The Mandalika, 07 Desember 2025 – Semarak malam di The Mandalika semakin terasa dengan suksesnya penyelenggaraan Korpri Fun Night Run 2025 pada hari Sabtu (6/12). Sebanyak 7.583 pelari dari berbagai daerah di Indonesia memulai garis start di Pertamina Mandalika International Circuit dan berlari sejauh 6 kilometer menuju garis finish di Kuta Beach Park. Event Korpri Fun Night Run 2025 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan sebagai bentuk ajakan meningkatkan kesehatan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta memperkuat kebersamaan melalui olahraga.Kepala Badan Kepegawaian Negara, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., M.H. menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan penyelenggaraan yang berjalan lancar. “Kami sangat bersyukur melihat tingginya partisipasi dalam Korpri Fun Night Run 2025. Ini bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi simbol soliditas, semangat sehat, dan kolaborasi ASN dari seluruh Indonesia. Kami berharap event ini dapat menjadi agenda rutin dan memberikan dampak positif bagi kebugaran ASN serta memperkuat rasa persatuan,” katanya.Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah yang juga Ketua Panitia Daerah, H. Lalu Firman Wijaya, ST., MT., menyampaikan bahwa penyelenggaraan event ini menjadi bentuk nyata dukungan NTB dalam mendorong sportstainment di daerah. “The Mandalika adalah ruang ideal untuk kegiatan berlari. Kami bangga dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan Korpri Fun Night Run 2025. Antusiasme peserta hari ini menunjukkan bahwa NTB semakin diterima sebagai destinasi untuk event olahraga nasional. Kami akan terus memperbaiki format, melibatkan komunitas, dan memastikan kegiatan ini dapat berkelanjutan,” ujar Lalu.Dari sisi pengelola kawasan, PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menyampaikan kesiapan dan juga komitmen The Mandalika untuk mendukung agenda sport tourism berskala nasional. “Kami berterima kasih atas kepercayaan pihak Korpri, Pemerintah Provinsi NTB, dan tentunya Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk menjadikan The Mandalika sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan lari berskala nasional. Korpri Fun Night Run 2025 memberikan warna baru dalam portofolio event penutup tahun yang luar biasa di The Mandalika. Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat positioning The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination,” ungkap Agus.Penyelenggaraan Korpri Fun Night Run 2025 juga melibatkan berbagai elemen lokal. Mulai dari pelaku usaha, relawan, komunitas olahraga, hingga UMKM. Event ini dipastikan mampu memberikan kontribusi positif pada ekonomi masyarakat. Antara lain pada sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga aktivitas wisata sekitar kawasan The Mandalika.Dengan suksesnya pelaksanaan Korpri Fun Night Run 2025, penyelenggara berharap event ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus bertumbuh dan menghadirkan lebih banyak peserta serta manfaat bagi daerah.
Read MoreJakarta, 5 Desember 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), bagian dari InJourney Group, menerima Sertifikasi Level 1 dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyatakan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit telah memenuhi Standar Minimum Pengamanan Fasilitas Publik sesuai Peraturan BNPT Nomor 3 Tahun 2022. Sertifikasi tersebut diserahkan di The Sultan Hotel Jakarta (1/12).Sertifikasi Level 1 diberikan setelah sirkuit menjalani proses asesmen menyeluruh yang mencakup lima komponen utama standar minimum pengamanan. Penilaian dimulai dari pengelolaan risiko tindak pidana terorisme melalui identifikasi potensi ancaman dan langkah mitigasinya, dilanjutkan dengan perencanaan pengamanan yang disusun secara terstruktur untuk seluruh area strategis sirkuit. Asesmen juga meninjau pola pengamanan dalam pencegahan tindak pidana terorisme, termasuk sistem kontrol akses dan pemantauan yang diterapkan. Selain itu, tim BNPT mengevaluasi rencana respons terhadap situasi darurat guna memastikan kesiapan sirkuit dalam menghadapi potensi ancaman keamanan selama event berlangsung. Seluruh proses tersebut kemudian dilanjut dengan evaluasi berkesinambungan untuk memastikan standar keamanan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.Terpenuhinya kelima komponen ini, Pertamina Mandalika International Circuit dinyatakan memenuhi standar kelas nasional untuk fasilitas publik yang berisiko tinggi, sehingga menjadikannya salah satu kawasan event paling siap dan aman di Indonesia.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya pengakuan teknis, tetapi juga komitmen terhadap keselamatan seluruh pengunjung dan penyelenggara acara. “Sertifikasi Level 1 dari BNPT adalah bukti bahwa Pertamina Mandalika International Circuit telah memenuhi standar pengamanan tertinggi. Ini sangat penting karena setiap tahun kami menyelenggarakan berbagai event nasional dan internasional berskala besar. Kami ingin memastikan bahwa seluruh rangkaian acara berlangsung aman, nyaman, dan memenuhi ekspektasi para promotor serta penonton dari seluruh dunia,” ujar Troy.Pertamina Mandalika International Circuit telah menjadi panggung berbagai perhelatan event balap bergengsi seperti Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP), Asia Road Racing Championship, Porsche Carrera Cup Asia, Shell Eco Marathon GT World Challenge Asia serta beragam festival dan agenda nasional lain yang menghadirkan puluhan ribu pengunjung. Sertifikasi BNPT ini memperkuat posisi Pertamina Mandalika International Circuit sebagai destinasi sportstainment yang tak hanya berkualitas secara infrastruktur, tapi juga memiliki sistem keamanan berkelas tinggi.Dengan capaian ini, ITDC berharap makin meningkatkan kepercayaan promotor internasional dan memperluas peluang The Mandalika untuk menjadi tuan rumah lebih banyak event bertaraf global.
Read MoreThe Mandalika 2 Desember 2025 – Kawasan The Mandalika kembali bersiap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sportstainment berskala nasional melalui event Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025. Ajang lari pada malam hari ini akan menghadirkan pengalaman berlari lebih dari 7.500 peserta dengan jarak 6 kilometer, melintasi rute yang memadukan area Pertamina Mandalika International Circuit dan berbagai titik ikonik di kawasan The Mandalika seperti Kuta Beach Park (KBP) yang dikenal dengan panorama pesisir dan kontur alamnya yang khas.Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan, untuk semakin mengukuhkan posisi The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination, yang bukan cuma fokus pada penyelenggaraan event motorsport kelas dunia saja, tetapi juga terbuka bagi event lari, olahraga rekreasi dan aktivitas outdoor skala besar.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa event ini merupakan peluang strategis untuk mendorong aktivitas kawasan serta meningkatkan daya tarik destinasi bagi wisatawan. “Rencana penyelenggaraan Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025 menjadi momentum penting bagi The Mandalika. Setelah berbagai event motorsport dan event lari sebelumnya mendapatkan respons positif, kami optimistis kegiatan ini akan menjadi daya tarik baru dan memperluas ragam event sport tourism yang bisa dinikmati masyarakat. ITDC siap mendukung agar penyelenggaraan berlangsung lancar, aman, dan berdampak langsung bagi masyarakat dan sektor pariwisata di Lombok,” ujarnya.Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Moh. Faozal menyebut, Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025 jadi momen strategis untuk mengenalkan NTB, melalui pendekatan kolaboratif antar instansi. “Kami melihat Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025 sebagai ruang yang mempertemukan olahraga, kolaborasi ASN, dan promosi destinasi. Ini bukan hanya event olahraga, tetapi juga kontribusi konkrit untuk memperkuat brand NTB sebagai rumah event nasional dan destinasi sport tourism yang siap menyambut peserta dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.Selain itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri yakin, berlangsungnya event ini, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami menyambut baik rencana pelaksanaan event ini dan optimis kegiatan ini akan berdampak pada peningkatan hunian hotel, layanan transportasi, dan perputaran ekonomi UMKM. Kami berharap Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025 dapat menjadi agenda tahunan, sehingga manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” jelasnya.Selain memperkuat aspek sport tourism, putra-putri daerah Lombok turut ambil peran sebagai bagian tim pelaksana event Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025. Langkah ini menjadi wujud pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, sekaligus memperluas portofolio event yang membawa dampak positif dalam hal ekonomi, sosial, dan promosi pariwisata Lombok, Nusa Tenggara barat (NTB).
Read MoreThe Mandalika 29 November 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat capaian penting dalam penerapan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan meraih empat penghargaan bergengsi pada Jumat, (28/11). Yaitu Silver Award pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 untuk Sustainability Report 2024 dan Silver Award kategori First Year Participation, Silver Award kategori Circular Economy Excellence pada Indonesia Corporate Sustainability Award (ICSA) 2025 untuk program Integrated Food Surplus di perhelatan akbar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 serta sertifikasi Zero Waste to Landfill dari Control Union Indonesia atas keberhasilan pengelolaan limbah organik dalam event internasional tersebut.Direktur Utama ITDC, Ari Respati, mengatakan pencapaian ini adalah refleksi nyata dari komitmen ITDC dalam membangun pariwisata kelas dunia yang berbasis keberlanjutan. “Penghargaan ini tak sekadar bentuk apresiasi eksternal, tetapi indikator bahwa transformasi keberlanjutan perusahaan berjalan pada arah yang benar. Pencapaian ini mencerminkan keseriusan ITDC membangun tata kelola pariwisata yang bertanggung jawab dan berdaya saing global melalui keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta perlindungan lingkungan,” ujar Ari.ASRRAT 2025 yang diselenggarakan oleh National Center for Sustainability Reporting (NCSR) jadi pengukuhan penting bagi ITDC, terutama karena tahun ini menjadi momen pertama bagi perusahaan dalam menerbitkan Sustainability Report secara mandiri. Laporan itu telah memenuhi standar internasional GRI Standards terkait pelaporan ESG dan juga menegaskan komitmen ITDC terhadap efisiensi energi, pengelolaan air, penurunan emisi, konservasi keanekaragaman hayati, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi dan kapasitas masyarakat lokal melalui pendekatan tourism for social impact.Pada waktu yang sama, melalui ajang ICSA 2025 yang diselenggarakan oleh Olahkarsa, sebuah startup B2B yang fokus pada solusi ESG, ITDC meraih Silver Award kategori Circular Economy Excellence melalui implementasi program Integrated Food Surplus pada penyelenggaraan event internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di The Mandalika. Program ini dinilai unggul karena mampu menekan limbah makanan secara signifikan sekaligus memastikan redistribusi pangan layak konsumsi secara terukur pada pihak penerima manfaat. Yakni komunitas setempat sebagai penerima food takeaway secara langsung pasca hari perhelatan serta para petani setempat sebagai penerima kompos. Kolaborasi dan upaya kolektif dengan mitra beserta komunitas setempat, mempraktikkan pendekatan circular economy yang bisa direplikasi pada penyelenggaraan event internasional lainnya.Hasil validasi teknis independen atas keberhasilan mekanisme tersebut, ITDC juga memperoleh sertifikasi Zero Waste to Landfill dari Control Union Indonesia. Sertifikasi ini menegaskan bahwa limbah makanan dari ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 berhasil dialihkan dari Tempat Pembuangan Akhir melalui pemanfaatan ulang, pengomposan, redistribusi pangan, dan sistem pengelolaan yang memastikan tidak ada residu yang berujung menjadi jadi sampah akhir.Selain penghargaan di bidang ESG, ITDC dinyatakan sebagai Indonesia Trusted Company dalam ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025 yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) bersama Majalah SWA pada Senin, (25/11). Penguatan aspek tata kelola dikukuhkan melalui capaian ITDC sebagai perusahaan kategori Trusted dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025. Pengakuan ini diberikan kepada perusahaan yang secara konsisten mempraktikkan Good Corporate Governance (GCG) dan memastikan keberlanjutan bisnis berjalan dalam kerangka tata kelola yang transparan, akuntabel, dan terukur.“Capaian ini merupakan validasi strategis atas penerapan keberlanjutan yang terukur dan berorientasi jangka panjang. Kami akan terus memperkuat roadmap keberlanjutan ITDC agar kawasan yang kami kembangkan dan kelola tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial dan ekologis yang memberikan manfaat berkelipatan dan lintas generasi. Empat pencapaian gemilang ini semakin memperkokoh ITDC di usia ke 52 tahunnya sebagai pionir pengembang dan pengelola destinasi berkelanjutan terintegrasi di Indonesia yang berbasis GCG, ESG, Circular Economy, dan Responsible Tourism,” tutup Ari.
Read MoreThe Golo Mori, 28 November 2025 – The Golo Mori menjadi tuan rumah pelaksanaan Workshop Pengenalan Isu-isu Kedisabilitasan bagi Stakeholders yang digagas oleh Yayasan Kita Juga (SANKITA) pada Kamis (27/11) di Beach Shelter, Kawasan The Golo Mori. SANKITA adalah organisasi sosial yang bergerak dalam pemberdayaan disabilitas di Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo, NTT.Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dengan menghadirkan unsur pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, wirausaha, tokoh masyarakat, dan perwakilan penyandang disabilitas, untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya pembangunan ekosistem sosial yang inklusif, adaptif, dan menghargai keberagaman di wilayah pesisir selatan Labuan Bajo.Disampaikan oleh General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, bahwa inklusivitas merupakan bagian penting dari arah pembangunan destinasi berkelanjutan yang tengah diperkuat di kawasan The Golo Mori. “Ketika setiap kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki akses dan kesempatan yang setara, maka daya saing kawasan akan tumbuh secara lebih kokoh dan bermakna,” ujarnya.Dari sisi program pemberdayaan, Direktur Yayasan Kita Juga (SANKITA) memaparkan hasil asesmen lapangan yang telah dilakukan sejak Mei 2025. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penyandang disabilitas di tiga desa dampingan yaitu Desa Golo Mori, Desa Warloka, dan Desa Pantar masih menghadapi keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, mulai dari akses layanan kesehatan, pendidikan, fasilitas pendukung, hingga ketersediaan alat bantu adaptif. Kondisi ini mempertegas urgensi peningkatan literasi dan kapasitas masyarakat terkait isu kedisabilitasan.Berangkat dari temuan tersebut, lokakarya dirancang untuk membangun pemahaman bersama mengenai konsep kedisabilitasan, perspektif masyarakat inklusif, hingga strategi menghadirkan ruang sosial yang lebih ramah dan partisipatif. Melalui sesi pemaparan materi, diskusi kelompok, dan penyusunan rencana aksi, peserta dari berbagai sektor mendalami tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas serta merumuskan langkah kolaboratif untuk menyediakan akses dan kesempatan yang lebih setara di tingkat komunitas.The Golo Mori menempatkan aspek inklusi sosial sebagai salah satu fondasi utama dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas masyarakat lokal sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan sosial yang aman, adaptif, dan dapat diakses oleh seluruh kelompok masyarakat.“Kami menyambut baik inisiatif para mitra yang terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat. Harapannya, hasil pertemuan hari ini dapat memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan sosial yang adaptif, aman, dan memberikan ruang bagi semua,” tambah Aji.Melalui penyelenggaraan dialog kolaboratif ini, The Golo Mori menegaskan komitmen untuk terus menjadi ruang pembelajaran, pemberdayaan, dan penguatan komunitas. ITDC meyakini bahwa keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan nilai ekonomi yang dihasilkan semata, tetapi juga pada kualitas hubungan sosial serta kesetaraan kesempatan bagi seluruh warga dalam menikmati manfaat pembangunan kawasan.
Read MoreThe Mandalika 26 November 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menegaskan komitmennya mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, melalui penyelenggaraan InJourney Hospitality House (IHH) bersama InJourney Airport, yang kini memasuki tahun ketiga. Ini adalah upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas hospitality masyarakat sekitar kawasan. Program yang berlangsung pada 24–26 November 2025 di VIP Deluxe, Pertamina Mandalika International Circuit, diikuti 29 peserta dari Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Para peserta IHH mendapatkan pelatihan peningkatan keterampilan layanan hospitality agar berdaya dalam mendukung operasional pariwisata di KEK MandalikaAcara pembukaan resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Sungkul, dan Vice President Operations & Services The Mandalika, I Made Pari Wijaya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Head Communication & CSR PT Angkasa Pura Indonesia, Angga Maruli, serta Koordinator Instruktur Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Tengah, Irwan Santoso, sebagai bentuk dukungan lintas pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan kualitas SDM lokal.PJ Vice President Corporate Secretary ITDC, Agung Dwipramana menyebut, penyelenggaraan program InJourney Hospitality House (IHH) merupakan wujud kontribusi nyata ITDC dalam mendukung masyarakat, sebagai bagian penting dari progres KEK Mandalika. “Kami ingin memastikan bahwa pengembangan KEK Mandalika tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, namun juga pada peningkatan kapasitas masyarakat sebagai pelaku pariwisata. Sudah tiga tahun program IHH ini berjalan, dan kami melihat dampak positifnya semakin terasa dalam kualitas layanan di kawasan,” ujarnya.Pelatihan dipandu oleh Burhanudin, fasilitator lokal asal Desa Tumpak dan Malik Abdul Aziz asal Desa Kuta. Keduanya merupakan lulusan program Training The Trainer yang diselenggarakan oleh InJourney. Berbekal kompetensi di bidang hospitality dan pemberdayaan masyarakat, Burhanudin dan Malik Abdul Aziz sebagai trainer lokal, hadir untuk membagikan ilmu dan pengalaman guna memperkuat tujuan program IHH dalam menciptakan dampak ekonomi lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar KEK Mandalika. Melalui materi dasar hospitality yang diberikan, peserta diajak memahami pentingnya sikap melayani sepenuh hati, memberikan layanan yang menyenangkan sesuai kebutuhan wisatawan, serta membangun komunikasi efektif untuk menciptakan pengalaman terbaik bagi pengunjung.Para peserta IHH punya latar belakang beragam. Mulai dari pelajar/mahasiswa, security, cleaning service, wiraswasta, hingga ibu rumah tangga. Keragaman ini menunjukkan bahwa peluang meningkatkan kualitas hidup melalui sektor pariwisata, terbuka luas bagi segenap lapisan masyarakat. “Pelaksanaan pelatihan berjalan interaktif dan penuh semangat, menegaskan komitmen ITDC dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Pada akhir pelatihan, para peserta akan memperoleh sertifikat dan mendapat reward berupa kunjungan ke Paddock dan tour di Pertamina Mandalika International Circuit. Kami berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, sehingga semakin banyak masyarakat lokal yang siap mengisi peluang kerja dan usaha di industri pariwisata yang terus berkembang,” tutup Agung.
Read MoreThe Nusa Dua, 13 November 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat langkah transformasi keberlanjutan melalui penyelenggaraan Workshop Penguatan Kapasitas Keberlanjutan dan Deklarasi Komitmen Keberlanjutan bersama para tenant dan paguyuban di The Nusa Dua, yang berlangsung pada Kamis–Jumat, 13–14 November 2025, di Wantilan, Kantor Manajemen The Nusa Dua, Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya ITDC mempersiapkan diri menuju sertifikasi Global Sustainable Tourism Council (GSTC), yaitu standar internasional yang menjadi acuan global dalam pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan.GSTC merupakan lembaga internasional yang menetapkan kerangka dan kriteria untuk memastikan penerapan praktik pariwisata ramah lingkungan, bertanggung jawab sosial, dan beretika. Lembaga ini mengembangkan dua standar utama, yaitu GSTC Destination Criteria untuk destinasi wisata dan GSTC Industry Criteria untuk hotel serta operator tur. Sertifikasi GSTC diakui secara internasional dan menjadi tolok ukur kredibilitas destinasi dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan secara menyeluruh.“Penerapan standar keberlanjutan bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan untuk menjaga daya saing destinasi. Bersama para tenant, kami berkomitmen menjadikan The Nusa Dua sebagai kawasan yang dikelola secara bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Febrina Medianai, Direktur KomersialITDC.Bagi ITDC, implementasi standar GSTC diharapkan dapat memperkuat tata kelola kawasan, meningkatkan pengakuan dan daya saing destinasi, serta mendorong para tenant menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional bisnis mereka. Melalui workshop ini, ITDC bersama para tenant memperdalam pemahaman mengenai standar GSTC, menyusun langkah implementasi menuju sertifikasi, dan merumuskan ESG Roadmap sebagai pedoman bersama dalam penerapan keberlanjutan.Kegiatan ini juga mencakup Green Leadership Workshop dan ESG Workshop yang bertujuan mendukung integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan secara konsisten dan terukur di kawasan The Nusa Dua.Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, ITDC turut meluncurkan program Recycle Seragam, yakni inisiatif pengumpulan seragam bekas karyawan untuk diolah menjadi vest ramah lingkungan. Program ini tidak hanya mendukung pengelolaan limbah tekstil secara bertanggung jawab, tetapi juga memiliki nilai simbolik karena vest yang dihasilkan berasal dari seragam yang menjadi bagian dari perjalanan dan dedikasi para karyawan ITDC.Pada kesempatan ini, ITDC dan para tenant menyampaikan Deklarasi Komitmen Keberlanjutan Kawasan The Nusa Dua, yang berlandaskan pada penerapan tata kelola yang bertanggung jawab, pemberian manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat, pelestarian budaya serta nilai-nilai lokal sebagai identitas kawasan, serta perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Komitmen ini menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan tanggung jawab bersama seluruh ekosistem di kawasan The Nusa Dua.
Read MoreThe Nusa Dua, Bali, 13 November 2025 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama KALISTA resmi memulai kolaborasi strategis melalui peresmian uji coba shuttle listrik ramah lingkungan di kawasan The Nusa Dua. Uji Coba ini dilakukan pada Kamis (13/11) dan diresmikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta S.T., M.A.B; Direktur Utama KALISTA, Albert Aulia Ilyas; General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika; serta Direktur Utama Xapiens, Muhamad Nursahid. Program uji coba ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan #BaliBebasEmisi, serta menandai seri perdana Bus Listrik (Berbincang untuk Sinergi Transportasi Listrik) yang digagas KALISTA sebagai wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Melalui inisiatif ini, ITDC dan KALISTA berupaya mendorong akselerasi penerapan transportasi berbasis listrik di Pulau Bali sekaligus memperluas adopsi kendaraan listrik komersial di sektor pariwisata berkelanjutan. Transportasi Hijau di Kawasan Pariwisata Sebagai wujud komitmen terhadap pengembangan ekosistem hijau dan pengurangan emisi di sektor pariwisata, kolaborasi ini menjadi langkah nyata ITDC dalam mewujudkan kawasan pariwisata berkelanjutan melalui optimalisasi teknologi ramah lingkungan. Selaras dengan prinsip sustainable tourism, ITDC sebelumnya telah menerapkan berbagai inisiatif keberlanjutan di kawasan The Nusa Dua, antara lain melalui pengoperasian Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk penyediaan air bersih berbasis pengolahan air laut, pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai sumber energi efisien dan rendah emisi, penggunaan kendaraan listrik untuk mobilitas kawasan, serta pemasangan panel surya sebagai sumber energi terbarukan dalam kegiatan operasional. Langkah-langkah ini menegaskan peran ITDC sebagai pengelola destinasi pariwisata kelas dunia yang terus berinovasi dalam menghadirkan kawasan yang hijau, efisien energi, dan berdaya saing global. “Inisiatif uji coba transportasi listrik ini merupakan langkah konkret ITDC dalam memperkuat komitmen The Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata berkelanjutan terintegrasi yang rendah emisi. Melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, kami tidak hanya menghadirkan kenyamanan dan efisiensi bagi wisatawan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap upaya pengurangan emisi karbon di Bali. Sejalan dengan visi Bali Net Zero Emission 2045, kami ingin menjadikan The Nusa Dua sebagai living sustainable tourism laboratory dalam pengembangan destinasi hijau di Indonesia dimana inovasi, efisiensi energi, dan kepedulian terhadap lingkungan berjalan seiring dengan pertumbuhan pariwisata yang berkualitas," ujar General Manager ITDC The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika. Melalui kolaborasi dengan KALISTA, uji coba bus listrik ini nantinya akan mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) sebagai bagian dari inisiatif untuk menciptakan kawasan pariwisata yang hijau, cerdas, dan berkelanjutan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Direktur Utama KALISTA, Albert Aulia Ilyas, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen KALISTA untuk terus mendukung terwujudnya #BaliBebasEmisi. “Melalui inisiatif ini, KALISTA mendorong pemanfaatan teknologi sebagai fondasi dalam menciptakan sistem transportasi yang efisien dan berkelanjutan. Bus Listrik ini nantinya akan terintegrasi oleh Internet of Things yang memungkinkan pengawasan operasional di kawasan The Nusa Dua dilakukan secara real-time, termasuk pemantauan lokasi kendaraan, efisiensi energi dan biaya operasional, perilaku pengemudi serta pola berkendara termasuk pemantauan harsh braking untuk analisis peningkatan efisiensi," tuturnya.Langkah Bersama Menuju Mobilitas Rendah Emisi di Bali Adapun unit yang digunakan, Higer dengan panjang 7,5 meter, memiliki kapasitas baterai 134 kWh dengan jarak tempuh sekitar 180 km pada pemakaian 80% serta 3 unit motor listrik ALVA dengan tipe One XP, N3, dan Cervo X. Sebelumnya, unit bus listrik ini telah digunakan untuk uji coba bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Operator Trans Metro Dewata. Uji coba bersama Pemerintah Provinsi Bali yang berlangsung selama dua bulan menunjukkan hasil positif dengan total jarak tempuh lebih dari 7.500 km dan efisiensi energi mencapai 2 km/kWh, yang berarti setiap 1 kWh mampu menempuh jarak hingga 2 km. Hasil ini mencatat penghematan biaya energi sebesar 31% dan pengurangan emisi hingga 1.830 kg CO₂ atau 30% dibandingkan dengan bus konvensional. Sebagai bagian dari evaluasi, survei kepuasan pelanggan juga dilakukan oleh KALISTA dan Pemprov Bali. Pada tahap uji coba ini, survei mencatat nilai rata-rata 4.01 dari 5.00, dengan rincian: aspek moda transportasi yang ramah lingkungan dan menciptakan dampak sosial positif meraih nilai tertinggi dengan nilai 4.47/5.00. Aspek kualitas kenyaman mencatat nilai 4.23/5.00, meliputi keamanan berkendara serta profesionalitas petugas. Sementara itu, aspek fasilitas pendukung mencatat skor 3.59/5.00, mencakup penempatan halte yang strategis dan ketersediaan fasilitas penunjang yang memadai. Selain itu, hasil survei menunjukkan indeks loyalitas penumpang EV TMD x KALISTA mencapai 90%, yang menandakan sebagian besar penumpang bersedia merekomendasikan penggunaan layanan bus listrik di kemudian hari. Pasca uji coba tersebut, Pemerintah Provinsi Bali saat ini masih dalam tahap evaluasi untuk menentukan arah implementasi selanjutnya. Sambil menunggu hasil evaluasi tersebut, unit bus listrik yang sebelumnya digunakan di Trans Metro Dewata kini dimanfaatkan ITDC sebagai proof of concept untuk penerapan mobilitas rendah emisi di kawasan pariwisata. Uji coba di kawasan The Nusa Dua ini akan menguji rute, ritase, dan pola operasional yang berbeda tetapi tetap dengan tujuan yang sama yakni mendukung tercapainya visi #BaliBebasEmisi dan mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik di Bali. Uji Coba direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, waktu operasional bus listrik dimulai dari pukul 09:00 WITA hingga 22:00 WITA dengan rute yang menghubungkan tenant di kawasan The Nusa Dua menuju destinasi populer seperti Bali Collection, Museum Pasifika, Devdan Show, dan Pulau Peninsula. Informasi lebih lanjut mengenai rute dan jadwal keberangkatan dapat diakses melalui media sosial @kalistaev dan @thenusadua_bali.
Read MoreJakarta, 12 November 2025 – Selama lebih dari setengah abad, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berperan aktif dalam pembangunan pariwisata nasional melalui pengelolaan destinasi kelas dunia. Memasuki usia ke-52 tahun ini, ITDC meneguhkan kembali semangat inovasi dan pengabdian bagi bangsa dengan mengusung tema ‘Innovation for the Nation’, sebagai wujud syukur atas perjalanan panjang dan kontribusi terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan, ITDC menggelar kegiatan sosial bertajuk “ITDC Berbagi Kasih” secara serentak di tiga kawasan kelolaannya. Yakni The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Lombok Tengah, dan The Golo Mori di Manggarai Barat.Direktur Utama ITDC, Ari Respati, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-52 ini menjadi momentum penting bagi ITDC untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa. ‘Innovation for the Nation’ bagi kami bukan hanya slogan, melainkan semangat untuk terus menciptakan nilai tambah bagi negeri. Inovasi tidak selalu berbicara tentang teknologi atau infrastruktur, namun juga tentang bagaimana perusahaan mampu menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat di sekitar kawasan pariwisata yang kami kelola,” ujar Ari Respati.Di kawasan The Nusa Dua, ITDC menyalurkan santunan kepada 36 anak dari Panti Asuhan Tat Twam Asi yang berlokasi di Jl. Jaya Giri IX No.6, Dangin Puri Klod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Bantuan diserahkan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp10.800.000 untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan keseharian anak-anak panti.Di kawasan The Mandalika, kegiatan sosial dilaksanakan melalui santunan kepada 24 anak yatim piatu dan sumbangan bagi satu pondok pesantren, yaitu Ponpes Al-Mujtahidin NW Batu Gulung, di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Total santunan yang diberikan sebesar Rp11.000.000, terdiri dari bantuan bagi anak yatim piatu sebesar Rp7.200.000 dan sumbangan untuk pondok pesantren sebesar Rp3.800.000.Sementara di kawasan The Golo Mori, ITDC melaksanakan kegiatan “ITDC Berbagi Kasih: Kunjungan Kemanusiaan bagi Mereka yang Membutuhkan Bantuan Khusus” di Panti Rehabilitasi Kusta dan Cacat St. Damian yang berlokasi di Pantai Binongko, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bantuan diberikan kepada 24 penerima manfaat yang terdiri dari bayi, balita, anak sekolah, remaja, dewasa, dan para suster pengasuh dengan berbagai keterbatasan fisik maupun mental. Santunan diserahkan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp2.000.000, serta berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula pasir, teh, ikan kaleng, biskuit, dan snack anak-anak.“Melalui kegiatan sosial ini, ITDC berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar kawasan, memperkuat nilai kepedulian, serta menjadikan inovasi sebagai jalan menuju perubahan yang berkelanjutan. Semangat berbagi ini menjadi refleksi nyata dari perjalanan panjang ITDC selama lebih dari lima dekade sebagai pelopor pengembangan kawasan pariwisata di Indonesia, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan sosial yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Ari.
Read MoreThe Nusa Dua, November 09, 2025 – Two five-star hotels operating within The Nusa Dua tourism area, The Westin Resort Nusa Dua, Bali and The St. Regis Bali Resort, have once again achieved international recognition by receiving prestigious awards from leading global travel media and institutions.The Westin Resort Nusa Dua, Bali has been named “Best Family Hotel in Indonesia” at the Little Steps Annual Travel Awards 2025/2026, an accolade honoring the most family-friendly destinations across Asia. The recognition highlights the resort’s excellence in family-oriented facilities, including its spacious Family Suites, Westin Family Kids Club, four themed swimming pools, Westin Kids Spa, and holistic wellness programs that combine relaxation and togetherness for all ages.Meanwhile, The St. Regis Bali Resort received the “Pristine Beachfront Haven in Bali” award from Robb Report’s Best of the Best 2026, in recognition of its timeless luxury, boundless elegance, and unwavering dedication to providing each guest with a personalized and exclusive stay experience.General Manager of The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, expressed his appreciation for the achievements of both tenants. “These awards reaffirm The Nusa Dua’s position as a premier destination capable of delivering world-class tourism experiences. We are proud of our tenants’ dedication to maintaining high standards of service, sustainability, and innovation, which directly contribute to strengthening the reputation of Bali and Indonesia as premium global destinations,” said Agus.General Manager of The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Sander Looijen, added, “This award is a reflection of our commitment to creating enriching and memorable experiences for every family, aligned with The Westin’s ‘Let’s Rise’ philosophy. We believe that family vacations are not just about relaxation, but about creating meaningful moments of togetherness. This recognition motivates us to continuously innovate in offering services, facilities, and programs that balance well-being and happiness for our guests.”As the operator of The Nusa Dua area, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) remains committed to supporting all its tenants in delivering sustainable and value-added tourism experiences. With integrated infrastructure, world-class security standards, and a lushly landscaped environment, The Nusa Dua continues to strengthen its position as “Bali’s Finest Family-Friendly Resort Haven”, a top choice for both domestic and international travelers.
Read More