The Mandalika, 23 April 2026 – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama anak usahanya InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperingati Hari Bumi (22/4) dengan melakukan penanaman 15.000 bibit mangrove di KEK Mandalika. Program ini adalah rangkaian dari program unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Group pada pilar lingkungan, yakni InJourney Green. Kegiatan ini sekaligus lanjutan dari kegiatan penanaman mangrove InJourney Green yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, sebagai bentuk aksi nyata dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong pariwisata berkelanjutan.Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman menegaskan bahwa InJourney Green merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan InJourney Group dalam mendorong praktik pariwisata yang bertanggung jawab di seluruh member khususnya pada pilar lingkungan. “InJourney Green kami dorong sebagai wadah kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memperkuat dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis kajian dan kolaborasi lintas stakeholder, kami ingin memastikan setiap inisiatif yang dijalankan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem,” ujarnya.Senada dengan Herdy Harman, Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menyampaikan bahwa penanaman mangrove ini adalah bagian dari upaya strategis perusahaan, dalam memastikan pengembangan KEK Mandalika berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan. “InJourney Green 2026 bukan sekadar bagian dari flagship program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Group, tetapi juga sebagai langkah konkret mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir,” kata Febrina.Pelaksanaan program InJourney Green didasarkan pada hasil kajian teknis dari tim Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB), yang mengidentifikasi kondisi eksisting mangrove di KEK Mandalika. Ekosistem mangrove di lokasi ini, didominasi oleh fase pertumbuhan pancang dengan tinggi rata-rata 3 hingga 5 meter, serta karakteristik substrat berupa campuran lumpur dan pasir padat yang dipengaruhi oleh dinamika pasang surut. Berdasarkan kajian itu, program rehabilitasi dirancang secara terukur dengan mempertimbangkan kesesuaian jenis, lokasi, serta metode penanaman. Kegiatan ini dilaksanakan di Area 22 seluas ±1.500 m² sebagai lokasi utama, serta Area 23 sebagai area lanjutan, dengan total cakupan rehabilitasi mencapai ±5,2 hektare. Secara keseluruhan, akan ditanam 15.000 jenis bibit mangrove, yang terdiri dari jenis Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora stylosa.Penyelenggaraan program InJourney Green berkolaborasi dengan melibatkan lintas stakeholder, antara lain InJourney Group dan ITDC sebagai pelaksana, pemerintah pusat dan daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL), Pusdal LH Bali Nusra, unsur aparat TNI/Polri, akademisi dari PKSPL IPB serta Universitas Mataram, Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT), Duta Lingkungan NTB, serta pemerintah desa dan masyarakat lokal sekitar KEK Mandalika.Seluruh proses penanaman berada di bawah supervisi teknis PKSPL IPB dan didukung Universitas Mataram dalam penyediaan bibit. “Ke depan, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir, dan memperkuat posisi KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.” tutup Febrina.
Read MoreThe Nusa Dua, 22 April 2026 – Kawasan pariwisata kelas dunia The Nusa Dua yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali dipercaya sebagai tuan rumah perhelatan ajang olahraga berskala internasional, melalui penyelenggaraan Adhyaksa International Run 2026. Event lari bergengsi ini digelar pada Minggu, 26 April 2026, dengan titik start dan finish berlokasi di Peninsula Island, kawasan The Nusa Dua, Bali, yang merupakan salah satu ikon destinasi unggulan di The Nusa Dua.Adhyaksa International Run 2026 diproyeksikan akan menarik partisipasi pelari nasional hingga global, sekaligus menjadi momentum strategis dalam memperkuat citra The Nusa Dua sebagai destinasi terintegrasi kelas dunia, unggulan di Indonesia.Adhyaksa Internasional Run 2026 menyajikan tiga kategori lomba, yaitu 5K, 10K, dan Half Marathon, yang dirancang untuk menjangkau berbagai segmen peserta. Mulai dari pelari pemula hingga profesional. Ajang ini menawarkan pengalaman berlari yang kompetitif, sekaligus menghadirkan keindahan lanskap kawasan pesisir yang menjadi daya tarik utama The Nusa Dua.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa kehadiran Adhyaksa Run 2026 merupakan bagian dari strategi penguatan posisi kawasan The Nusa Dua. “Sebagai pengelola kawasan The Nusa Dua, kami menyambut baik dan mendukung penuh penyelenggaraan Adhyaksa International Run 2026 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata terintegrasi kelas dunia. Event ini tidak hanya menghadirkan pengalaman sport tourism yang berkualitas bagi para peserta, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam meningkatkan daya tarik kawasan serta mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan,” terang Agus.ITDC berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur, standar keamanan, serta kualitas layanan kawasan agar penyelenggaraan acara bisa berjalan optimal, dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta. “Dengan dukungan kolaborasi berbagai pihak, kami optimistis kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai tuan rumah event internasional berkelas. Didukung tata kawasan yang terintegrasi, jalur pedestrian yang memadai, serta lanskap yang asri, The Nusa Dua semakin menegaskan posisinya sebagai lokasi ideal untuk penyelenggaraan event olahraga berskala nasional maupun internasional,” tambahnya.Kegiatan ini diharap bisa memberikan multiplier effect terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal, termasuk peningkatan okupansi hotel, kunjungan wisatawan, serta aktivasi pelaku usaha di dalam maupun di luar kawasan.ITDC memastikan bahwa setiap penyelenggaraan event di kawasan The Nusa Dua mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk pengelolaan sampah, efisiensi operasional, serta keterlibatan komunitas lokal.Memiliki fasilitas kelas dunia dan komitmen terhadap pengelolaan kawasan yang berkelanjutan, The Nusa Dua terus memperkuat posisinya sebagai destinasi kelas dunia pilihan untuk berbagai event internasional, termasuk sport tourism yang kini semakin diminati oleh wisatawan global. “Penyelenggaraan Adhyaksa International Run 2026 di The Nusa Dua menjadi momentum penting untuk memperkuat daya tarik kawasan tidak hanya sebagai leisure destination, tapi juga sebagai venue unggulan untuk berbagai event olahraga. Kami berkomitmen menghadirkan pengalaman berkelas dunia dengan tetap mengedepankan aspek keberlanjutan dan kenyamanan bagi seluruh peserta,” tutup Agus.
Read MoreThe Nusa Dua, 21 April 2026 – Memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan budaya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan bantuan berupa 15 unit tong sampah kepada panitia pelaksana Ida Bhatara Turun Kabeh pada hari Senin, (20/04). Bantuan ini menjadi dukungan ITDC dalam menjaga kebersihan dan kelancaran pelaksanaan salah satu upacara keagamaan terbesar di Bali, yang rutin diselenggarakan setiap tahun, khususnya dalam mengelola peningkatan volume sampah selama kegiatan berlangsung. General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika bersama tim TJSL ITDC, secara langsung memberikan bantuan, yang diterima Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih.Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang sebelumnya telah dilakukan ITDC di sejumlah pura lainnya di Bali. Melalui penyediaan sarana pengelolaan sampah, ITDC berupaya mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, tertata, dan tetap menjaga kesucian kawasan pura, saat momen upacara besar yang menghadirkan ribuan umat.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa bantuan ini tidak berfokus pada aspek kebersihan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata, budaya, dan lingkungan. “ITDC mendorong praktik pariwisata berkelanjutan melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas di kawasan suci, sebagai wujud harmonisasi antara pelestarian lingkungan, nilai budaya, dan tanggung jawab sosial,” ucapnya.Ia menambahkan bahwa melalui program TJSL, ITDC terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, lingkungan, dan pelestarian nilai budaya lokal. “Melalui program TJSL, kami ingin memastikan bahwa kegiatan keagamaan yang sakral seperti Ida Bhatara Turun Kabeh dapat berlangsung dengan nyaman dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung harmoni antara manusia, alam, dan budaya,” ujarnya.ITDC secara konsisten mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap inisiatifnya, termasuk melalui program-program berbasis komunitas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Read MoreThe Mandalika, 18 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meningkatkan pengamanan dan kebersihan di area Tanjung Aan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sebagai bagian dari pengelolaan kawasan berkelanjutan, yang telah dijalankan sejak 2025 dan terus diperkuat secara bertahap hingga saat ini. Yakni dengan menempatkan pos pengamanan di titik strategis, mengintensifkan patroli siang dan malam termasuk patroli gabungan, K-9 dan turangga, serta memelihara kebersihan melalui pembersihan rutin, mengelola sampah harian dengan optimal, agar kenyamanan, keamanan, dan ketertiban di kawasan bagi wisatawan tetap terjaga.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa penguatan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan aktivitas wisata di Tanjung Aan berlangsung secara aman dan tertib. “Penguatan pengamanan dan kebersihan di Tanjung Aan kami lakukan secara terukur dan berkelanjutan, dengan fokus pada titik-titik aktivitas wisata dan interaksi pengunjung. Hal ini penting untuk memastikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pengunjung di kawasan The Mandalika,” ujar Agus.Sebagai bagian dari penguatan pengelolaan kawasan, ITDC juga menghadirkan fasilitas pendukung bagi wisatawan, antara lain toilet umum dan posko pengamanan terpadu yang telah beroperasi sejak periode libur Lebaran Maret 2026. Selain itu, ITDC membangun 4 pos pengamanan tambahan, serta melakukan peningkatan penerangan kawasan melalui penambahan dan aktivasi total 18 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Dalam satu bulan mendatang, ITDC juga akan menambah 12 titik PJU pada akses menuju area Kleo Beach Club yang sudah mulai beroperasi, guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan akses wisatawan.Dari sisi kebersihan, ITDC secara optimal memelihara area publik dan fasilitas wisata di Tanjung Aan, yang merupakan bagian dari cakupan pengelolaan kawasan seluas ±193 hektare, dengan dukungan 95 personel gardener atau Tim Hijau yang bertugas menjaga kebersihan dan menata lingkungan. Pengelolaan sampah juga dilakukan rutin melalui sistem pengangkutan harian dengan estimasi volume mencapai ±9 m³ per hari dalam kondisi normal, supaya tercipta kawasan yang bersih, tertata, dan nyaman. 51 personel cleaning service disiagakan demi memastikan fasilitas publik tetap layak dan optimal digunakan wisatawan.Selain itu, pendekatan persuasif dilakukan melalui sosialisasi kepada pelaku usaha di kawasan Tanjung Aan, serta penataan aktivitas guna memastikan kesesuaian dengan tata kelola kawasan. Upaya ini menjadi bagian dari pengendalian aktivitas di lapangan agar tetap tertib dan mendukung kenyamanan wisatawan.“Melalui langkah ini, kami ingin memastikan Tanjung Aan bukan sekadar menjadi destinasi yang indah. Tapi juga tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung maupun pelaku usaha,” tambah Agus. Ke depan, ITDC akan terus memperkuat pengelolaan di Tanjung Aan secara berkesinambungan, seiring meningkatnya aktivitas wisata serta pengembangan kawasan di KEK Mandalika.
Read MoreThe Mandalika, 17 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyalurkan bantuan pencegahan stunting kepada masyarakat Desa Rembitan, Lombok Tengah, pada Rabu, (1/04), sebagai bagian dari pemanfaatan dana hasil lelang amal pada gelaran MotoGP 2025. Program ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan ITDC dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di desa penyangga kawasan KEK Mandalika, melalui pemberian makanan tambahan (PMT) padat gizi secara rutin kepada balita underweight dan ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronik.Dana bantuan berasal dari lelang barang-barang bertanda tangan pembalap MotoGP yang diselenggarakan dalam rangkaian event MotoGP 2025, dengan total nilai mencapai Rp 72.523.800. Dari jumlah tersebut, dana dibagi antara ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), masing-masing sebesar Rp 36.261.900, untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat sebagai penerima manfaat.Vice President Destination Management ITDC, Nurhadi Nugraha mengatakan program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan status gizi penerima manfaat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini. “Dalam pelaksanaannya, program ini turut melibatkan kader kesehatan desa serta tenaga gizi dari Puskesmas Desa Kuta yang melakukan pemantauan dan pengukuran secara berkala setiap minggu. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan efektivitas intervensi serta perkembangan kondisi kesehatan para penerima manfaat,” ujar Nurhadi Nugraha.Melalui ITDC, dana itu disalurkan secara langsung dalam bentuk program Bantuan PMT padat gizi kepada 10 balita dengan kondisi underweight dan 5 ibu hamil dengan status Kekurangan Energi Kronik di Desa Rembitan. Program ini dirancang untuk diberikan secara berkelanjutan, yaitu selama 56 hari bagi balita dan 120 hari bagi ibu hamil, guna memastikan intervensi gizi yang optimal dan terukur. Sementara itu, penyaluran dana melalui MGPA akan difokuskan untuk masyarakat yang membutuhkan di sekitar Mandalika International Circuit.Berdasarkan hasil monitoring pada minggu pertama dan kedua bulan April 2026, program intervensi menunjukkan respons awal yang positif. Pada kelompok ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronik, tercatat adanya peningkatan rata-rata berat badan dari 44,24 kg pada pengukuran awal menjadi 44,98 kg pada minggu pertama, dan kembali meningkat menjadi 45,26 kg pada minggu kedua. Sementara itu, pada kelompok balita dengan kondisi underweight, rata-rata berat badan juga mengalami peningkatan bertahap dari 7,72 kg pada kondisi awal menjadi 7,95 kg pada minggu pertama, dan 8,1 kg pada minggu kedua, dengan tinggi badan relatif stabil. Meskipun masih dalam tahap awal, capaian ini menunjukkan indikasi perbaikan status gizi secara bertahap, sebagai respons intervensi PMT yang dilakukan secara konsisten dan terukur.“ITDC terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang tidak hanya mendukung pengembangan kawasan pariwisata, tapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perubahan positif dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta lingkungan di sekitar kawasan,” tutup Nurhadi Nugraha.
Read MoreThe Mandalika, 15 April 2026 – Kabar baik bagi para pecinta motorsport, tiket ajang balap GT World Challenge Asia 2026 yang akan digelar pada 1–3 Mei 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, masih tersedia dan dapat dibeli secara online. Tiket dapat dibeli melalui aplikasi Goers di tautan http://goers.co/gtwca2026 , situs resmi www.themandalikagp.com , aplikasi MyTelkomsel, serta pembelian langsung di Mandalika Circuit Store.Ajang balap mobil bergengsi ini tidak hanya menghadirkan kompetisi kelas dunia, tetapi juga menciptakan pengalaman dunia motorsport yang dikemas dalam konsep “Mandalika Festival of Speed”, dengan menyuguhkan rangkaian balapan, hiburan, serta aktivitas interaktif selama tiga hari penuh bagi masyarakat luas.Mengusung konsep festival, “Mandalika Festival of Speed” bukan cuma menghadirkan balapan internasional, tapi juga diramaikan berbagai ajang nasional yang memperkuat atmosfer kompetisi di lintasan. Beberapa di antaranya adalah Krida Agya Mandalika Kartini Race 2026 yang menjadi simbol semangat emansipasi perempuan di dunia otomotif, Subaru BRZ Super Series dengan persaingan mobil sport yang kompetitif, serta Time Attack yang menguji kecepatan terbaik para pembalap dalam satu putaran.Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, mengajak masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan langka ini. Menurutnya, menyaksikan langsung balapan di sirkuit memberikan sensasi yang jauh lebih imersif dibandingkan menyaksikan melalui layar.“Ini adalah kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menikmati langsung suasana balap internasional di tanah air. Kami mengundang seluruh pecinta otomotif dan masyarakat luas untuk datang ke The Mandalika dan menjadi bagian dari euforia GT World Challenge Asia 2026,” ujar Priandhi Satria.Tiket Mulai Rp50.000, Tersedia Beragam Kategori dan FasilitasTiket 3 Days Pass GT World Challenge Asia 2026 tersedia dalam beberapa kategori sesuai dengan preferensi penonton.Kategori Grandstand A ditawarkan dengan harga Rp50.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi masyarakat luas. Selain itu, tersedia tambahan akses pit walk seharga Rp100.000 yang terbatas untuk 150 pembeli pertama.Bagi penonton yang menginginkan kenyamanan dan pengalaman eksklusif, tersedia kategori Royal Box dengan harga Rp3.750.000, serta paket grup maksimal 30 orang seharga Rp75.000.000. Fasilitas yang didapatkan meliputi lunch and refreshments, serta akses eksklusif seperti grid walk, pit walk, and paddock access, yang memungkinkan penonton melihat langsung aktivitas tim dan mobil balap dari jarak dekat.Selama tiga hari, penonton akan disuguhkan rangkaian lengkap mulai dari sesi latihan, kualifikasi, hingga balapan utama. Ini memberikan pengalaman menyeluruh dalam menikmati dinamika sebuah ajang balap internasional, dari persiapan awal hingga puncak.Dengan kombinasi balap internasional, kompetisi ajang nasional, pengalaman festival otomotif yang komprehensif, GT World Challenge Asia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit jadi momentum yang sayang untuk dilewatkan.Penyelenggaraan event ini tidak hanya bicara tentang hiburan, tapi juga jadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan motorsport nasional serta memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia.Pantau terus informasi terbaru melalui:Instagram.com/themandalikagpfacebook.com/themandalikagpyoutube.com/@themandalikagptiktok.com/@themandalikagplinkedin.com/company/themandalikagp
Read MoreThe Nusa Dua, 09 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan dan berintegritas melalui pencapaian sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang diterima pada Jumat, (27/3) di The Nusa Dua. Sertifikasi ini diperoleh setelah ITDC berhasil melalui proses Audit Surveillance II yang dilaksanakan pada Januari 2026. Sertifikasi tersebut diberikan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia, lembaga sertifikasi independen yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan menjadi bagian dari jejaring global International Accreditation Forum (IAF). Hal ini memastikan bahwa sertifikasi yang diperoleh ITDC memenuhi standar nasional maupun pengakuan internasional. Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjaga integritas pengelolaan kawasan pariwisata strategis nasional. “Sertifikasi ISO 37001 ini merupakan wujud komitmen kami dalam memastikan seluruh proses bisnis ITDC berjalan dengan prinsip transparansi dan integritas. Pencapaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kepercayaan investor dan mitra strategis, khususnya dalam pengembangan kawasan pariwisata berskala global yang menuntut standar tata kelola tinggi dan transparansi,” ujar Ahmad Fajar. Ia menambahkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan standar, tetapi juga sebagai instrumen penguatan sistem pengendalian internal serta budaya kerja yang menjunjung tinggi etika dan akuntabilitas.Sebagai pengelola kawasan pariwisata nasional seperti The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur (NTT), ITDC memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berdaya saing global. Oleh karena itu, implementasi SMAP menjadi langkah penting dalam memastikan seluruh proses kerja sama dan pengembangan kawasan dilakukan secara profesional dan bebas dari praktik penyuapan. Sertifikasi ISO 37001 juga sejalan dengan komitmen ITDC dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek governance, guna mendukung pengembangan kawasan pariwisata yang berkelanjutan, kredibel, dan terpercaya di tingkat nasional maupun internasional.“Ke depan, ITDC akan terus memperkuat implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan melalui peningkatan kapasitas internal, penguatan pengawasan, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, sebagai bagian dari upaya menjaga reputasi dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan kawasan pariwisata nasional,” tutup Ahmad Fajar.
Read MoreJakarta, 6 April 2026 – Deru mesin balap mobil GT3, adrenalin pembalap, sorak-sorai penonton penonton akan kembali menggema di Mandalika International Circuit, pada 1-3 Mei 2026. GT World Challenge Asia 2026 seri 3 dan 4 hadir bukan hanya sebagai ajang balap kelas dunia, tetapi juga sebagai panggung yang memadukan motorsport dengan kekayaan budaya Indonesia dalam satu pengalaman yang utuh.The Mandalika kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi sportainment tourism unggulan dengan menghadirkan konsep yang lebih dari sekadar balapan. atmosfer kompetisi berkecepatan tinggi akan berpadu dengan semarak opening ceremony yang sarat nilai budaya, menciptakan pengalaman yang imersif bagi seluruh penonton.Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, menyampaikan bahwa penyelenggaraan event ini memiliki peran strategis dalam pembangunan ekosistem olahraga nasional. “Selain menghadirkan kompetisi balap kelas dunia, penyelenggaraan GT World Challenge Asia adalah bagian dari strategi penguatan ekosistem olahraga nasional. Event seperti ini memberikan ruang bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitas sebagai tuan rumah ajang internasional, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembinaan atlet, industri olahraga, serta memperkuat sport tourism sebagai sektor strategis yang berkelanjutan,” ujarnya.Keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2025 menjadi pijakan kuat. Event tersebut berhasil menarik sekitar 9.000 pengunjung selama akhir pekan balapan, dan siaran langsung di youtube mencatat lebih dari 1,2 juta views termasuk penetrasi pasar China dengan 3,1 juta views. Tingginya konsumsi konten juga tercermin dari akumulasi 188.900 jam waktu tonton.Direktur Komersial InJourney, Veronica H. Sisilia menegaskan bahwa InJourney, sebagai strategic holding dan orkestrator di sektor aviasi dan pariwisata, melihat penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat positioning kawasan The Mandalika sebagai destinasi sport and entertainment kelas dunia, sekaligus mendorong nation branding pariwisata Indonesia di kancah global.“Sejalan dengan komitmen InJourney dalam pengembangan destinasi, ajang internasional seperti GT World Challenge Asia yang diikuti oleh 46 peserta dari 17 negara ini menghadirkan global impression yang sangat kuat. Kami melihat peluang besar untuk menjadikannya sebagai sarana promosi efektif sekaligus key driver dalam meningkatkan daya tarik Mandalika. Ke depan, event ini diharapkan tidak hanya mengangkat posisi Mandalika sebagai destinasi unggulan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Veronica.Sementara itu, Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menekankan dampak ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan event internasional. “GT World Challenge Asia menjadi katalis penting dalam memperkuat positioning The Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Melalui penyelenggaraan event internasional yang konsisten, kami melihat terciptanya multiplier effect yang nyata, mulai dari peningkatan okupansi, pertumbuhan UMKM, hingga terbukanya peluang investasi baru. ITDC terus berkomitmen menghadirkan ekosistem kawasan yang terintegrasi, berstandar global, dan berkelanjutan,” ujarnya.Lebih dari sekadar seremoni pembukaan, event ini mencerminkan positioning The Mandalika sebagai destinasi kelas dunia yang mengintegrasikan olahraga dan budaya. Selain menghadirkan fasilitas balap berstandar internasional, Sirkuit Mandalika juga menawarkan pengalaman autentik berbasis kearifan lokal sebuah diferensiasi yang semakin memperkuat daya tariknya di mata global.Memasuki tahun 2026, konsep opening ceremony dikembangkan menjadi lebih modern, imersif, dan berkelas, dengan mengusung elemen visual yang memadukan ikon Gunung Rinjani dan Tambora, Garuda, serta Merah Putih sebagai simbol kebanggaan nasional dan identitas Nusa Tenggara Barat. Pertunjukan ini akan melibatkan 500 talenta dalam kolaborasi tari dan musik lintas daerah, menghadirkan narasi kuat tentang persatuan dan kebhinekaan Indonesia.Dari sisi kompetisi, GT World Challenge Asia 2026 diperkirakan menghadirkan 23 mobil GT3, 46 pembalap, serta partisipasi dari sekitar 17 negara, termasuk Jepang, China, Australia, Prancis, Amerika Serikat, hingga Indonesia. Hal ini semakin menegaskan posisi Mandalika International Circuit sebagai bagian penting dalam kalender motorsport internasional. Director of SRO Motorsport Asia, Benjamin Franassovici, menyampaikan bahwa The Mandalika memiliki diferensiasi kuat di kancah global. “Keunggulan Mandalika International Circuit terletak pada kemampuannya menghadirkan pengalaman motorsport yang berbeda tidak hanya dari sisi teknis sirkuit, tetapi juga dari atmosfer dan identitas yang kuat. Integrasi antara balap kelas dunia dan budaya lokal menjadi diferensiasi yang memperkuat daya tarik The Mandalika di kalender internasional. Ke depan, kami akan terus mendorong aktivasi event yang lebih beragam untuk memperluas basis penggemar dan memastikan keberlanjutan ekosistem motorsport di Indonesia,” ungkapnya. Selain memberikan dampak global, event ini juga mendorong pemberdayaan lokal dengan melibatkan sekitar 500 tenaga kerja lokal NTB dalam berbagai peran strategis, mulai dari marshal, dan hospitality, yang turut berkontribusi dalam kelancaran operasional event.Dengan perpaduan aksi balap kelas dunia dan suguhan budaya yang autentik, GT World Challenge Asia Mandalika 2026 diharapkan kembali menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Penonton tidak hanya menyaksikan duel kecepatan mobil GT, tetapi juga menikmati atmosfer festival di mana suara mesin, gemuruh penonton, dan irama budaya berpadu dalam satu panggung besar. Tiket dan Benefit Eksklusif Tiket 3 Days Pass GT World Challenge Asia 2026 tersedia dalam beberapa kategori untuk pengalaman yang beragam. Kategori Grandstand A dibanderol seharga Rp50.000, dengan opsi tambahan pit walk sebesar Rp100.000 yang tersedia untuk 150 pembeli pertama. Selain itu, tersedia kategori Royal Box seharga Rp3.250.000, paket eksklusif Royal Box untuk maksimal 30 orang sebesar Rp75.000.000. Selama tiga hari penuh, Penonton dapat menikmati seluruh rangkaian balapan mulai dari sesi latihan, kualifikasi, hingga balapan utama. Bagi penonton yang menginginkan pengalaman eksklusif, Royal Box menawarkan berbagai fasilitas premium seperti lunch & refreshments, akses grid walk, pit walk, dan paddock access untuk melihat lebih dekat aktivitas tim dan mobil balap. Tiket dapat dibeli secara online melalui aplikasi Goers di tautan http://goers.co/gtwca2026, melalui website resmi www.themandalikagp.com, aplikasi MyTelkomsel, serta secara langsung di Mandalika Circuit Store. Pantau terus informasi terbaru melalui: Instagram.com/themandalikagp facebook.com/themandalikagp youtube.com/@themandalikagp tiktok.com/@themandalikagp linkedin.com/company/themandalikagp
Read MoreThe Nusa Dua, 2 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kawasan pariwisata kelas dunia melalui penguatan aspek keamanan dan keselamatan. DI The Nusa Dua, ITDC menyerahkan bantuan sarana patroli laut kepada Satuan Polisi Air (Satpolairud) Pos The Nusa Dua di Wantilan, The Nusa Dua, Bali (2/4).Bantuan yang diserahkan berupa 1 unit rubber boat patroli, 1 unit mesin boat, dan 5 unit life jacket. Dukungan ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara ITDC dan Satpolairud dalam memperkuat sistem pengamanan, ketertiban, dan keselamatan di wilayah perairan, khususnya di sepanjang pesisir kawasan The Nusa Dua.Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Polisi Resort Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Denpasar, Kasat Polairud, Kapolsek Kuta Selatan, Kanit Patroli Laut, Kasubnit Gakkum, serta Kasubnit Binmasair, bersama jajaran terkait, sebagai bentuk dukungan lintas sektor dalam menjaga keamanan destinasi pariwisata unggulan nasional.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan bahwa karakteristik The Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata terintegrasi bertaraf internasional, dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 4 kilometer serta area strategis seperti Pulau Peninsula dan Nusa Dharma, menjadikan intensitas interaksi antara aktivitas wisata dan wilayah perairan sangat tinggi. “Dengan kondisi tersebut, kebutuhan akan respons cepat dalam penanganan keamanan dan keselamatan di perairan menjadi sangat penting. Kolaborasi dengan Satpolairud merupakan langkah strategis untuk memastikan kawasan tetap aman dan kondusif,” ujarnya.Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah preventif dalam meminimalisasi potensi kecelakaan laut serta gangguan keamanan kawasan. Dengan dukungan sarana patroli yang lebih memadai, pengawasan di wilayah perairan diharapkan semakin optimal, sekaligus meningkatkan respons terhadap berbagai potensi risiko. Lebih lanjut, penguatan sistem keamanan ini juga menjadi bagian integral dalam menjaga citra The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata unggulan berkelas dunia yang mengedepankan kenyamanan dan keamanan wisatawan. ITDC meyakini bahwa keamanan merupakan fondasi utama dalam menciptakan pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan setelah penyerahan bantuan, turut dilakukan patroli laut gabungan yang dimulai dari Dermaga Quicksilver, Tanjung Benoa. Patroli ini menjadi simbol implementasi nyata dari sinergi antara pengelola kawasan dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah perairan.“Keamanan yang didukung oleh sarana dan prasarana yang baik merupakan kunci dalam menghadirkan destinasi berkelas dunia. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna dengan memastikan kawasan tetap aman, tertib, dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan”, tutupnya.Melalui langkah ini, ITDC tidak hanya memperkuat sistem keamanan kawasan, tetapi juga menegaskan perannya dalam mendukung pengembangan pariwisata nasional yang berkualitas, aman, dan berdaya saing global.
Read MoreThe Mandalika, 31 Maret 2026 – Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Kawasan The Mandalika menghasilkan dampak ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun, berdasarkan studi yang disusun oleh Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB). Capaian ini menegaskan bahwa ajang MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya menjadi perhelatan olahraga internasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pergerakan ekonomi nasional dan daerah.Event ini berhasil menghadirkan 140.324 penonton dengan tingkat okupansi hotel mencapai 100% di kawasan Mandalika, serta rata-rata okupansi sebesar 93% di Pulau Lombok dan 90% di Kota Mataram. Selain itu, lebih dari 600 UMKM lokal terlibat dan lebih dari 3.000 tenaga kerja terserap, dengan 67% di antaranya berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka menyampaikan, “Pengembangan The Mandalika merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan ekosistem sport tourism di Indonesia yang mampu mengintegrasikan sektor olahraga, sektor pariwisata dan pengembangan ekonomi lokal, termasuk UMKM. Pelaksanaan event internasional yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit terbukti mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai bagian Injourney Group berkomitmen untuk menjadikan Kawasan The Mandalika, termasuk Pertamina Mandalika International Circuit beserta event yang digelar di dalamnya, menjadi bagian dari pengembangan destinasi sport tourism di Indonesia.“Berdasarkan studi dampak ekonomi yang disusun LETMI ITB, penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 menghasilkan estimasi dampak ekonomi nasional mencakup peningkatan aktivitas pariwisata, perputaran ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi terhadap penguatan national branding Indonesia di mata dunia. Angka ini mencerminkan multiplier effect yang jauh melampaui biaya penyelenggaraan event,” kata dia.Melihat manfaat yang diperoleh, Perseroan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan penyelenggaraan event internasional tersebut dengan skema yang semakin optimal dan berkelanjutan.“Sebagai bagian dari peran kami sebagai agent of development dan value creator, InJourney Group dan ITDC berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memastikan setiap langkah bisnis memberikan nilai tambah yang berkelanjutan, baik bagi Perseroan, negara, maupun masyarakat luas. Dengan metode pengembangan yang kami lakukan, kami optimistis akan mampu menjadikan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia sekaligus memperkuat daya saing di dunia,” ujar Troy.
Read More