PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). As part of PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) or InJourney, in accordance with Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 72 of 2021 and Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 104 of 2021. InJourney is present as a holding ecosystem of State-Owned Enterprises in the aviation and tourism sectors in Indonesia, committed to bringing Indonesia's hospitality and cultural diversity to the world, encouraging the revival of the tourism sector, and orchestrating collaboration and integration in the tourism industry. InJourney Tourism Development Corporation is a company that focuses on the development and management of integrated tourism areas in Indonesia, for 50 years has successfully managed The Nusa Dua "Bali's Finest Family-Friendly Resort Haven", a famous tourism area in the south of the island of Bali. The area has become a popular vacation destination thanks to the presence of many luxury hotels within the area. The development of The Nusa Dua began in 1974 as the World Bank's first tourism project for Indonesia, and has now become a benchmark for future destinations. The Nusa Dua area is equipped with international-standard infrastructure, accommodation, and meeting facilities, making the area host to various official international events such as APEC 2013, Bali Democratic Forum, Miss World 2013, and IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 and G20 Presidency in 2022. In addition to The Nusa Dua, InJourney Tourism Development Corporation is also entrusted with the development of The Mandalika area in Central Lombok, West Nusa Tenggara (NTB), which has an area of 1,175 hectares. The Mandalika "The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination" has been a Special Economic Zone (SEZ) since 2017 and has attracted an investment of USD 1.3 billion. Currently, The Mandalika is being created as a world-class tourism destination with various international facilities and attractions, including Pertamina Mandalika International Circuit, which hosts world motorcycle racing events such as WSBK, MotoGP and Asian Road Racing Championship (ARRC). Not only that, InJourney Tourism Development Corporation also received the third assignment from the Government to develop The Golo Mori "Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination" area in West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara (NTT). Within this area is a world-class convention center, the Golo Mori Convention Center (GMCC), which offers stunning views overlooking Rinca Island. With international-standard Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE) facilities, GMCC has become the venue for the 2023 ASEAN Summit. In addition, GMCC is also equipped with a Beach Club and Pier, making The Golo Mori a new tourism icon in the Labuan Bajo area and is being prepared to become a new Tourism Special Economic Zone in Indonesia. Company Profile ITDC: Download here
To conduct business in the tourism sector, as well as optimize the utilization of the Company's resources to produce high-quality and highly competitive goods and or services to gain/pursue profits to improve Company value by applying the principles of a Limited Liability Company, the Company carries out main business activities and other business activities.
Currently ITDC is in the process of financing program with the Asian Infrastructure Investment Bank ("AIIB") to develop a basic infrastructure facilities in the Mandalika tourism area on the island of Lombok ("Project"). The project covering an area of 1,250 Ha aims to create new job opportunities, improve the economy of the community, increase the country's foreign exchange, protect and preserve local culture, nature and the environment.Although this Project is focused on The Mandalika, it is expected that the impact of its development will also provide benefits in the wider region, support sustainable development, reduce poverty in Central Lombok Regency in particular and West Nusa Tenggara Province in general, and contribute to the Indonesian tourism competitiveness as a whole.
Grow your business with Indonesia Tourism Development Cooperation projects in developing new tourism area in Indonesia with high standarts.
e-Procurement for the means of procurement of goods / services, inter-unit procurement information, in accordance with the Guidelines for procurement of goods / services applicable at PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) which is done online application facilities.
ITDC's vision is to become a world class tourism destination developer that is offering world class tourism infrastructure, facilities, and attractions.
In conforming the information needs for people, ITDC provides wide access to search for information on our activities in Indonesia.
The Golo Mori, 3 Agustus 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memulai tahap pelatihan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Glorious Golo Mori: Integration of Hospitality Talent and Local MSMEs into the Tourism Value Chain, sebagai upaya menyiapkan masyarakat Desa Golo Mori agar mampu menjadi bagian dari rantai nilai industri pariwisata yang terus berkembang di kawasan tersebut.Sebanyak 25 peserta, yang terdiri atas 15 talenta dalam Hospitality Talent Journey dan 10 pelaku UMKM dalam Golo Mori Local Business Journey, mengikuti pelatihan yang berlangsung pada 1–3 Agustus 2026 di Balai Desa Golo Mori. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi masyarakat lokal, supaya tidak sekadar menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama yang memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan destinasi wisata.Seiring berkembangnya aktivitas pariwisata di kawasan The Golo Mori, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing UMKM menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem destinasi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui Program Glorious Golo Mori, ITDC menghadirkan pelatihan yang menghubungkan peningkatan kapasitas masyarakat dengan kebutuhan industri pariwisata, sehingga peluang ekonomi yang tercipta dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekitar.Peserta Hospitality Talent Journey mendapatkan pembekalan mengenai basic hospitality, service mindset, basic English, guiding and storytelling, hingga simulasi pelayanan wisata untuk membangun kompetensi dasar di bidang layanan pariwisata. Sementara itu, peserta Golo Mori Local Business Journey memperoleh pelatihan mengenai branding, pengembangan kemasan produk, sertifikasi produk, serta pemasaran digital agar bisa meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar UMKM lokal.Program yang dilaksanakan bersama Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) adalah kelanjutan dari kegiatan sosialisasi dan pre-test yang telah dilaksanakan pada Juni 2026.Pelatihan menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang dirancang untuk menghasilkan sumber daya manusia dan pelaku usaha lokal yang semakin siap mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Golo Mori.General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, menyebut, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya diukur dari pembangunan kawasan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat di sekitarnya mampu mengambil peran dan memperoleh manfaat dari perkembangan destinasi tersebut."Keberhasilan pengembangan destinasi akan semakin bermakna apabila masyarakat di sekitarnya memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang bersama. Melalui Program TJSL Glorious Golo Mori, ITDC berupaya membekali masyarakat dengan kompetensi yang relevan sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam rantai nilai pariwisata, menciptakan peluang ekonomi baru, serta mendukung terwujudnya destinasi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Wahyuaji.Kepala Desa Golo Mori, Samaila, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara ITDC dan Yayasan Insan Bumi Mandiri dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi warga desa."Kami mengapresiasi komitmen ITDC melalui Program Glorious Golo Mori yang memberikan ruang bagi pemuda dan pelaku UMKM untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan daya saing di sektor pariwisata. Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan program dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung kemajuan Desa Golo Mori sebagai destinasi wisata yang berkembang," tutur Samaila.Setelah menyelesaikan tahap pelatihan, seluruh peserta akan mengikuti rangkaian pendampingan, praktik lapangan, hingga showcase sebagai implementasi hasil pembelajaran.Melalui proses tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan kompetensi yang diperoleh dalam aktivitas usaha maupun pelayanan wisata, sehingga kehadiran pariwisata di Golo Mori semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal sekaligus memperkuat pembangunan destinasi yang inklusif dan berkelanjutan.
The Golo Mori, 1 Agustus 2026 - Suasana Golo Mori Convention Center (GMCC) pada Sabtu (1/8) sore, dipenuhi semangat pelestarian budaya lokal melalui pertunjukan Gemilang Seni, sebuah pagelaran seni budaya yang digagas mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026.PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui The Golo Mori, mendukung penyelenggaraan Gemilang Seni sebagai salah satu upaya mendorong pelestarian seni budaya sekaligus memperkuat kolaborasi ITDC dengan masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan Teno Amphitheater sebagai lokasi kegiatan beserta berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang kelancaran penyelenggaraan acara.Diselenggarakan dengan latar panorama matahari terbenam khas Golo Mori, Gemilang Seni menghadirkan beragam pertunjukan budaya yang memukau, mulai dari Tari Kentau, Tari Sirih Pinang, Tari Songke Manggarai, Tari Rangkuk Alu, pembacaan puisi, pidato, hingga pertunjukan teater. Seluruh penampilan dibawakan oleh 27 warga kolaborasi Desa Golo Mori dan Desa Warloka Pesisir dari berbagai kelompok usia, mencerminkan semangat kebersamaan lintas generasi dalam menjaga warisan budaya daerah.Sebanyak 150 penonton dari masyarakat, wisatawan, perwakilan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan, pemerintah desa, serta para pemangku kepentingan tampak antusias menyaksikan setiap penampilan yang disuguhkan sepanjang acara.General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, mengatakan, The Golo Mori tidak sekadar dikembangkan sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang mendorong pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat."The Golo Mori kami kembangkan bukan hanya sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat. Melalui Gemilang Seni, kami ingin memberikan panggung bagi budaya lokal agar tetap hidup, dikenal lebih luas, dan menjadi bagian dari pengalaman yang dirasakan setiap pengunjung. Kami percaya, destinasi yang berkelanjutan adalah destinasi yang tumbuh bersama masyarakat dan budayanya,” ujar Aji.Ketua Program Gemilang Seni, Kania Azaliaputri Tofani, mengapresiasi kolaborasi bersama ITDC melalui The Golo Mori dalam penyelenggaraan Gemilang Seni. "Kami sangat bersyukur atas dukungan dari ITDC melalui The Golo Mori sehingga Gemilang Seni dapat terlaksana dengan baik. Semoga kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk terus melestarikan budaya lokal sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat luas dan para pengunjung," tutur Kania.Gemilang Seni merupakan salah satu program KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 di Kecamatan Komodo yang mengangkat seni dan budaya sebagai media pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan masyarakat lokal, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikannya.Sebagai fasilitas MICE utama di kawasan The Golo Mori, Golo Mori Convention Center (GMCC) terus mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi kawasan dan masyarakat, mulai dari konferensi, forum bisnis, kegiatan komunitas, hingga pertunjukan seni dan budaya.Melalui kolaborasi bersama masyarakat, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, ITDC melalui The Golo Mori berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang kolaborasi yang mendukung pelestarian budaya, memperkuat peran masyarakat lokal dalam pengembangan destinasi, serta memperkaya pengalaman pengunjung di kawasan The Golo Mori.
Jakarta, 31 Juli 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui penandatanganan kerja sama pembelian 8.000 tiket kategori Premium Grand Stand zona B, C, J dan K di Pertamina Mandalika International Circuit.Kolaborasi ini menjadi bentuk dukungan nyata kedua belah pihak terhadap perkembangan olahraga otomotif nasional sekaligus mengajak masyarakat memberikan dukungan langsung kepada Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang akan membawa nama Indonesia pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.Melalui kemitraan strategis ini, kedua pihak berkomitmen menjadikan Pertamina Grand Prix of Indonesia sebagai platform pengembangan olahraga otomotif nasional yang memberikan manfaat berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas pembinaan dan penguatan branding pembalap Indonesia di panggung internasional, pengembangan destinasi sport tourism dan peningkatan kunjungan wisata, peningkatan pendapatan daerah melalui multiplier effect penyelenggaraan MotoGP, hingga peningkatan jumlah penonton sebagai fondasi keberlanjutan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia serta penguatan posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang motorsport kelas dunia.Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto, mengatakan, kerja sama ini merupakan komitmen IMI untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung penyelenggaraan MotoGP Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem olahraga otomotif nasional melalui penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.“MotoGP Indonesia bukan hanya menghadirkan balapan kelas dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi putra-putra terbaik bangsa untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan publik sendiri. Kami berharap ajang ini mampu mendorong lahirnya pembalap-pembalap muda Indonesia, meningkatkan eksposur dan branding pembalap nasional, serta memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki talenta yang mampu bersaing di level internasional," ungkap Moreno.Kerja sama menjadi bagian dari upaya memperkuat kampanye Semangat Indonesia Mendunia, serta merupakan langkah strategis ITDC dan IMI dalam memperkuat ekosistem olahraga otomotif nasional melalui penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Penandatanganan pembelian 8.000 tiket bukan sekadar bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan MotoGP Indonesia, tetapi juga menjadi komitmen bersama untuk memperluas partisipasi masyarakat, memperkuat branding pembalap Indonesia, serta menjadikan MotoGP sebagai penggerak sport tourism dan pertumbuhan ekonomi nasional.Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, menjelaskan, kolaborasi bersama IMI merupakan langkah strategis untuk membangun antusiasme masyarakat sekaligus memperkuat penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia sebagai salah satu agenda sport tourism unggulan nasional."Sinergi bersama IMI menunjukkan bahwa kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak. Kehadiran Mario Aji dan Veda Ega sebagai Indonesian Heroes menjadi momentum yang sangat penting untuk membangun kebanggaan nasional sekaligus menginspirasi lahirnya generasi pembalap Indonesia berikutnya. Kami berharap semakin banyak masyarakat hadir langsung di Mandalika untuk memberikan dukungan kepada para pembalap Indonesia serta nantinya dapat memberikan multiplier effect yang semakin besar bagi perekonomian daerah," kata Troy.ITDC dan IMI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi bagian dari perhelatan MotoGP tahun ini dengan hadir langsung di Pertamina Mandalika International Circuit serta memberikan dukungan kepada para pembalap Indonesia. Penjualan Presale 1 masih menawarkan harga spesial sebelum memasuki fase penjualan berikutnya.Saat ini, penjualan tiket Presale 1 masih berlangsung dengan penawaran harga spesial berupa potongan hingga 30 persen untuk kategori Grandstand dan hingga 20 persen untuk kategori VIP Hospitality. Masyarakat dapat memanfaatkan periode ini untuk memperoleh tiket dengan harga terbaik sebelum memasuki fase penjualan berikutnya.Adapun harga tiket selama periode Presale 1 adalah sebagai berikut:Regular Grandstand (Zona E, G, H, I): Rp280.000 (harga normal Rp400.000)Premium Grandstand Zona A: Rp1.225.000 (harga normal Rp1.750.000)Premium Grandstand Zona B, C, J, K: Rp630.000 (harga normal Rp900.000)VIP Hospitality – Deluxe Class: Rp12.000.000VIP Hospitality – Luxury Tent T1: Rp6.200.000Selain melakukan pembelian tiket, masyarakat juga dapat mengunjungi Giant Helmet untuk memperoleh informasi lengkap mengenai kategori tiket, jadwal penyelenggaraan, serta berbagai informasi seputar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kehadiran Giant Helmet di Sarinah diharapkan menjadi salah satu ikon promosi yang menghadirkan atmosfer MotoGP di ruang publik sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat menjelang race week.Giant Helmet Ticket Booth di Sarinah melayani pembelian tiket dan penyampaian informasi setiap hari, Senin–Kamis pukul 11.00–19.00 WIB, Jumat pukul 12.30–20.30 WIB, Sabtu pukul 12.00–20.00 WIB, dan Minggu pukul 08.00–20.30 WIB.Informasi lengkap mengenai kategori tiket, syarat dan ketentuan, serta pembelian tiket juga dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina Grand Prix of Indonesia - www.themandalikagp.com atau GOERS.
The Nusa Dua, 30 Juli 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), melalui Program Community Development The Nusa Dua menjalin kolaborasi strategis dengan Yayasan Owl Tower Bali untuk mengembangkan pertanian organik berbasis konservasi lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati (biodiversity) di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.Kolaborasi yang diwujudkan melalui pemanfaatan burung hantu Tyto Alba sebagai predator alami pengendali hama tikus ini, bertujuan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.Sebagai bagian dari program tersebut, ITDC menyalurkan bantuan berupa 10 unit Rumah Burung Hantu (RUBUHA), 1 unit kandang adaptasi berukuran 3 x 2 meter, serta paket pakan awal selama 14 hari yang terdiri atas jangkrik dan 84 ekor tikus. Sementara itu, Yayasan Owl Tower Bali yang dipimpin oleh dr. I Wayan Wirawan, S.Ked., M.M. menyerahkan sepasang burung hantu jenis Tyto Alba yang akan dibudidayakan sebagai predator alami untuk mengendalikan populasi hama tikus di area persawahan. Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan solusi berbasis alam (nature-based solution) dalam mendukung praktik pertanian organik yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan, kolaborasi ini merupakan implementasi nyata komitmen ITDC dalam menciptakan creating shared value, di mana keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pengembangan kawasan pariwisata, tetapi juga dari kontribusi nyata yang mampu diberikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar."Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui pengelolaan destinasi pariwisata, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap sektor pertanian, yang menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membantu petani mengendalikan hama secara alami, mendukung pelestarian biodiversity, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus menciptakan nilai bersama yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan daerah," ujar Agus.Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini juga mencerminkan komitmen ITDC untuk terus memperluas dampak positif perusahaan melalui berbagai program Community Development yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, konservasi ekosistem daratan, dan penguatan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.Pendiri Yayasan Owl Tower Bali, dr. I Wayan Wirawan, S.Ked., M.M., menjelaskan, burung hantu Tyto Alba merupakan salah satu predator alami paling efektif dalam mengendalikan populasi tikus sawah. Seekor burung hantu dewasa mampu memangsa beberapa ekor tikus setiap malam sehingga menjadi solusi pengendalian hama yang efektif tanpa merusak keseimbangan ekosistem maupun mencemari lingkungan akibat penggunaan bahan kimia."Pemanfaatan burung hantu sebagai pengendali hayati telah terbukti mampu membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap racun tikus. Selain lebih ramah lingkungan, metode ini juga mendukung terciptanya ekosistem pertanian yang lebih sehat, menjaga keseimbangan rantai makanan, serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati," jelas dr. I Wayan Wirawan.Apresiasi turut disampaikan Ketua Kelompok Tani Desa Kedisan, I Putu Yoga Wibawa, yang mengucapkan terima kasih atas dukungan ITDC dan Yayasan Owl Tower Bali kepada para petani di Desa Kedisan. Menurutnya, bantuan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) beserta burung hantu Tyto alba menjadi solusi yang sangat dibutuhkan karena sejalan dengan upaya pengembangan pertanian organik yang lebih sehat, produktif, dan ramah lingkungan tanpa bergantung pada penggunaan bahan kimia untuk pengendalian hama."Program ini diyakini akan memberikan manfaat nyata dalam mengurangi serangan hama tikus, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem persawahan. Fasilitas yang telah diberikan akan dirawat dan dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh anggota kelompok tani. Besar harapan, inisiatif ini juga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih berwawasan lingkungan dan mendukung pelestarian alam," ungkap I Putu Yoga Wibawa.=Penggunaan burung hantu sebagai agen pengendali hayati telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan dibandingkan penggunaan racun tikus. Selain efektif mengendalikan populasi hama, metode ini turut menjaga keseimbangan ekosistem, mempertahankan kesuburan tanah, melindungi organisme non-target di lingkungan persawahan, serta mendukung produksi pangan yang lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.Inisiatif ini merupakan wujud komitmen ITDC dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Sebagai pengembang dan pengelola destinasi pariwisata, ITDC meyakini bahwa keberlanjutan pariwisata berjalan seiring dengan keberlanjutan sektor pertanian dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, melalui Program Community Development, ITDC terus membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama Yayasan Owl Tower Bali, untuk mengembangkan pertanian organik berbasis konservasi lingkungan, melestarikan keanekaragaman hayati (biodiversity), meningkatkan produktivitas pertanian yang ramah lingkungan, serta menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di bidang lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya.“Sejalan dengan visi perusahaan dalam mengembangkan destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, ITDC akan terus memperluas kemitraan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi masa depan pariwisata Indonesia,” tutup Agus.
Jakarta, 29 Juli 2026 – Masyarakat kini semakin mudah mendapatkan tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Untuk mendekatkan pengalaman MotoGP kepada publik, Giant Helmet Ticket Booth resmi hadir di Sarinah, Jakarta, sebagai titik penjualan tiket secara langsung yang akan beroperasi hingga 16 Agustus 2026.Mengusung konsep instalasi berbentuk helm balap raksasa, Giant Helmet tidak hanya menjadi lokasi pembelian tiket, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi bagi masyarakat untuk memperoleh informasi seputar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.Pengunjung Giant Helmet dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai kategori tiket, memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, hingga melakukan pembelian tiket secara langsung dengan pendampingan dari petugas yang siap membantu. Kehadiran booth ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam merencanakan pengalaman menyaksikan aksi para pebalap terbaik dunia di Pertamina Mandalika International Circuit.Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, mengatakan, kehadiran Giant Helmet di Sarinah merupakan bagian dari upaya menghadirkan Pertamina Grand Prix of Indonesia lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan kemudahan dalam memperoleh tiket."Kehadiran Giant Helmet di Sarinah merupakan upaya kami menghadirkan Pertamina Grand Prix of Indonesia lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin perjalanan menuju race week dimulai sejak sekarang, melalui berbagai titik interaksi yang memudahkan publik mendapatkan informasi sekaligus membeli tiket. Dengan masih berlangsungnya Presale 1, ini menjadi momentum terbaik bagi para penggemar untuk merencanakan pengalaman menyaksikan langsung salah satu ajang olahraga terbesar di Indonesia," ujar Troy.Menurut Troy, keberadaan Giant Helmet juga menjadi bagian dari strategi membangun antusiasme masyarakat menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus memperluas jangkauan promosi melalui ruang publik yang mudah diakses. Aktivasi ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih dekat bagi masyarakat sekaligus memperkuat gaung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia sebagai salah satu agenda sport tourism unggulan nasional.Penjualan tiket Presale 1 masih berlangsung dengan penawaran harga spesial berupa potongan hingga 30 persen untuk kategori Grandstand dan hingga 20 persen untuk kategori VIP Hospitality. Masyarakat dapat memanfaatkan periode ini untuk memperoleh tiket dengan harga terbaik sebelum memasuki fase penjualan berikutnya.Adapun harga tiket selama periode Presale 1 adalah sebagai berikut:Regular Grandstand (Zona E, G, H, I): Rp280.000 (harga normal Rp400.000)Premium Grandstand Zona A: Rp1.225.000 (harga normal Rp1.750.000)Premium Grandstand Zona B, C, J, K: Rp630.000 (harga normal Rp900.000)VIP Hospitality – Deluxe Class: Rp12.000.000VIP Hospitality – Luxury Tent T1: Rp6.200.000Selain melakukan pembelian tiket, masyarakat juga dapat mengunjungi Giant Helmet untuk memperoleh informasi lengkap mengenai kategori tiket, jadwal penyelenggaraan, serta berbagai informasi seputar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kehadiran Giant Helmet di Sarinah diharapkan menjadi salah satu ikon promosi yang menghadirkan atmosfer MotoGP di ruang publik sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat menjelang race week.Giant Helmet Ticket Booth di Sarinah melayani pembelian tiket dan penyampaian informasi setiap hari, Senin-Kamis pukul 11.00–19.00 WIB, Jumat pukul 12.30-20.30 WIB, Sabtu pukul 12.00-20.00 WIB, dan Minggu pukul 08.00-20.30 WIB.Informasi lengkap mengenai kategori tiket, syarat dan ketentuan, serta pembelian tiket juga dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina Grand Prix of Indonesia - www.themandalikagp.com atau GOERS.
The Nusa Dua, 28 Juli 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), terus memperkuat daya saing kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia melalui penyelenggaraan berbagai agenda olahraga, budaya, MICE, hiburan, dan gaya hidup yang berlangsung sepanjang tahun 2026. Sebagai kawasan pariwisata terintegrasi berstandar internasional, The Nusa Dua secara konsisten menghadirkan beragam aktivitas sebagai bagian dari strategi destination activation untuk menciptakan destinasi yang hidup (living destination), memperkaya pengalaman wisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi pelaku usaha dan masyarakat.Memasuki bulan Agustus 2026, The Nusa Dua kembali menghadirkan sejumlah agenda unggulan yang dapat dinikmati wisatawan maupun masyarakat. Mulai 1 Agustus 2026, ITDC menghadirkan Cipta Rwa Loka, pertunjukan seni budaya Bali yang akan digelar secara rutin setiap hari Sabtu pukul 19.00–20.00 WITA di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua. Dengan harga tiket Rp250.000 per orang, pertunjukan ini menawarkan kekayaan seni pertunjukan Bali dalam kemasan yang autentik dan modern, sekaligus memperkaya pilihan aktivitas malam di kawasan. Selanjutnya, BRI Nusa Dua Eco Culture Market pada 8–9 Agustus 2026 akan menghadirkan perpaduan produk kreatif, budaya lokal, kuliner, serta gaya hidup berkelanjutan di Peninsula Island. Rangkaian agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan Amman Men's World Tennis Championship (UTR) pada 17–23 Agustus 2026 di Bali Beach Country Club, yang akan mempertemukan atlet tenis dari berbagai negara, serta Amman Men's World Tennis Championship (M15) pada 31 Agustus hingga 6 September 2026, yang semakin mempertegas posisi The Nusa Dua sebagai salah satu destinasi penyelenggara ajang olahraga bertaraf internasional.Rangkaian agenda tersebut melanjutkan keberhasilan penyelenggaraan Bank BPD Bali Culture Run 2026 yang digelar di Peninsula Island pada Minggu (26/7). Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, ajang lari yang diikuti sekitar 4.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara ini sukses menghadirkan pengalaman yang memadukan olahraga, budaya, hiburan, dan keberlanjutan. Diselenggarakan oleh PT Vinda Creative Event bersama PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) sebagai mitra utama, Bank BPD Bali Culture Run 2026 mengusung tema "Menjejak Bumi, Lestari Harmoni", yang mengajak peserta menikmati kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep pariwisata yang harmonis antara manusia, alam, dan budaya.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan bahwa penyelenggaraan event secara konsisten merupakan bagian dari strategi ITDC dalam meningkatkan kualitas destinasi melalui penciptaan aktivitas yang mampu menarik kunjungan wisatawan, memperpanjang length of stay, meningkatkan belanja wisatawan, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di dalam kawasan maupun masyarakat sekitar."ITDC terus berkomitmen menghadirkan The Nusa Dua sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan akomodasi dan fasilitas kelas dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi berbagai event berkualitas yang mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap. Keberhasilan Bank BPD Bali Culture Run menunjukkan bagaimana olahraga dapat dipadukan dengan budaya, hiburan, serta prinsip keberlanjutan untuk menciptakan nilai tambah bagi destinasi sekaligus memperkuat citra The Nusa Dua sebagai destinasi yang dinamis dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional," ujar Agus Dwiatmika.Menurutnya, keberhasilan Bank BPD Bali Culture Run 2026 menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event berkualitas mampu memberikan multiplier effect bagi sektor pariwisata, mulai dari meningkatnya okupansi hotel, aktivitas restoran dan tenant komersial, penggunaan jasa transportasi, hingga terbukanya peluang usaha bagi UMKM lokal. Oleh karena itu, ITDC terus memperkuat implementasi event calendar sepanjang tahun sebagai strategi untuk mengoptimalkan potensi kawasan dan memperkokoh positioning The Nusa Dua sebagai Bali's Finest Family-Friendly Resort Haven. ITDC optimistis penyelenggaraan berbagai event olahraga, budaya, MICE, hiburan, dan gaya hidup akan semakin meningkatkan daya saing pariwisata Bali sekaligus mendukung pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
With more than 40 years of business experience ITDC is strongly committed to maintain the values of integrity through optimizing the application of the Good Corporate Governance (GCG) principles.
With more than 40 years of business experience ITDC is strongly committed to maintain the values of integrity through optimizing the application of the Good Corporate Governance (GCG) principles.
We'd love to hear from you! Please fill out our we'll contact you as soon as possible.
Jakarta Representative Office (021) 8064 2791
Mandalika Office (0370) 650 2339
Nusa Dua Office (Headquarters) (0361) 771010
Emergency Call The Nusa Dua
Posko Fire Brigade Security (+62361)771113
BIMC Emergency Call +62 811-3896-113
Kapolsek Kuta Selatan +62 361 772110
Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) +62 361 226045