The Mandalika, 07 Juni 2026 – The Mandalika terus diarahkan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah. Seiring semakin berkembangnya posisi destinasi ini sebagai sportstainment destination berkelas dunia, munculnya berbagai peluang ekonomi baru, aktivitas UMKM yang tumbuh, serta berkembangnya sektor jasa pariwisata, menjadi bagian dari transformasi yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Keterlibatan stakeholders jadi elemen penting untuk memastikan setiap proses pembangunan, berlangsung secara inklusif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.Sebagai bagian dari upaya tersebut, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama tim fasilitator dari Universitas Mataram (Unram) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Dampak dan Keberlanjutan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pada 3–4 Juni 2026 di Raja Hotel Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga mitra, bertujuan menghimpun masukan, pandangan, dan evaluasi terkait dampak serta keberlanjutan pengembangan KEK Mandalika. Melalui diskusi kelompok terarah yang berlangsung selama dua hari, para peserta berdialog dan bertukar perspektif guna memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan kawasan yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan, keterlibatan berbagai pihak merupakan elemen krusial dalam mengembangkan kawasan yang mampu memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah."Kami meyakini bahwa keberlanjutan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur atau pertumbuhan investasi, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat terlibat serta merasakan manfaat dari proses yang berlangsung. Karena itu, forum seperti ini menjadi ruang penting untuk mendengarkan berbagai perspektif, mengevaluasi dampak yang telah dirasakan, serta mengidentifikasi peluang perbaikan dan penguatan ke depan. Masukan yang disampaikan akan menjadi referensi berharga bagi kami dalam memastikan The Mandalika terus tumbuh sebagai destinasi yang inklusif, berdaya saing, dan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi daerah maupun masyarakat sekitar," ujar Troy. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., beserta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan guna memastikan pengembangan KEK Mandalika berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat, pembangunan daerah, serta arah pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah. Sejalan dengan upaya pengembangan kawasan yang berkelanjutan, ITDC juga menjalankan Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project (MUTIP), proyek yang didukung melalui skema pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), lembaga pembangunan multilateral. MUTIP adalah proyek pengembangan infrastruktur dasar dan fasilitas pariwisata di kawasan The Mandalika dengan tujuan memperkuat konektivitas, utilitas kawasan, dan juga mendukung pengembangan destinasi yang berkelanjutan. Melalui proyek itu, berbagai infrastruktur strategis telah dibangun untuk mendukung pertumbuhan kawasan, mulai dari jalan kawasan, utility corridor, sistem penyediaan air bersih, drainase dan pengendalian banjir, fasilitas mitigasi bencana, hingga pengembangan fasilitas publik serta infrastruktur pendukung masyarakat. Selain meningkatkan kesiapan kawasan sebagai destinasi sportstainment berkelas dunia, pembangunan tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Dalam forum tersebut, para peserta juga menyampaikan pandangannya mengenai perubahan dan perkembangan yang terjadi di kawasan. Salah satu perwakilan tokoh masyarakat, Rata Wijaya, yang aktif mengikuti perjalanan The Mandalika, memaparkan, kehadiran kawasan tersebut telah membawa transformasi yang dirasakan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari meningkatnya aktivitas ekonomi, terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru, hingga semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam ekosistem pariwisata, yang sebelumnya belum tersedia. "Masyarakat saat ini memiliki lebih banyak pilihan mata pencaharian dibanding sebelumnya. Selain sektor pertanian dan perikanan yang tetap menjadi basis ekonomi masyarakat, kini juga berkembang sektor UMKM, jasa, kuliner, dan aktivitas pariwisata lainnya. Ke depan, kami berharap masyarakat lokal terus mendapatkan ruang untuk berkembang sehingga manfaat pengembangan kawasan dapat dirasakan secara lebih luas," ungkapnya. Selama dua hari pelaksanaan, peserta FGD mendiskusikan berbagai tema strategis yang berkaitan dengan pengembangan kawasan, antara lain pengembangan pariwisata dan dampaknya pada masyarakat, peluang kerja dan pengembangan ekonomi lokal, keberlanjutan mata pencaharian dan kearifan lokal, pengembangan masyarakat, serta penguatan keterlibatan pemangku kepentingan. Partisipasi berbagai unsur stakeholders dalam forum ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pembangunan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola yang baik. Masukan dan perspektif yang disampaikan dalam forum, diharap dapat menjadi referensi dalam mendukung pengembangan The Mandalika yang semakin inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. "Ke depan, tantangan pengelolaan destinasi akan semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi yang semakin erat antar pemangku kepentingan. Karena itu, ITDC akan terus membuka ruang dialog dan partisipasi untuk memastikan setiap langkah pengembangan The Mandalika mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Inilah fondasi penting bagi keberlanjutan kawasan dalam jangka panjang," tutup Troy.
Read MoreThe Golo Mori, 5 Juni 2026 – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2026, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menggelar kegiatan “KolaborAksi: Golo Mori Bersih, Golo Mori Asri” di area pesisir Desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (5/6). Acara ini merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menjaga kualitas lingkungan kawasan The Golo Mori sebagai destinasi marine-based MICE tourism yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.KolaborAksi melibatkan sekitar 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan stakeholders kawasan. Antara lain tim SBU The Golo Mori, tim Golo Mori Convention Center (GMCC), perangkat dan masyarakat Desa Golo Mori, serta BUMDes Golo Mori. Keterlibatan berbagai pihak tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.Aksi bersih-bersih difokuskan di sepanjang jalan kawasan pesisir, area parkir, serta Pantai Pasir Panjang yang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat dan wisatawan. Selain menjaga kebersihan kawasan, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan pesisir sebagai bagian dari upaya menjaga daya tarik destinasi wisata berkelanjutan. Tingginya aktivitas masyarakat dan wisatawan di kawasan pesisir, terutama pada momentum libur Iduladha, semakin menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan.Selain membersihkan sampah, para peserta juga memilah sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga sampah plastik yang sangat berpotensi mencemari lingkungan pesisir dan laut. Pembersihan saluran air turut dilakukan sebagai langkah konkret menjaga kualitas lingkungan serta mendukung fungsi drainase kawasan.General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto mengatakan, pelestarian lingkungan menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan The Golo Mori sebagai destinasi marine-based MICE tourism yang berkelanjutan. Menurutnya, menjaga kebersihan kawasan bukan hanya tentang menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pengunjung, tetapi juga tentang membangun kesadaran bersama untuk melindungi sumber daya alam yang menjadi aset utama kawasan dan masyarakat setempat.“Melalui KolaborAksi, kami ingin menumbuhkan semangat kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan. The Golo Mori memiliki kekayaan alam yang menjadi daya tarik utama kawasan, sehingga upaya menjaganya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kami percaya bahwa kolaborasi antara pengelola kawasan, masyarakat, pelaku usaha, dan pengunjung merupakan fondasi penting dalam mewujudkan destinasi yang bersih, lestari, dan berkelanjutan. Dengan keterlibatan seluruh pihak, kami berharap nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi budaya yang mendukung pengembangan kawasan dalam jangka panjang,” ujar Aji.Kegiatan ini juga sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future”, yang diusung oleh United Nations Environment Programme (UNEP), sebagai ajakan global untuk mendorong aksi nyata dalam menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim. Bagi ITDC, pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan destinasi pariwisata yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.Melalui program KolaborAksi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, ITDC berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan kawasan The Golo Mori yang bersih, hijau, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan dalam menghadirkan destinasi pariwisata kelas dunia yang memberi manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.
Read MoreThe Nusa Dua, 05 Juni 2026 – Kawasan The Nusa Dua yang dikelola InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) akan menjadi tuan rumah event World Ocean Day & Coral Triangle Day 2026 pada 7 Juni 2026 di Peninsula Island, The Nusa Dua, Bali. Kegiatan yang diperkirakan diikuti 1.000 peserta ini menjadi momentum kolaborasi sejumlah pihak dalam mendorong pelestarian ekosistem laut sekaligus memperkuat implementasi ekonomi biru berkelanjutan di Indonesia.Diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali, WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ, serta beberapa mitra strategis lainnya, peringatan tahun ini mengusung tema “Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu”. Berbagai kegiatan akan digelar, mulai dari aksi konservasi, edukasi lingkungan, dialog lintas generasi, hingga festival publik yang melibatkan masyarakat luas.Sebelum acara puncak berlangsung, rangkaian kegiatan telah dilaksanakan di Alor, Kupang, Wakatobi, Sumbawa, dan berbagai wilayah Indonesia lainnya. Antara lain melalui aksi bersih pantai, penanaman mangrove, edukasi pesisir, dan kampanye pelestarian laut sebagai bentuk partisipasi kolektif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan nasional.Sebagai destinasi pariwisata terintegrasi yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), The Nusa Dua dinilai mempunyai keselarasan kuat dengan semangat penyelenggaraan kegiatan ini. Berlokasi di area pesisir Bali yang dikenal sebagai salah satu tujuan pariwisata unggulan Indonesia, Peninsula Island menawarkan ruang terbuka yang representatif untuk menyelenggarakan kegiatan publik sekaligus menjadi simbol harmonisasi antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyebut, pengelolaan World Ocean Day & Coral Triangle Day 2026 memperkuat peran kawasan pariwisata dalam mendukung agenda keberlanjutan nasional dan global."Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan World Ocean Day & Coral Triangle Day 2026. Kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian laut membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk sektor pariwisata. Sebagai kawasan yang tumbuh dan berkembang berdampingan dengan lingkungan pesisir, The Nusa Dua memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong praktik pengelolaan destinasi yang berkelanjutan serta mendukung berbagai inisiatif yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya.Melalui penyelenggaraan acara ini, ITDC ikut mendukung berbagai agenda nasional hingga internasional terkait konservasi laut, perlindungan keanekaragaman hayati, pengurangan sampah plastik, serta penguatan ekonomi biru. Keterlibatan pemerintah, organisasi lingkungan, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan generasi muda diharapkan dapat memperkuat gerakan bersama dalam menjaga kesehatan laut Indonesia sebagai salah satu aset strategis bangsa.Selain menjadi ruang edukasi dan kampanye publik, kegiatan ini juga memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi yang mendukung penyelenggaraan event berkelanjutan. Keterlibatan UMKM, komunitas lokal, organisasi lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi wujud kolaborasi dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut.Sebagai kawasan pariwisata yang tumbuh berdampingan dengan lingkungan pesisir, The Nusa Dua terus mendorong berbagai inisiatif yang mengedepankan edukasi, konservasi, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan laut. Melalui World Ocean Day & Coral Triangle Day 2026, ITDC ingin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan kepedulian terhadap laut sebagai bagian dari tindakan sehari-hari."Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih mengenal laut, memahami perannya bagi kehidupan, dan mengambil bagian dalam upaya pelestariannya. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. Karena itu, menjaga laut bukan hanya agenda lingkungan, tetapi investasi bagi masa depan pariwisata, ekonomi, dan generasi mendatang," tutup Agus.
Read MoreBali, 31 May 2026 – Accor Run for Hope 2026 successfully held its first charity run on 31 May 2026 at ITDC Nusa Dua. The event was organized to raise funds and awareness in sup-port of underprivileged children at A Trust For A Child (ATFAC) learning centre (Sanggar) in Bedugul, helping to provide access to education and developmental opportunities. Founded in 2001 by Accor in Indonesia and operated by Yayasan Peduli Tunas Bangsa, AT-FAC aims to help underprivileged children and their families gain access to supportive after-school learning, nutritious foods, sports, and social facilities. Currently, there are two Sang-gar , one in Cipinang, East Jakarta and one in Bedugul, Bali. Accor Run for Hope 2026 united individuals, families, team members from the hotels, and corporate partners around a common goal of giving back to the community. Drawing more than 1,400 participants, the charity run generated valuable support for programs dedicated to improving the lives of underprivileged children. The successful delivery of Accor Run for Hope 2026 was made possible through the strong collaboration of the organizing committee of Accor hotels in Bali & Lombok, led by Jan Kroeckel, Area General Manager Bali Lombok, together with Ravi Khubchandani, Area Gen-eral Manager Bali Lombok; Florent Michaud, General Manager of Mercure Bali Legian and Chairman of Accor Run for Hope 2026; Bilal Chamsine, General Manager of Novotel Bali Nusa Dua; Ketut Iriana, General Manager of Mercure Bali Nusa Dua; Yoesi Bagus Taruna, General Manager of Mercure Bali Resort Sanur; and Igor Raicevic, General Manager of The Grand Seminyak Bali. "Accor Run for Hope is more than just a race—it is a platform for collective impact," said Jan Kroeckel, Area General Manager Bali Lombok. "Every step taken by our participants helps open doors to education and opportunities for children who need them most." The event featured a 5km Fun Run category, making it accessible to participants of all ages and fitness levels. Beyond the run itself, attendees enjoyed children’s entertainment, face painting, coloring activities, kids fun games, live performances, best costume competition, lucky draws, fundraising raffle sessions, and community engagement booths. With the generous support of ITDC, Diversey, Accor Vacation Club, BCA, and Icon Cancer Center, proceeds from the event benefit Sanggar Bedugul and its mission to support under-privileged children through education, creative development, and access to essential re-sources. General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, stated, “We are proud to support Accor Run for Hope 2026 at The Nusa Dua, an event that reflects the synergy between sports, tourism, and social impact. As a world class integrated tourism destination commit-ted to sustainability, The Nusa Dua welcomes initiatives that foster community engagement, promote healthy lifestyle, and create meaningful benefits for society. We believe events like this further strengthen Bali’s position as a leading destination for quality and sustainable tourism.” "We are deeply grateful for the continued support from the community," said Florent Michaud, Chairman of Accor Run for Hope 2026. "The funds raised will directly impact the lives of many children and help them achieve their full potential."
Read MoreThe Nusa, 01 Juni 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyelenggarakan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme bertajuk Green Movement: Eco Enzyme Action di Gedung Wantilan ITDC, kawasan The Nusa Dua, Bali, pada Jumat (29/5). Kegiatan ini melibatkan masyarakat Benoa sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas sekaligus mendukung kawasan pariwisata yang lebih hijau dan berkelanjutan.Pelatihan diikuti 30 peserta yang terdiri atas 18 pedagang Pantai Paguyuban The Nusa Dua, serta 12 perwakilan masyarakat Kelurahan Benoa melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Selain itu, Kasi Pembangunan Kelurahan Benoa, I Wayan Widiana yang mewakili Lurah Benoa; Ketua LPM Benoa, I Made Muliasa; serta jajaran ITDC juga turut hadir.Made Purnama Damayanti, Vice President Commercial & Relation The Nusa Dua, mengatakan, pelatihan ini sebagai langkah membangun kebiasaan pengelolaan lingkungan yang sederhana, tetapi dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.“Melalui program ini, kami ingin mendorong kesadaran bahwa pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar. Eco enzyme menjadi salah satu langkah sederhana yang tidak hanya membantu mengurangi residu sampah, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sehari-hari. Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru, tetapi juga terdorong untuk menerapkan praktik-praktik ini secara konsisten dan membagikannya di lingkungan masing-masing. Sehingga secara bertahap dapat tumbuh menjadi kebiasaan bersama dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.Di dalam pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman sekaligus praktik langsung pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi eco enzyme, yakni cairan hasil fermentasi limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami maupun pembersih ramah lingkungan. Pelatihan menghadirkan I Made Tirta Jati, Ketua Unit TPS3R Sadu Sumerta Kaja, Denpasar, sebagai narasumber.Tak berhenti pada sesi pelatihan, program ini juga dilanjutkan dengan memberikan pendampingan selama dua bulan untuk memantau pembuatan eco enzyme oleh peserta, memastikan penerapan materi, sekaligus mendokumentasikan hasil praktik pengolahan sampah secara mandiri.Program ini merupakan bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC yang selaras dengan pengembangan masyarakat (community development) di kawasan The Nusa Dua. Sejalan dengan hal itu, ITDC memandang keterlibatan masyarakat sebagai elemen krusial dalam mendukung terciptanya kawasan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Bagi ITDC, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kawasan sekaligus memperkuat budaya pengelolaan lingkungan di sekitar destinasi.“Kami percaya kualitas sebuah kawasan tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian vital dalam menciptakan kawasan yang nyaman, sehat, dan bernilai bagi masyarakat maupun pengunjung. Harapannya, semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian,” tutup Made Purnama Damayanti.
Read MoreThe Nusa Dua, 29 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menerima penghargaan sebagai Role Model Pengelolaan Pariwisata Hijau dari Tribun Bali, atas komitmen ITDC dalam mengimplementasikan praktik green tourism di kawasan yang dikelola, yakni The Nusa Dua, Bali; The Mandalika, Nusa Tenggara Barat; dan The Golo Mori, Nusa Tenggara Timur.Penghargaan yang diserahkan di Dharma Negara Alaya Lumintang, Jumat (29/5), menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui pengelolaan destinasi dengan menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, sekaligus mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) Indonesia tahun 2060.Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan bahwa pengelolaan pariwisata hijau tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan menjadi fondasi penting untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan destinasi wisata di masa depan.“Bagi ITDC, pariwisata hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk memastikan keberlanjutan destinasi di masa depan. Kami meyakini bahwa pembangunan dan operasional kawasan pariwisata harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan dan budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Karena itu, melalui implementasi di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori, kami terus memperkuat praktik green tourism melalui berbagai inisiatif yang mendorong efisiensi sumber daya, konservasi lingkungan, dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pariwisata,” terang Ahmad Fajar.Di The Nusa Dua, Bali, praktik pengelolaan berkelanjutan diterapkan melalui sistem utilitas terpadu yang mendukung efisiensi sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan. The Nusa Dua memakai teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), reclaim water, sistem pengolahan air limbah, serta distribusi Liquefied Natural Gas (LNG). Upaya tersebut diperkuat melalui pengelolaan sampah terpadu dan fasilitas composting kawasan yang dikelola oleh Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua sebagai bagian dari implementasi Integrated Waste Management System.Sementara itu, di The Mandalika, Nusa Tenggara Barat, green tourism diwujudkan melalui konservasi ekosistem pesisir, pengembangan ruang terbuka hijau, program penghijauan, penanaman pohon dan mangrove, hingga kegiatan beach clean-up yang melibatkan masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Berbagai inisiatif tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular.Sebagai bagian dari penguatan ekowisata, ITDC merencanakan pengembangan kawasan konservasi mangrove seluas 47,8 hektar di The Mandalika yang akan difungsikan sebagai Mandalika Mangrove Sanctuary, pusat konservasi sekaligus edukasi lingkungan berbasis pariwisata berkelanjutan.Adapun di The Golo Mori, Nusa Tenggara Timur, ITDC mengembangkan kawasan yang berbasis sustainable marine-based and ecotourism destination. Yakni dengan mengedepankan keseimbangan antara konservasi alam dan pengembangan pariwisata premium berbasis Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE). Pendekatan ini diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi baru tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem kawasan.Ahmad Fajar menambahkan bahwa penghargaan yang diraih, menjadi dorongan bagi ITDC untuk terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui inovasi pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab.“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi ITDC untuk terus memperkuat implementasi prinsip green tourism secara konsisten di seluruh destinasi yang kami kelola. Fokus kami bukan hanya menghadirkan destinasi berkelas dunia dari sisi infrastruktur dan pengalaman wisata, tetapi juga memastikan pengelolaannya memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan sektor pariwisata nasional melalui pendekatan yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.Sejalan dengan komitmen itu, ITDC akan terus memperkuat praktik pengelolaan destinasi yang berorientasi pada keberlanjutan melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat guna menciptakan destinasi yang berdaya saing, inklusif, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, serta pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Read MorePerkuat Event Bertaraf Global di Mandalika International Circuit, Bea Cukai Soekarno-Hatta dan MGPA Pererat Sinergi Logistik Jakarta, 28 Mei 2026 – Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), bagian dari InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), memperkuat koordinasi penanganan logistik internasional guna mendukung kelancaran berbagai event internasional di Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penguatan koordinasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan operasional event dapat diproses secara cepat, aman, dan sesuai ketentuan. Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta pada Senin (25/5). Pertemuan dihadiri Fitra selaku Kepala Bidang Perbendaharaan Bea Cukai Soekarno-Hatta, Wahyu Anggara yang menjabat Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Pabean dan Cukai II Bea Cukai Soekarno-Hatta, Direktur Operasi MGPA Donny Mahardjono, serta VP Operations MGPA Try Agung Hartanto. Sebagai pintu utama masuknya logistik internasional ke Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta memegang peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan event internasional di The Mandalika. Berbagai kebutuhan operasional event, mulai dari kendaraan balap, perlengkapan tim, perangkat siaran, perlengkapan paddock, hingga peralatan teknis lainnya, diproses melalui jalur logistik internasional sebelum didistribusikan ke Pulau Lombok. Direktur Operasi MGPA, Donny Mahardjono, menyampaikan bahwa dukungan Bea Cukai Soekarno-Hatta menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran event internasional di Mandalika International Circuit. “Event internasional membutuhkan sistem logistik yang cepat, presisi, dan terintegrasi. Kami mengapresiasi dukungan Bea Cukai Soekarno-Hatta yang selama ini membantu kelancaran proses pemasukan kebutuhan event, mulai dari peralatan balap, perlengkapan teknis, hingga logistik tim dari berbagai negara,” ujar Donny. Pada penyelenggaraan MotoGP di Mandalika International Circuit, ratusan ton logistik dari berbagai negara masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta sebelum didistribusikan ke Pulau Lombok melalui koordinasi lintas instansi. Kecepatan dan ketepatan pelayanan kepabeanan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran event sekaligus menjaga reputasi Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional. Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Pabean dan Cukai II Bea Cukai Soekarno-Hatta, Wahyu Anggara, menegaskan komitmen Bea Cukai Soekarno-Hatta dalam mendukung penyelenggaraan event internasional di The Mandalika. “Sejalan dengan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Bea Cukai Soekarno-Hatta berkomitmen memberikan dukungan pelayanan untuk membantu kelancaran berbagai gelaran internasional di The Mandalika,” ujar Wahyu. Sinergi antara MGPA dan Bea Cukai Soekarno-Hatta dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan ekosistem sport tourism nasional. Dengan semakin banyaknya perhelatan internasional yang digelar di The Mandalika, dukungan logistik yang andal dan terintegrasi menjadi faktor strategis untuk menghadirkan event berstandar global sekaligus memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi sport tourism internasional. Pantau terus informasi terbaru melalui:• Instagram.com/themandalikagp• facebook.com/themandalikagp• youtube.com/@themandalikagp• tiktok.com/@themandalikagp• linkedin.com/company/themandalikagp
Read MoreIdul Adha 1447 H, ITDC dan Stakeholder Kawasan Salurkan 29 Hewan Kurban The Mandalika, 27 Mei 2026 – Pada momentum Idul Adha 1447 H, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama tenant, mitra, dan stakeholder kawasan menyalurkan 29 hewan kurban kepada masyarakat di sekitar The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori sebagai bentuk penguatan hubungan sosial dengan masyarakat dan komunitas lokal, termasuk desa penyangga. Penyaluran hewan kurban melibatkan tenant, mitra kawasan, pelaku usaha, serta stakeholder lokal pada tiga destinasi pariwisata yang dikelola ITDC. Keterlibatan berbagai pihak tersebut mencerminkan semangat kebersamaan yang tumbuh di dalam ekosistem kawasan, di mana kontribusi dilakukan secara gotong royong untuk memperluas manfaat bagi masyarakat penerima di masing-masing wilayah. Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan bahwa Idul Adha tidak hanya menjadi sarana berbagi, tetapi juga ruang refleksi atas pentingnya membangun hubungan yang tumbuh selaras antara destinasi pariwisata dan masyarakat di sekitarnya. Menurutnya, keberadaan kawasan perlu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan bersama melalui hubungan sosial yang harmonis dan partisipasi berbagai pihak di dalam ekosistem kawasan. “Melalui momentum ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat kebersamaan dengan masyarakat yang selama ini tumbuh bersama kawasan. Bagi ITDC, pengembangan kawasan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik dan investasi, tetapi juga bagaimana kawasan dapat berkembang secara selaras dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Karena itu, keterlibatan tenant, mitra, pelaku usaha, dan stakeholder kawasan dalam kegiatan kurban ini menjadi wujud semangat gotong royong untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan bersama,” ujar Ahmad Fajar. Di The Mandalika, penyerahan hewan kurban dilakukan secara simbolis pada Senin (25/5) di Bazaar Mandalika oleh General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, didampingi jajaran manajemen ITDC. Sebanyak 26 hewan kurban disalurkan yang terdiri atas 14 ekor sapi dan 12 ekor kambing, hasil kolaborasi antara ITDC, tenant, mitra kawasan, serta pelaku usaha di kawasan. Hewan kurban itu kemudian disalurkan ke beberapa pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, MUI Kabupaten Lombok Tengah, masjid, pondok pesantren, unsur pengamanan kawasan, komunitas pemuda, hingga masyarakat di desa dan dusun sekitar kawasan, termasuk tujuh desa penyangga The Mandalika. Yakni Desa Kuta, Desa Sengkol, Desa Mertak, Desa Prabu, Desa Sukadana, Desa Pengengat, dan Desa Rembitan.Sekretaris Desa Kuta, Lalu Mardan, mengapresiasi perhatian dan kepedulian yang diberikan ITDC bersama stakeholder kawasan kepada masyarakat desa penyangga. “Kami bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan ITDC bersama seluruh pihak yang terlibat kepada kami. Kegiatan seperti ini tidak hanya memberi manfaat, tetapi juga memperkuat kedekatan dan rasa kebersamaan antara warga dengan kawasan The Mandalika yang tumbuh berdampingan dengan kami. Kehadiran dan perhatian seperti ini membuat masyarakat merasa dilibatkan serta menjadi bagian dari perkembangan kawasan. Kami berharap hubungan baik, komunikasi, dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus dijaga sehingga manfaat keberadaan kawasan semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya. Selain di The Mandalika, penyaluran hewan kurban juga dilakukan di The Nusa Dua dan The Golo Mori. Di The Nusa Dua, ITDC menyerahkan satu ekor sapi kepada pengurus Musholla ITDC pada Selasa (26/5). Prosesi simbolis dilakukan manajemen The Nusa Dua yang diwakili VP Operation and Services The Nusa Dua, I Putu Trisna Wijaya, bersama VP Commercial and Relations The Nusa Dua, Made Purnama Damayanti. Sementara itu, di The Golo Mori, dua ekor sapi kurban diserahkan pada Jumat (22/5) kepada masyarakat, melalui Masjid At-Taqwa di Dusun Soknar dan Masjid Nur Khotimah di Dusun Ra’ong melalui Kepala Desa Golo Mori. Penyerahan dilakukan oleh General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, didampingi jajaran manajemen ITDC, dengan cakupan penerima manfaat sebanyak 142 kepala keluarga di Dusun Soknar dan 135 kepala keluarga di Dusun Ra’ong. “Momentum Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan yang ingin terus kami bangun di setiap kawasan. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pengingat bahwa keberadaan kawasan pariwisata tidak terpisah dari kehidupan masyarakat sekitarnya. Ketika mereka dapat tumbuh bersama, merasa dilibatkan, dan merasakan manfaatnya, di situlah kawasan memiliki arti yang lebih besar. Semangat kebersamaan inilah yang ingin terus kami jaga di setiap kawasan ITDC,” tutup Ahmad Fajar. —Selesai—
Read MoreThe Mandalika, 24 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus mempercepat pengembangan kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), seiring tumbuhnya iklim investasi dan aktivitas pariwisata di kawasan tersebut. Hingga akhir tahun 2025, nilai investasi kumulatif di KEK Mandalika tercatat telah mencapai Rp6,018 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 26.002 orang. Capaian ini, tentu menunjukkan berkembangnya ekosistem pariwisata terintegrasi, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.Pertumbuhan kawasan juga tercermin dari peningkatan jumlah pelaku usaha di KEK Mandalika. Hingga Desember 2025, sebanyak 27 pelaku usaha telah menjalankan aktivitas bisnis di kawasan, mencakup sektor hospitality, lifestyle tourism, mixed use development, utilitas kawasan, hingga pendukung motorsport ecosystem. Investor domestik maupun internasional seperti Singapura, Jepang, Spanyol, Amerika Serikat, dan Maroko turut memperkuat pengembangan kawasan. Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan bahwa ITDC terus mendorong penguatan ekosistem investasi, melalui peningkatan kualitas destinasi, pengembangan infrastruktur, serta penyediaan utilitas kawasan yang mendukung keberlanjutan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional. “Masuknya berbagai investor menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi dan prospek The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Kawasan ini mempunyai daya tarik kuat melalui konsep integrated tourism destination yang memadukan sport tourism, hospitality, area komersial, ruang terbuka hijau, serta fasilitas publik,” ujarnya.Selain pertumbuhan investasi, aktivitas pariwisata di The Mandalika juga menunjukkan tren positif. Pada periode Januari hingga April 2026, total kunjungan wisatawan kawasan mencapai 285.003 pengunjung. Pada periode yang sama, rata-rata length of stay wisatawan meningkat menjadi 2,33 hari dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,96 hari. Rata-rata okupansi hotel kawasan juga meningkat menjadi 44,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 41,55 persen. “Peningkatan length of stay dan okupansi menunjukkan wisatawan mulai menjadikan The Mandalika sebagai destinasi dengan durasi tinggal yang lebih panjang. Kondisi ini memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal, UMKM, dan sektor hospitality di sekitar kawasan,” imbuh Troy.Optimisme terhadap perkembangan kawasan juga disampaikan oleh salah satu investor di The Mandalika, Direktur Utama PT Kleo Mandalika Resort, Satoki Okazaki. Menurutnya, The Mandalika memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya bertumpu pada event, tetapi juga didukung oleh kekuatan alam, ekosistem kawasan, dan pertumbuhan aktivitas wisata yang terus meningkat. “Kami melihat The Mandalika berkembang menjadi destinasi yang semakin matang dan memiliki karakter yang kuat. Pertumbuhan aktivitas wisata, peningkatan konektivitas, serta pengembangan kawasan yang terus berjalan menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor untuk tumbuh bersama dalam keberlanjutan,” ujarnya.Penguatan aktivitas pariwisata di The Mandalika didukung pula dengan peningkatan konektivitas udara menuju Lombok. Berdasar data InJourney Airports, total jumlah penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pada periode Januari–April 2026 mencapai 850.319 penumpang atau meningkat sekitar 18,4 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total pergerakan pesawat tumbuh sekitar 35,3 persen dibandingkan tahun 2025. Berbagai maskapai nasional dan internasional seperti Garuda Indonesia, Citilink, AirAsia, dan Scoot saat ini melayani 11 rute domestik dan 2 rute internasional menuju Lombok.General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Aidhil Philip Julian, mengatakan bahwa trafik peningkatan penumpang dan pergerakan penerbangan, menunjukkan mobilitas wisatawan serta aktivitas ekonomi di Lombok yang terus berkembang positif. “Penguatan konektivitas udara menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan pariwisata dan investasi di NTB, khususnya di kawasan strategis seperti The Mandalika. Kami juga melihat kebutuhan konektivitas menuju Lombok yang terus meningkat, baik dari wisatawan domestik maupun internasional,” paparnya.ITDC terus memperkuat berbagai infrastruktur dan fasilitas pendukung kawasan, mulai dari pengembangan utilitas, sistem pendukung kawasan, penguatan konektivitas, hingga penataan kawasan wisata untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman wisatawan. Melalui langkah tersebut, ITDC optimis The Mandalika akan semakin berkembang sebagai destinasi unggulan nasional sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di NTB.
Read MoreThe Golo Mori, 23 Mei 2026 — InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi membuka penjualan tiket Golo Mori Sunset Run (GMSR) 2026. Pembukaan penjualan tiket yang dilakukan saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Labuan Bajo, pada Sabtu (23/5), menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju ajang sport tourism yang akan diselenggarakan pada 22 Agustus 2026 di Kawasan The Golo Mori, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. GMSR 2026 adalah kolaborasi antara manajemen ITDC The Golo Mori, Golo Mori Convention Center (GMCC) dan komunitas lari lokal Komodo Runners, sebagai upaya memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkenalkan pengalaman berlari dengan panorama perbukitan dan laut khas The Golo Mori.Peluncuran penjualan tiket dilaksanakan di area CFD yang rutin digelar setiap Sabtu pagi di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Labuan Bajo, hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Komodo Runners. Selama ini, CFD menjadi ruang interaksi masyarakat dan wisatawan melalui berbagai aktivitas, seperti jalan sehat, lari pagi, senam bersama, hingga sosialisasi layanan publik.Pada kesempatan tersebut, ITDC menghadirkan booth informasi dan penjualan tiket GMSR 2026 guna memberikan informasi mengenai kategori lomba, periode penjualan tiket, serta rangkaian pelaksanaan acara kepada masyarakat dan komunitas yang hadir. Suasana peluncuran turut diramaikan melalui mini quiz interaktif serta pemberian free merchandise bagi lima pembeli tiket pertama sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme masyarakat.Mengusung tema #BeyondTheLimits, event Golo Mori Sunset Run tahun ini menyuguhkan kategori Fun Run 5K dan Fun Walk 2,5K, yang mengajak peserta untuk melampaui batas sambil menikmati pengalaman sport tourism yang berpadu dengan keindahan alam destinasi. Mengusung tema #BeyondTheLimits, event Golo Mori Sunset Run tahun ini menyuguhkan kategori Fun Run 5K dan Fun Walk 2,5K, yang mengajak peserta untuk melampaui batas sambil menikmati pengalaman sport tourism yang berpadu dengan keindahan alam destinasi. General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, menyampaikan bahwa kehadiran GMSR di tengah aktivitas CFD merupakan bagian dari upaya memperkenalkan The Golo Mori lebih dekat kepada masyarakat sekaligus menawarkan pengalaman berwisata yang memadukan keindahan alam, gaya hidup sehat, dan kebersamaan. “Melalui pembukaan penjualan tiket ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari Golo Mori Sunset Run 2026. Event ini bukan sekadar olahraga lari, tetapi pengalaman menikmati lanskap alam The Golo Mori dengan cara yang berbeda melalui konsep sunset run yang memadukan keindahan destinasi, aktivitas sehat, dan momen kebersamaan,” ujar Aji. Aji menambahkan, keterlibatan komunitas lokal menjadi salah satu semangat utama dalam penyelenggaraan GMSR 2026. “Melibatkan komunitas lokal dalam penyelenggaraan Golo Mori Sunset Run 2026 menjadi bagian penting dari semangat yang kami bangun. Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa aktivitas sport tourism yang memadukan gaya hidup sehat dan pengalaman menikmati destinasi secara langsung mendapat respons yang sangat positif,” tutup Aji.Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan rangkaian kegiatan Golo Mori Sunset Run 2026 dapat diakses melalui akun Instagram resmi @golomorirun.
Read More