi sebesar 12%. Selain itu, sekitar 25% pasokan listrik untuk operasional utilitas ditargetkan berasal dari energi terbarukan, sehingga secara keseluruhan mampu menghasilkan reduksi emisi hingga ±984 ton CO₂ per tahun.Melalui implementasi prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, efisiensi energi, serta optimalisasi sumber daya air, ITDC terus memperkuat positioning kawasan melalui pendekatan Green Infrastructure, Smart Utilities, dan Circular System.“Kunjungan Komisi VII DPR RI ini diharapkan semakin memperkuat dukungan terhadap pengembangan model kawasan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Model pengembangan The Nusa Dua dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai destinasi nasional lainnya sebagai bagian dari upaya mendukung penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, dan penguatan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.”“The Nusa Dua menjadi model nyata kawasan pariwisata terintegrasi berbasis ESG yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan melalui sistem sirkular dan infrastruktur hijau” tutup Fajar.“
Read MoreThe Mandalika, 05 Mei 2026 – Sebanyak 563 peserta yang terdiri dari wisatawan, komunitas wellness, hingga masyarakat lokal memadati gelaran Mandalika Wellness & Cultural Festival 2026 yang berlangsung di Bazaar Mandalika, The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (3/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat aktivasi kawasan dan mendorong diversifikasi atraksi wisata berbasis wellness dan budaya.Festival ini menghadirkan serangkaian aktivitas yang mengedepankan gaya hidup sehat dan interaksi sosial antar peserta. Mulai dari sunrise yoga, mini seminar, cek kesehatan gratis, pranic healing, pembagian makanan sehat, hingga pertunjukan musik interaktif dan lomba mewarnai. Dalam pengembangan kawasan, ITDC juga menjadikan panggung Bazaar Mandalika sebagai ruang aktualisasi seni dan budaya, yang diharapkan dapat meningkatkan atraksi wisata di The Mandalika. Rangkaian program tersebut dirancang untuk memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperluas daya tarik The Mandalika bagi berbagai segmen pengunjung.General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari strategi ITDC dalam mengoptimalkan pemanfaatan kawasan, di luar penyelenggaraan event internasional, sekaligus membuka peluang pasar baru pada sektor pariwisata. “Melalui program seperti ini, kami ingin memperkenalkan ekosistem pariwisata yang lebih beragam, termasuk wellness tourism. Aktivasi kawasan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan secara berkelanjutan,” ujar Pari.Mandalika Wellness & Cultural Festival 2026 ikut memberi manfaat langsung dengan lebih dari 300 orang menerima layanan kesehatan serta program makanan sehat. Inisiatif ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pendekatan preventif di bidang kesehatan masyarakat, melalui edukasi gizi dan pola hidup sehat.Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan kondusif, serta mendapatkan respons positif dari peserta dan pengunjung. Antusiasme itu mencerminkan potensi pengembangan event berbasis wellness and culture sebagai salah satu new growth driver atau sumber pertumbuhan baru, yang mendorong pengembangan kawasan The Mandalika ke depan.ITDC akan terus mendorong penyelenggaraan event tematik untuk mengaktivasi kawasan secara konsisten, memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism and wellness, serta menciptakan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, dalam mengembangkan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang berkelanjutan.
Read More