PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). As part of PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) or InJourney, in accordance with Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 72 of 2021 and Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 104 of 2021. InJourney is present as a holding ecosystem of State-Owned Enterprises in the aviation and tourism sectors in Indonesia, committed to bringing Indonesia's hospitality and cultural diversity to the world, encouraging the revival of the tourism sector, and orchestrating collaboration and integration in the tourism industry. InJourney Tourism Development Corporation is a company that focuses on the development and management of integrated tourism areas in Indonesia, for 50 years has successfully managed The Nusa Dua "Bali's Finest Family-Friendly Resort Haven", a famous tourism area in the south of the island of Bali. The area has become a popular vacation destination thanks to the presence of many luxury hotels within the area. The development of The Nusa Dua began in 1974 as the World Bank's first tourism project for Indonesia, and has now become a benchmark for future destinations. The Nusa Dua area is equipped with international-standard infrastructure, accommodation, and meeting facilities, making the area host to various official international events such as APEC 2013, Bali Democratic Forum, Miss World 2013, and IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 and G20 Presidency in 2022. In addition to The Nusa Dua, InJourney Tourism Development Corporation is also entrusted with the development of The Mandalika area in Central Lombok, West Nusa Tenggara (NTB), which has an area of 1,175 hectares. The Mandalika "The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination" has been a Special Economic Zone (SEZ) since 2017 and has attracted an investment of USD 1.3 billion. Currently, The Mandalika is being created as a world-class tourism destination with various international facilities and attractions, including Pertamina Mandalika International Circuit, which hosts world motorcycle racing events such as WSBK, MotoGP and Asian Road Racing Championship (ARRC). Not only that, InJourney Tourism Development Corporation also received the third assignment from the Government to develop The Golo Mori "Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination" area in West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara (NTT). Within this area is a world-class convention center, the Golo Mori Convention Center (GMCC), which offers stunning views overlooking Rinca Island. With international-standard Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE) facilities, GMCC has become the venue for the 2023 ASEAN Summit. In addition, GMCC is also equipped with a Beach Club and Pier, making The Golo Mori a new tourism icon in the Labuan Bajo area and is being prepared to become a new Tourism Special Economic Zone in Indonesia. Company Profile ITDC: Download here
To conduct business in the tourism sector, as well as optimize the utilization of the Company's resources to produce high-quality and highly competitive goods and or services to gain/pursue profits to improve Company value by applying the principles of a Limited Liability Company, the Company carries out main business activities and other business activities.
Currently ITDC is in the process of financing program with the Asian Infrastructure Investment Bank ("AIIB") to develop a basic infrastructure facilities in the Mandalika tourism area on the island of Lombok ("Project"). The project covering an area of 1,250 Ha aims to create new job opportunities, improve the economy of the community, increase the country's foreign exchange, protect and preserve local culture, nature and the environment.Although this Project is focused on The Mandalika, it is expected that the impact of its development will also provide benefits in the wider region, support sustainable development, reduce poverty in Central Lombok Regency in particular and West Nusa Tenggara Province in general, and contribute to the Indonesian tourism competitiveness as a whole.
Grow your business with Indonesia Tourism Development Cooperation projects in developing new tourism area in Indonesia with high standarts.
e-Procurement for the means of procurement of goods / services, inter-unit procurement information, in accordance with the Guidelines for procurement of goods / services applicable at PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) which is done online application facilities.
ITDC's vision is to become a world class tourism destination developer that is offering world class tourism infrastructure, facilities, and attractions.
In conforming the information needs for people, ITDC provides wide access to search for information on our activities in Indonesia.
The Nusa Dua, 30 Juli 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), melalui Program Community Development The Nusa Dua menjalin kolaborasi strategis dengan Yayasan Owl Tower Bali untuk mengembangkan pertanian organik berbasis konservasi lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati (biodiversity) di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.Kolaborasi yang diwujudkan melalui pemanfaatan burung hantu Tyto Alba sebagai predator alami pengendali hama tikus ini, bertujuan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.Sebagai bagian dari program tersebut, ITDC menyalurkan bantuan berupa 10 unit Rumah Burung Hantu (RUBUHA), 1 unit kandang adaptasi berukuran 3 x 2 meter, serta paket pakan awal selama 14 hari yang terdiri atas jangkrik dan 84 ekor tikus. Sementara itu, Yayasan Owl Tower Bali yang dipimpin oleh dr. I Wayan Wirawan, S.Ked., M.M. menyerahkan sepasang burung hantu jenis Tyto Alba yang akan dibudidayakan sebagai predator alami untuk mengendalikan populasi hama tikus di area persawahan. Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan solusi berbasis alam (nature-based solution) dalam mendukung praktik pertanian organik yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan, kolaborasi ini merupakan implementasi nyata komitmen ITDC dalam menciptakan creating shared value, di mana keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pengembangan kawasan pariwisata, tetapi juga dari kontribusi nyata yang mampu diberikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar."Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui pengelolaan destinasi pariwisata, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap sektor pertanian, yang menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membantu petani mengendalikan hama secara alami, mendukung pelestarian biodiversity, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus menciptakan nilai bersama yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan daerah," ujar Agus.Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini juga mencerminkan komitmen ITDC untuk terus memperluas dampak positif perusahaan melalui berbagai program Community Development yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, konservasi ekosistem daratan, dan penguatan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.Pendiri Yayasan Owl Tower Bali, dr. I Wayan Wirawan, S.Ked., M.M., menjelaskan, burung hantu Tyto Alba merupakan salah satu predator alami paling efektif dalam mengendalikan populasi tikus sawah. Seekor burung hantu dewasa mampu memangsa beberapa ekor tikus setiap malam sehingga menjadi solusi pengendalian hama yang efektif tanpa merusak keseimbangan ekosistem maupun mencemari lingkungan akibat penggunaan bahan kimia."Pemanfaatan burung hantu sebagai pengendali hayati telah terbukti mampu membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap racun tikus. Selain lebih ramah lingkungan, metode ini juga mendukung terciptanya ekosistem pertanian yang lebih sehat, menjaga keseimbangan rantai makanan, serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati," jelas dr. I Wayan Wirawan.Apresiasi turut disampaikan Ketua Kelompok Tani Desa Kedisan, I Putu Yoga Wibawa, yang mengucapkan terima kasih atas dukungan ITDC dan Yayasan Owl Tower Bali kepada para petani di Desa Kedisan. Menurutnya, bantuan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) beserta burung hantu Tyto alba menjadi solusi yang sangat dibutuhkan karena sejalan dengan upaya pengembangan pertanian organik yang lebih sehat, produktif, dan ramah lingkungan tanpa bergantung pada penggunaan bahan kimia untuk pengendalian hama."Program ini diyakini akan memberikan manfaat nyata dalam mengurangi serangan hama tikus, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem persawahan. Fasilitas yang telah diberikan akan dirawat dan dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh anggota kelompok tani. Besar harapan, inisiatif ini juga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih berwawasan lingkungan dan mendukung pelestarian alam," ungkap I Putu Yoga Wibawa.=Penggunaan burung hantu sebagai agen pengendali hayati telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan dibandingkan penggunaan racun tikus. Selain efektif mengendalikan populasi hama, metode ini turut menjaga keseimbangan ekosistem, mempertahankan kesuburan tanah, melindungi organisme non-target di lingkungan persawahan, serta mendukung produksi pangan yang lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.Inisiatif ini merupakan wujud komitmen ITDC dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Sebagai pengembang dan pengelola destinasi pariwisata, ITDC meyakini bahwa keberlanjutan pariwisata berjalan seiring dengan keberlanjutan sektor pertanian dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, melalui Program Community Development, ITDC terus membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama Yayasan Owl Tower Bali, untuk mengembangkan pertanian organik berbasis konservasi lingkungan, melestarikan keanekaragaman hayati (biodiversity), meningkatkan produktivitas pertanian yang ramah lingkungan, serta menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di bidang lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya.“Sejalan dengan visi perusahaan dalam mengembangkan destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, ITDC akan terus memperluas kemitraan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi masa depan pariwisata Indonesia,” tutup Agus.
Jakarta, 29 Juli 2026 – Masyarakat kini semakin mudah mendapatkan tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Untuk mendekatkan pengalaman MotoGP kepada publik, Giant Helmet Ticket Booth resmi hadir di Sarinah, Jakarta, sebagai titik penjualan tiket secara langsung yang akan beroperasi hingga 16 Agustus 2026.Mengusung konsep instalasi berbentuk helm balap raksasa, Giant Helmet tidak hanya menjadi lokasi pembelian tiket, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi bagi masyarakat untuk memperoleh informasi seputar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.Pengunjung Giant Helmet dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai kategori tiket, memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, hingga melakukan pembelian tiket secara langsung dengan pendampingan dari petugas yang siap membantu. Kehadiran booth ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam merencanakan pengalaman menyaksikan aksi para pebalap terbaik dunia di Pertamina Mandalika International Circuit.Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, mengatakan, kehadiran Giant Helmet di Sarinah merupakan bagian dari upaya menghadirkan Pertamina Grand Prix of Indonesia lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan kemudahan dalam memperoleh tiket."Kehadiran Giant Helmet di Sarinah merupakan upaya kami menghadirkan Pertamina Grand Prix of Indonesia lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin perjalanan menuju race week dimulai sejak sekarang, melalui berbagai titik interaksi yang memudahkan publik mendapatkan informasi sekaligus membeli tiket. Dengan masih berlangsungnya Presale 1, ini menjadi momentum terbaik bagi para penggemar untuk merencanakan pengalaman menyaksikan langsung salah satu ajang olahraga terbesar di Indonesia," ujar Troy.Menurut Troy, keberadaan Giant Helmet juga menjadi bagian dari strategi membangun antusiasme masyarakat menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus memperluas jangkauan promosi melalui ruang publik yang mudah diakses. Aktivasi ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih dekat bagi masyarakat sekaligus memperkuat gaung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia sebagai salah satu agenda sport tourism unggulan nasional.Penjualan tiket Presale 1 masih berlangsung dengan penawaran harga spesial berupa potongan hingga 30 persen untuk kategori Grandstand dan hingga 20 persen untuk kategori VIP Hospitality. Masyarakat dapat memanfaatkan periode ini untuk memperoleh tiket dengan harga terbaik sebelum memasuki fase penjualan berikutnya.Adapun harga tiket selama periode Presale 1 adalah sebagai berikut:Regular Grandstand (Zona E, G, H, I): Rp280.000 (harga normal Rp400.000)Premium Grandstand Zona A: Rp1.225.000 (harga normal Rp1.750.000)Premium Grandstand Zona B, C, J, K: Rp630.000 (harga normal Rp900.000)VIP Hospitality – Deluxe Class: Rp12.000.000VIP Hospitality – Luxury Tent T1: Rp6.200.000Selain melakukan pembelian tiket, masyarakat juga dapat mengunjungi Giant Helmet untuk memperoleh informasi lengkap mengenai kategori tiket, jadwal penyelenggaraan, serta berbagai informasi seputar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kehadiran Giant Helmet di Sarinah diharapkan menjadi salah satu ikon promosi yang menghadirkan atmosfer MotoGP di ruang publik sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat menjelang race week.Giant Helmet Ticket Booth di Sarinah melayani pembelian tiket dan penyampaian informasi setiap hari, Senin-Kamis pukul 11.00–19.00 WIB, Jumat pukul 12.30-20.30 WIB, Sabtu pukul 12.00-20.00 WIB, dan Minggu pukul 08.00-20.30 WIB.Informasi lengkap mengenai kategori tiket, syarat dan ketentuan, serta pembelian tiket juga dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina Grand Prix of Indonesia - www.themandalikagp.com atau GOERS.
The Nusa Dua, 28 Juli 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), terus memperkuat daya saing kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia melalui penyelenggaraan berbagai agenda olahraga, budaya, MICE, hiburan, dan gaya hidup yang berlangsung sepanjang tahun 2026. Sebagai kawasan pariwisata terintegrasi berstandar internasional, The Nusa Dua secara konsisten menghadirkan beragam aktivitas sebagai bagian dari strategi destination activation untuk menciptakan destinasi yang hidup (living destination), memperkaya pengalaman wisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi pelaku usaha dan masyarakat.Memasuki bulan Agustus 2026, The Nusa Dua kembali menghadirkan sejumlah agenda unggulan yang dapat dinikmati wisatawan maupun masyarakat. Mulai 1 Agustus 2026, ITDC menghadirkan Cipta Rwa Loka, pertunjukan seni budaya Bali yang akan digelar secara rutin setiap hari Sabtu pukul 19.00–20.00 WITA di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua. Dengan harga tiket Rp250.000 per orang, pertunjukan ini menawarkan kekayaan seni pertunjukan Bali dalam kemasan yang autentik dan modern, sekaligus memperkaya pilihan aktivitas malam di kawasan. Selanjutnya, BRI Nusa Dua Eco Culture Market pada 8–9 Agustus 2026 akan menghadirkan perpaduan produk kreatif, budaya lokal, kuliner, serta gaya hidup berkelanjutan di Peninsula Island. Rangkaian agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan Amman Men's World Tennis Championship (UTR) pada 17–23 Agustus 2026 di Bali Beach Country Club, yang akan mempertemukan atlet tenis dari berbagai negara, serta Amman Men's World Tennis Championship (M15) pada 31 Agustus hingga 6 September 2026, yang semakin mempertegas posisi The Nusa Dua sebagai salah satu destinasi penyelenggara ajang olahraga bertaraf internasional.Rangkaian agenda tersebut melanjutkan keberhasilan penyelenggaraan Bank BPD Bali Culture Run 2026 yang digelar di Peninsula Island pada Minggu (26/7). Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, ajang lari yang diikuti sekitar 4.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara ini sukses menghadirkan pengalaman yang memadukan olahraga, budaya, hiburan, dan keberlanjutan. Diselenggarakan oleh PT Vinda Creative Event bersama PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) sebagai mitra utama, Bank BPD Bali Culture Run 2026 mengusung tema "Menjejak Bumi, Lestari Harmoni", yang mengajak peserta menikmati kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep pariwisata yang harmonis antara manusia, alam, dan budaya.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan bahwa penyelenggaraan event secara konsisten merupakan bagian dari strategi ITDC dalam meningkatkan kualitas destinasi melalui penciptaan aktivitas yang mampu menarik kunjungan wisatawan, memperpanjang length of stay, meningkatkan belanja wisatawan, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di dalam kawasan maupun masyarakat sekitar."ITDC terus berkomitmen menghadirkan The Nusa Dua sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan akomodasi dan fasilitas kelas dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi berbagai event berkualitas yang mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap. Keberhasilan Bank BPD Bali Culture Run menunjukkan bagaimana olahraga dapat dipadukan dengan budaya, hiburan, serta prinsip keberlanjutan untuk menciptakan nilai tambah bagi destinasi sekaligus memperkuat citra The Nusa Dua sebagai destinasi yang dinamis dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional," ujar Agus Dwiatmika.Menurutnya, keberhasilan Bank BPD Bali Culture Run 2026 menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event berkualitas mampu memberikan multiplier effect bagi sektor pariwisata, mulai dari meningkatnya okupansi hotel, aktivitas restoran dan tenant komersial, penggunaan jasa transportasi, hingga terbukanya peluang usaha bagi UMKM lokal. Oleh karena itu, ITDC terus memperkuat implementasi event calendar sepanjang tahun sebagai strategi untuk mengoptimalkan potensi kawasan dan memperkokoh positioning The Nusa Dua sebagai Bali's Finest Family-Friendly Resort Haven. ITDC optimistis penyelenggaraan berbagai event olahraga, budaya, MICE, hiburan, dan gaya hidup akan semakin meningkatkan daya saing pariwisata Bali sekaligus mendukung pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
The Mandalika, 26 Juli 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga nasional melalui penyediaan fasilitas kawasan The Mandalika sebagai venue penyelenggaraan empat cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat Tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya ITDC mengoptimalkan pemanfaatan kawasan The Mandalika sebagai kawasan sport tourism yang aktif sepanjang tahun sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.Dalam pelaksanaan Porprov XII NTB 2026, ITDC menyediakan sejumlah fasilitas kawasan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan empat cabang olahraga. Area Parkir VIP Deluxe Pertamina Mandalika International Circuit dimanfaatkan sebagai venue cabang olahraga sepatu roda pada 16–25 Juli 2026, Lapangan Voli Pantai Kuta Beach Park The Mandalika menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga voli pantai pada 19–26 Juli 2026, Batu Kotak, Tanjung Aan menjadi venue cabang olahraga triathlon pada 21–24 Juli 2026, sementara cabang olahraga aerosport nomor terjun payung memanfaatkan area Mandalika Airstrip sebagai titik pendaratan pada 16–18 Juli 2026.General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, mengatakan bahwa dukungan terhadap penyelenggaraan Porprov NTB merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menghadirkan kawasan yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan, tidak hanya sebagai lokasi penyelenggaraan event internasional, tetapi juga sebagai ruang pembinaan olahraga nasional dan daerah.“The Mandalika kami kembangkan sebagai kawasan yang mampu mendukung berbagai aktivitas olahraga sepanjang tahun. Melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Porprov NTB, kami ingin memperkuat peran The Mandalika sebagai kawasan sport tourism yang aktif dan berdaya saing, sekaligus memberikan ruang bagi pembinaan atlet dan pengembangan berbagai cabang olahraga di Nusa Tenggara Barat. Dukungan ini juga menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung kesiapan NTB sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTB–NTT Tahun 2028,” ujar Pari Wijaya.Lebih lanjut, Pari menjelaskan bahwa penyelenggaraan berbagai cabang olahraga di kawasan The Mandalika juga menjadi momentum untuk terus membangun ekosistem sport tourism yang terintegrasi dengan sektor pariwisata, hiburan, dan budaya. Kehadiran atlet, ofisial, pendukung, serta masyarakat yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan diharapkan turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat serta memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi berbagai event olahraga.Selain mendukung penyelenggaraan Porprov NTB, kawasan The Mandalika juga menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan Peresean yang digelar oleh Asosiasi Peresean Indonesia (API) di Plaza Kuta, Kuta Beach Park The Mandalika pada 17–19 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya lokal sekaligus memperkaya ragam aktivitas di kawasan, sehingga The Mandalika tidak hanya menjadi ruang bagi penyelenggaraan olahraga, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat kepada masyarakat dan wisatawan.Melalui berbagai kolaborasi tersebut, ITDC optimistis The Mandalika akan terus berkembang sebagai kawasan sport tourism yang memberikan manfaat luas bagi pengembangan olahraga, pariwisata, serta perekonomian daerah. Optimalisasi pemanfaatan kawasan secara berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi unggulan yang mendukung penyelenggaraan berbagai event olahraga, budaya, maupun hiburan, baik berskala regional, nasional, maupun internasional.
The Mandalika, 25 Juli 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat perannya dalam mendukung lahirnya pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia. Sebagai bagian dari upaya tersebut, ITDC mengajak dua pembalap kebanggaan Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, menjalani sesi free practice di Pertamina Mandalika International Circuit pada 21–22 Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan digelar pada 9–11 Oktober mendatang.Melalui sesi free practice ini, ITDC memberikan ruang bagi Mario dan Veda untuk mematangkan persiapan teknis sekaligus meningkatkan adaptasi terhadap karakter lintasan menjelang tampil dihadapan publik Indonesia pada ajang balap motor paling bergengsi di Tanah Air. Langkah ini merupakan bagian dari upaya ITDC menghadirkan Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya sebagai tuan rumah berbagai ajang balap internasional, tapi juga sebagai ruang pengembangan bagi pembalap nasional dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi dunia.Kegiatan ini menjadi momentum penting setelah rangkaian Homecoming Tour Local Heroes Indonesia di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Dukungan itu menjadi motivasi tambahan bagi Mario dan Veda untuk terus meningkatkan performa menjelang balapan kandang yang akan menjadi sorotan dunia.Rangkaian free practice ini sekaligus menjadi bagian dari kampanye The Rise of Local Heroes dan #IndonesiaMendunia Bersama Pertamina yang mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama dalam mengharumkan nama bangsa di panggung balap dunia. Kurang dari tiga bulan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, antusiasme masyarakat diharapkan terus meningkat untuk memberikan dukungan langsung kepada para pembalap Indonesia saat berlaga di kandang sendiri.Selama dua hari pelaksanaan, Mario dan Veda menjalani sejumlah sesi latihan yang difokuskan pada adaptasi lintasan, evaluasi performa, serta penyempurnaan berbagai aspek teknis sebagai bagian dari program persiapan menjelang akhir pekan balapan. Kehadiran keduanya di Pertamina Mandalika International Circuit sekaligus mempertegas peran sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut yang tidak hanya menjadi venue berbagai ajang balap internasional, tetapi juga menjadi tempat pembalap nasional mempersiapkan diri untuk bersaing di level dunia.Pembalap Moto2 Indonesia, Mario Suryo Aji, menyebut, kembali berlatih di Pertamina Mandalika International Circuit selalu menjadi momen penting dalam persiapannya menghadapi balapan di kandang sendiri."Kembali berlatih di Pertamina Mandalika International Circuit selalu menjadi momen penting bagi saya. Setiap sesi latihan memberikan kesempatan untuk terus beradaptasi dengan karakter lintasan sekaligus mengevaluasi berbagai aspek yang perlu ditingkatkan menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Dukungan yang kami terima selama Homecoming Tour di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta menjadi motivasi tambahan bagi saya dan Veda untuk terus bekerja keras. Semoga saat balapan nanti kami bisa memberikan penampilan terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia," ujar Mario Suryo Aji.Sementara itu, pembalap Moto3 Indonesia, Veda Ega Pratama, mengatakan, sesi latihan ini memiliki arti khusus karena akan menjadi bagian dari persiapannya untuk menjalani balapan kandang pertamanya sebagai pembalap penuh di Kejuaraan Dunia Moto3."Berlatih di Pertamina Mandalika International Circuit tentu menjadi momen yang sangat berarti bagi saya. Ini adalah bagian dari persiapan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan menjadi pengalaman pertama saya tampil di hadapan masyarakat Indonesia sebagai pembalap Moto3. Saya ingin memanfaatkan setiap sesi latihan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Dukungan yang saya rasakan selama Homecoming Tour menjadi motivasi besar bagi saya, dan semoga nanti saya bisa memberikan penampilan terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia di Mandalika," ujar Veda.Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan, ajakan kepada Mario dan Veda untuk menjalani sesi free practice di Pertamina Mandalika International Circuit merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menghadirkan Mandalika sebagai rumah bagi lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia."Kami ingin Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia, tetapi juga menjadi rumah bagi lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia. Karena itu, kami mengajak Mario dan Veda memanfaatkan fasilitas berstandar internasional yang kami miliki sebagai bagian dari persiapan menuju balapan kandang. Kami berharap sesi free practice ini menjadi bekal penting bagi keduanya untuk tampil maksimal di hadapan masyarakat Indonesia pada Oktober mendatang," ujar Troy.Melalui inisiatif ini, ITDC berharap Pertamina Mandalika International Circuit dapat terus menjadi katalis dalam memperkuat ekosistem motorsport nasional, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi talenta Indonesia untuk berkembang dan tampil kompetitif di panggung balap dunia.Masyarakat yang ingin menjadi bagian dari momen bersejarah tersebut masih dapat memperoleh tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang saat ini memasuki periode Presale 1, dengan potongan harga hingga 30% untuk kategori Grandstand dan 20% untuk kategori VIP Hospitality. Informasi mengenai pembelian tiket dan penyelenggaraan acara dapat diakses melalui GOERS dan www.themandalikagp.com.
The Nusa Dua, 24 Juli 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat transformasi The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia melalui peluncuran atraksi budaya terbaru, "Cipta Rwa Loka by Naluri Manca". Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi program Customer Experience (CX) 100 Danantara, yang fokus pada penciptaan pengalaman wisata (customer experience) bernilai tambah melalui penyajian atraksi budaya yang berkualitas, autentik, dan berkesan. Program ini akan resmi diluncurkan pada hari ini Jumat, 24 Juli 2026, di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua, dengan akses gratis (free entry) bagi seluruh pengunjung.Kehadiran atraksi budaya "Cipta Rwa Loka by Naluri Manca" diharapkan dapat memperkaya daya tarik The Nusa Dua melalui pengalaman wisata yang lebih autentik dan berkesan. ITDC menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan seni dan filosofi Bali dalam kemasan yang modern. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi ITDC untuk terus memperkaya pengalaman wisata melalui raga atraksi budaya yang melengkapi fasilitas dan layanan berstandar internasional, sekaligus memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang memadukan standar layanan internasional dengan kekayaan budaya lokal.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan, pengembangan atraksi budaya merupakan salah satu strategi perusahaan dalam meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung sekaligus memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan di kawasan. Sejalan dengan implementasi program CX 100 Danantara, ITDC terus menghadirkan inovasi layanan dan pengalaman baru yang memberikan nilai tambah bagi setiap pengunjung. “Kehadiran Cipta Rwa Loka menjadi bagian dari komitmen kami untuk memperkuat diferensiasi The Nusa Dua sebagai destinasi kelas dunia yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan fasilitas premium, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik, berkualitas, dan berkesan. Kami percaya bahwa pengalaman merupakan faktor utama dalam meningkatkan kepuasan pengunjung sekaligus mendorong loyalitas wisatawan," ungkap I Made Agus Dwiatmika.Cipta Rwa Loka merupakan karya terbaru dari Naluri Manca, komunitas seni dan budaya Bali yang berdiri sejak tahun 2020 dengan komitmen melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Nusantara melalui pertunjukan yang kreatif, inovatif, dan berkualitas. Kiprah Naluri Manca semakin mendapat pengakuan melalui berbagai prestasi, di antaranya menjadi salah satu peserta terbaik dalam Indonesia's Got Talent Season 1 pada tahun 2022, berpartisipasi dalam Organization of World Heritage Cities sejak tahun 2022, serta berhasil meraih Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2024 melalui pementasan kolosal multi-genre seni yang diselenggarakan di lokasi aslinya.Terinspirasi dari filosofi Rwa Bhineda, pertunjukan ini mengangkat makna keseimbangan antara dua unsur yang saling melengkapi dalam kehidupan. Melalui perpaduan koreografi, musik, tata cahaya, kostum artistik, serta teknologi visual dengan efek glow in the dark, Cipta Rwa Loka menghadirkan pengalaman pertunjukan yang memadukan nilai budaya, spiritualitas, dan inovasi kreatif dalam satu panggung yang spektakuler.Nama Cipta Rwa Loka sendiri merepresentasikan tiga makna utama, yakni Cipta sebagai kesadaran dan daya kreativitas manusia, Rwa sebagai simbol dualitas, serta Loka sebagai ruang kehidupan tempat seluruh dinamika tersebut berlangsung. Filosofi tersebut diterjemahkan dalam sebuah pertunjukan yang mengajak penonton merasakan harmoni antara tradisi dan modernitas.Sebagai bagian dari kolaborasi strategis antara ITDC dan Naluri Manca, pertunjukan Cipta Rwa Loka akan digelar secara rutin setiap hari Sabtu, pukul 19.00–20.00 WITA, di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua, dengan harga tiket sebesar Rp250.000 per orang yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026. Melalui penyelenggaraan rutin ini, ITDC menghadirkan atraksi budaya yang diharapkan dapat memperkaya pilihan aktivitas malam (night-time attraction) di kawasan The Nusa Dua, sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih autentik dan bernilai tambah bagi wisatawan yang menginap maupun masyarakat umum.Program ini juga menjadi bagian dari strategi ITDC dalam memperkuat ekosistem pariwisata berbasis budaya melalui kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif lokal. Dengan menghadirkan ruang ekspresi bagi seniman Bali, ITDC tidak hanya meningkatkan kualitas pengalaman wisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta penciptaan nilai bersama (shared value) bagi masyarakat sekitar destinasi.“Melalui aktivasi ini, ITDC optimistis The Nusa Dua akan semakin dikenal sebagai destinasi yang mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari akomodasi berkelas internasional, fasilitas MICE, rekreasi, kuliner, hingga atraksi seni budaya yang autentik. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadikan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang berdaya saing global sekaligus mendukung transformasi sektor pariwisata nasional melalui implementasi program CX 100 Danantara,” tutup I Made Agus Dwiatmika.
With more than 40 years of business experience ITDC is strongly committed to maintain the values of integrity through optimizing the application of the Good Corporate Governance (GCG) principles.
With more than 40 years of business experience ITDC is strongly committed to maintain the values of integrity through optimizing the application of the Good Corporate Governance (GCG) principles.
We'd love to hear from you! Please fill out our we'll contact you as soon as possible.
Jakarta Representative Office (021) 8064 2791
Mandalika Office (0370) 650 2339
Nusa Dua Office (Headquarters) (0361) 771010
Emergency Call The Nusa Dua
Posko Fire Brigade Security (+62361)771113
BIMC Emergency Call +62 811-3896-113
Kapolsek Kuta Selatan +62 361 772110
Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) +62 361 226045