The Mandalika, 3 Maret 2025 – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) terus mempersiapkan Pertamina Mandalika International Circuit, kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, NTB sebagai tuan rumah GT World Challenge Asia 2025 yang akan berlangsung pada 9-11 Mei 2025. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar keselamatan balap, MGPA menyelenggarakan pelatihan intensif bagi para marshal dan racing committee guna memastikan kesiapan mereka dalam menangani berbagai skenario di lintasan.Pelatihan melibatkan 5 Chief Rescue & Recovery Marshal, 6 Chief Track Maintenance, 7 Racing Committee, serta 20 Chief Sector Marshal. Mereka mendapatkan bimbingan langsung dari Taqwa Suryo Swasono, pemilik Bengkel Spesialis Performa Garden Speed serta pengurus IMI Pusat selama dua periode (10 tahun) sebagai Direktur Teknik Olahraga Mobil, yang berbagi wawasan tentang aspek keselamatan dan teknis. Selain itu, sesi pelatihan juga dipandu oleh Michael A. Andries, penggagas Bengkel Spesialis Mesin Balap M Tuning, yang memberikan materi seputar teknis otomotif.Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, menegaskan pentingnya pelatihan ini dalam memastikan kelancaran GT World Challenge Asia 2025. “Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan seluruh tim yang bertugas di Pertamina Mandalika International Circuit memiliki pemahaman yang mendalam tentang keselamatan dan regulasi balap mobil. Dengan standar yang tinggi dalam persiapan ini, kami optimis dapat menyelenggarakan GT World Challenge Asia 2025 dengan sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi pembalap serta seluruh pihak yang terlibat."Program pelatihan terdiri dari dua sesi utama yaitu In-Class Training dan Field Training. In-Class Training mencakup regulasi balap mobil nasional, prosedur evakuasi kendaraan yang aman, penggunaan alat komunikasi dalam balapan, arti bendera balap, serta teknik pemadaman api pada mobil yang terbakar. Sementara itu, Field Training difokuskan pada praktik langsung evakuasi pembalap saat terjadi insiden di lintasan.Sebagai bagian dari komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar, seluruh marshal yang bertugas berasal dari tenaga kerja lokal. Selain itu, MGPA juga memperluas cakupan pelatihan dengan menggandeng Tim Medis RSUD Provinsi NTB serta Tim Ekstrikasi Basarnas Mataram untuk mendukung persiapan Rescue & Recovery selama perlombaan berlangsung.Dengan adanya pelatihan ini, MGPA berharap seluruh peserta dapat meningkatkan keterampilan serta kesiapan dalam menangani berbagai situasi di lintasan. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya MGPA dalam memastikan GT World Challenge Asia 2025 dan berbagai event internasional lainnya dengan standar keselamatan tertinggi, sejalan dengan regulasi balap internasional,” tutup Andhi.Pantau terus informasi terbaru melalui:🌐 Situs resmi: www.themandalikagp.com📱 Instagram: @themandalikagp
Read MoreJakarta, 2 Maret 2025 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC kembali menunjukkan komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas dengan mempertahankan Sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Tahun ini, ITDC berhasil memperluas cakupan sertifikasi hingga ke destinasi wisata The Golo Mori, Kab. Manggarai Barat, NTT, menegaskan upaya berkelanjutan dalam memastikan praktik bisnis yang terintegrasi di seluruh wilayah operasionalnya.Sertifikasi ISO 37001:2016 merupakan standar internasional yang mengatur sistem manajemen untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani risiko penyuapan. Dengan diperluasnya lingkup sertifikasi ke The Golo Mori, ITDC semakin memperkuat implementasi sistem anti-penyuapan dalam pengelolaan destinasi wisata unggulan.Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ITDC, Ahmad Fajar menyatakan, “Keberhasilan ITDC dalam mempertahankan sertifikasi ISO 37001:2016 sekaligus memperluas lingkupnya ke The Golo Mori, membuktikan komitmen kami dalam membangun ekosistem pariwisata yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik penyuapan. Kami akan terus meningkatkan penerapan tata kelola yang baik guna menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan terpercaya.”Sertifikasi ini dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang diakui oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), untuk memastikan bahwa penerapan standar yang digunakan telah sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). ITDC menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk praktik penyuapan dan pelanggaran hukum, sebagai bagian dari komitmen dalam menciptakan lingkungan bisnis yang bersih dan transparan.ITDC memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berintegritas. Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menciptakan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).Untuk mewujudkan hal tersebut, ITDC telah menerapkan berbagai langkah strategis, antara lain penguatan sistem SMAP, reformasi proses kerja guna meningkatkan transparansi dan efisiensi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat budaya integritas dan akuntabilitas, serta memastikan setiap aktivitas bisnis berjalan sesuai dengan prinsip kepatuhan dan etika usaha yang tinggi.“Kami akan terus menjunjung tinggi prinsip integritas serta memastikan setiap aspek bisnis yang dijalankan sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG), Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku Perusahaan, serta prinsip 4 NO’s: No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxuries Hospitality, ” imbuh Fajar.ITDC berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) guna menciptakan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan berintegritas. Kami mengapresiasi dukungan PT Garuda Sertifikasi Indonesia serta dedikasi seluruh pegawai dalam memastikan kelancaran proses audit ini. “Dengan mitigasi risiko yang lebih baik dan peningkatan kesadaran akan kepatuhan, ITDC siap melangkah maju dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang bersih dan berkelanjutan," tutup Fajar.
Read MoreThe Mandalika, 28 Februari 2025 – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC sebagai bagian dari InJourney Group, menggelar aksi nyata melalui program InJourney Green. Sebagai langkah konkret, ITDC melaksanakan penanaman pohon pada Jumat (28/2) di East Gate The Mandalika, Lombok Tengah, NTB yang merupakan bagian dari target besar penanaman 27.850 pohon oleh seluruh anak usaha InJourney hingga akhir tahun 2025.Kegiatan ini juga melanjutkan inisiatif yang telah dilakukan sebelumnya, yakni penanaman 10.000 pohon menjelang perhelatan IndonesianGP 2024. Selain penanaman pohon, pegawai ITDC di The Mandalika, Lombok Tengah, NTB turut serta dalam aksi bersih lingkungan, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam di kawasan The Mandalika.General Manager The Mandalika, Wahyu M. Nugroho menyampaikan “ITDC dalam Pengembangan KEK Mandalika yang mengedepankan konsep Integrated Sustainable Development sejalan dengan konsep InJourney Green”. Kegiatan yang kami lakukan hari ini di The Mandalika bukan hanya sebatas aksi simbolis, tetapi menjadi bagian dari langkah besar kami dalam menjaga kelestarian alam dan menciptakan destinasi wisata yang hijau serta berdaya saing global.”InJourney Green merupakan gerakan kolektif seluruh anggota InJourney Group dalam membangun ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan, selaras dengan visi Indonesia menuju Net Zero Carbon pada tahun 2060 dan Zero Waste pada tahun 2050. Program ini mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), poin 14 (Ekosistem Laut), dan poin 15 (Ekosistem Darat). Kegiatan akan berlangsung di seluruh area operasional InJourney dan destinasi wisata yang dikelola dari tahun 2024 hingga 2027.ITDC juga menyadari pentingnya keterlibatan karyawan, masyarakat dan stakeholders terkait di masing-masing destinasi yang dikelola untuk bersama-sama dalam menjaga kelestarian lingkungan, sehingga akan menjadi sebuah menggerakkan aksi nyata secara berkelanjutan.“Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Dengan gotong royong dan komitmen yang kuat, kita bisa mewujudkan ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan, lestari, dan berdampak positif bagi generasi mendatang serta meningkatkan kualitas kenyamanan wisatawan yang berkunjung di KEK Mandalika,” tutup Wahyu.
Read MoreThe Mandalika, February 26, 2025 – CV Purnama, one of the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) fostered by ITDC specializing in home decor and wall decor, has recorded a 60% year-on-year (YoY) revenue growth, increasing from an average of IDR 50 million per month in January 2024 to IDR 80 million in January 2025. Additionally, CV Purnama has successfully expanded its export market to six countries: Malaysia, Kuwait, Australia, the United States, Germany, and France.Corporate Secretary Group Head of ITDC, Million Sekarsari, stated that this achievement demonstrates the success of ITDC’s MSME development program in empowering local businesses. “We are proud to see the continuous progress of CV Purnama. We not only provide training but also open access to domestic and international markets, helping MSMEs like CV Purnama move up to the next level,” she said.Founded by M. Zaenuri Hamka and his wife, Muliani, CV Purnama has grown into a family business now managed together with their son, Abdul Qaedir Jaelani, in Praya, Central Lombok. Since 2019, CV Purnama has received support from ITDC through the Small and Medium Business (UMK) Funding Program, followed by various training sessions, including website development, digital marketing, Sarinah Pandu training, and access to the Indonesian Export Financing Agency (LPEI). Thanks to this support, the company has also actively participated in various events in The Mandalika, further expanding its product exposure.As the next-generation leader of the family business, Abdul Qaedir Jaelani emphasized that CV Purnama’s business expansion would not have been possible without ITDC’s support since 2019. According to him, ITDC has played a crucial role in business development, from capacity building and funding to opening wider market access.“We have benefited greatly from ITDC’s programs, including the Sarinah Pandu MSME training from October 24-26, 2023, as well as access to the Indonesian Export Financing Agency (LPEI). Additionally, ITDC has provided us with opportunities to showcase our products at prestigious events in The Mandalika, significantly helping us reach a broader market,” he stated.Beyond market expansion, CV Purnama has also received numerous prestigious awards that highlight the quality and innovation of its products. In 2024, CV Purnama was awarded Second Place in the Kriya Award of Dekranasda NTB for the Natural Fiber category with its woven handicrafts. This success followed previous achievements, including First Place in the 2023 Dekranasda NTB Home Decor Category for a piece created by M. Zaenuri Hamka, as well as a National Top 30 placement in 2023 for a woven food cover crafted by Muliani. These accolades further solidify CV Purnama’s reputation in the locally-inspired handicraft industry.“With continuous innovation and a commitment to high-quality, sustainable products, we hope CV Purnama remains dedicated to delivering outstanding, eco-friendly products. This success serves as an inspiration for other MSMEs in NTB to continue growing in the global market,” Million concluded.
Read MoreThe Mandalika, 21 Februari 2025 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan Ibu hamil dan pencegahan stunting di Desa Prabu, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui program dukungan gizi yang diinisiasi sejak 10 September 2024. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan per 5 Februari 2025, terjadi peningkatan bertahap pada rata-rata berat badan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis. Pada tahap awal evaluasi, rata-rata berat badan ibu hamil tercatat sebesar 45,85 kg (MONEV I) yang kemudian meningkat menjadi 50,86 kg pada evaluasi terakhir (MONEV IV). Selain itu, Lingkar Lengan Atas (LiLA), yang menjadi indikator status gizi ibu hamil, juga menunjukkan peningkatan dari 22,3 cm menjadi 22,61 cm, yang menandakan adanya perbaikan kondisi gizi para peserta program.Corporate Secretary Group Head ITDC, Million Sekarsari, menyampaikan bahwa peningkatan status gizi ibu hamil dalam program ini mencerminkan efektivitas pendekatan komprehensif yang ditetapkan dalam upaya pencegahan stunting. “Kami sangat mengapresiasi komitmen dan disiplin para ibu hamil yang telah mengikuti program ini. Hasil yang dicapai membuktikan bahwa dengan asupan gizi yang baik serta edukasi yang tepat, kita bisa mencegah risiko stunting sejak masa kehamilan, sehingga generasi mendatang memiliki peluang tumbuh lebih sehat dan optimal.” ujar Million.Selain perkembangan positif dari ibu hamil, dua peserta program telah melahirkan pada akhir Januari lalu. Kedua bayi tersebut lahir dalam kondisi sehat dengan berat badan sesuai standar kesehatan, sehingga tidak tergolong dalam risiko stunting. Kelahiran ini menjadi indikator awal keberhasilan program, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi ibu hamil tetapi juga memastikan kesehatan bayi sejak dalam kandungan.Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), ITDC terus berkolaborasi dengan Puskesmas Kuta serta dan Pemerintah Desa Prabu untuk menjamin keberlanjutan program ini. Selain pemberian asupan gizi tambahan, para ibu hamil peserta program juga mendapatkan edukasi gizi, demonstrasi memasak makanan sehat, serta pendampingan kesehatan secara berkala untuk meningkatkan pemahaman mengenai pola makan yang baik bagi ibu dan janin.Dengan hasil positif yang telah dicapai, ITDC berkomitmen untuk memperluas jangkauan program agar lebih banyak ibu hamil di desa-desa penyangga kawasan The Mandalika dapat merasakan manfaatnya. “Upaya ini merupakan bagian dari komitmen ITDC untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membangun generasi yang lebih sehat dan cerdas,” tutup Million.
Read MoreJakarta, 23 Februari 2025 – Antusiasme luar biasa menyambut gelaran MotoGP™️ 2025 – Pertamina Grand Prix of Indonesia (IndonesianGP) terlihat dari tingginya minat penggemar dalam program Early Bird. Tiket kategori Premium Grandstand telah habis terjual (SOLD OUT). Namun, kesempatan masih terbuka bagi para penggemar untuk mendapatkan pengalaman eksklusif melalui kategori VIP Deluxe Class, VIP Luxury Tent, dan Regular Grandstand dengan harga spesial.Tiket dengan harga spesial ini tersedia secara eksklusif di www.themandalikagp.com dalam periode terbatas, mulai 8 hingga 28 Februari 2025. Pembeli dapat menikmati diskon terbesar selama periode ini, karena nilai potongan harga akan berkurang seiring berjalannya waktu. Pastikan untuk segera mengamankan tiket Anda dengan harga terbaik!Kategori tiket early bird SOLD OUT yakni Premium Grandstand Zona A, B, C, J, dan K! Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari IndonesianGP 2025 dengan menonton balapan secara langsung dari lokasi terbaik, tersedia beberapa kategori tiket seperti VIP Deluxe Class, VIP Luxury Tent, dan Regular Grandstand dengan harga spesial Early Bird. Tiket VIP Deluxe Class dijual dengan harga Rp 11.250.000, VIP Luxury Tent (Zona T1, D, F, dan G) yang ditawarkan dengan harga Rp 5.812.500, serta Regular Grandstand (Zona E, G, H, dan I) yang dibanderol mulai dari Rp 140.000.Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, menyampaikan bahwa program Early Bird ini bertujuan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat agar dapat menikmati balapan MotoGP™️ dengan harga yang lebih terjangkau. "Kami ingin lebih banyak penggemar MotoGP™️ merasakan langsung atmosfer dan keseruan balap kelas dunia di Pertamina Mandalika International Circuit. Penawaran spesial ini, diharapkan dapat meningkatkan antusiasme masyarakat, termasuk dari luar daerah Lombok, serta mendorong pertumbuhan kunjungan wisata ke Lombok sebagai salah satu destinasi sport & entertainment tourism unggulan di Indonesia”.VIP Deluxe Class menghadirkan pengalaman menonton terbaik dengan fasilitas eksklusif di bangunan permanen Deluxe Class. Penonton menikmati akses premium, fasilitas lounge eksklusif, serta layanan jamuan eksklusif. Dengan lokasi strategis dan pemandangan lintasan terbaik.Pilihan terbaru, VIP Luxury Tent menghadirkan kenyamanan ekstra dengan konsep tenda premium yang berlokasi di beberapa zona strategis, yaitu Zona T1, D, F, dan G. Dengan tempat duduk yang luas, area bersantai eksklusif, serta layanan makanan dan minuman sepanjang hari, kategori ini ideal bagi mereka yang menginginkan pengalaman menonton MotoGP™️ dengan suasana lebih santai namun tetap mewah.Bagi penggemar yang mencari pengalaman menonton langsung dengan harga lebih terjangkau, Regular Grandstand di Zona E, G, H, dan I menjadi pilihan tepat. Dengan lokasi strategis dan atmosfer penuh semangat, kategori ini memungkinkan penonton menikmati keseruan balapan bersama ribuan penggemar lainnya.Setelah periode Early Bird berakhir, akan ada promo menarik lainnya dengan keuntungan khusus bagi para penggemar MotoGP™️. Namun, nilai potongan harga akan berkurang seiring berjalannya waktu, sehingga Early Bird tetap menjadi kesempatan terbaik untuk mendapatkan harga termurah!Pantau terus untuk promo menarik selanjutnya! Untuk informasi lebih lanjut mengenai MotoGP™️ 2025 – Pertamina Grand Prix of Indonesia (IndonesianGP), kunjungi situs resmi www.themandalikagp.com atau ikuti akun Instagram @themandalikagp.
Read MoreThe Mandalika, 20 Februari 2025 – Festival Pesona Bau Nyale 2025 sukses digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ribuan wisatawan dan masyarakat memadati Pantai Seger, terutama pada puncak acara Rabu (19/2), untuk mengikuti ritual mencari Nyale, cacing laut yang diyakini sebagai jelmaan Putri Mandalika.PGS. General Manager The Mandalika, Wahyu M. Nugroho, menyatakan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam festival ini, "Festival Pesona Bau Nyale menjadi simbol dari bagaimana tradisi dapat terus dilestarikan sekaligus berkontribusi pada pariwisata dan ekonomi lokal. Ritual ini tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga melambangkan keberkahan serta harapan akan panen yang melimpah bagi masyarakat setempat. ITDC berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan Bau Nyale dengan memastikan infrastruktur dan kebersihan di kawasan The Mandalika tetap terjaga," ujarnya.Sebagai salah satu event budaya terbesar di NTB, Festival Pesona Bau Nyale tahun 2025 menghadirkan rangkaian acara spektakuler sejak 12 Februari, dengan puncaknya pada malam 18 Februari di Pantai Seger. Festival ini diawali dengan tradisi Peresean bertema ‘Experience The Warrior Spirit’, di area Kuta Beach Park (KBP), yang berlangsung pada 14-16 Februari, menampilkan pertarungan atraktif antara pepadu (petarung) dari Paguyuban Gunung Pujut Lombok Tengah Vs Paguyuban Pusake Jati Lombok Timur. Selanjutnya, Karnaval Siyu Putri Mandalika pada 17 Februari semakin menyemarakkan suasana, menghadirkan parade megah dengan menghadirkan 1.000 Putri Mandalika yang mengenakan pakaian adat Lombok.ITDC sebagai pengembang dan pengelola KEK Mandalika mendukung dalam persiapan berbagai fasilitas seperti penerangan jalan menuju Pantai Seger, penyediaan toilet portable, serta dukungan pengamanan di berbagai titik strategis. Selain itu, ITDC juga mengerahkan tim kebersihan untuk memastikan kelancaran festival sebelum, selama, dan setelah acara berlangsung."Festival Pesona Bau Nyale 2025 menjadi bukti bahwa warisan tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga elemen strategis dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Festival ini mencerminkan bagaimana sinergi antara budaya, alam, dan industri pariwisata dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek pelestarian kearifan lokal, tetapi juga dalam memperkuat daya saing destinasi wisata dan ekosistem ekonomi. Dengan pendekatan yang holistik, The Mandalika memperkuat perannya sebagai model pengembangan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan," tutup Wahyu.
Read MoreJakarta, 18 Februari 2025 – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi dan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, melalui anak usahanya PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), akan menggelar GT World Challenge Asia 2025 pada 9-11 Mei 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit. Ajang yang merupakan balapan roda empat pertama di Indonesia, sekaligus menjadi balapan roda empat pertama di Pertamina Mandalika International Circuit, semakin memperkuat The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination. Sebagai tuan rumah GT World Challenge Asia 2025, ITDC berkomitmen memastikan penyelenggaraan event ini memenuhi standar internasional, terutama dalam aspek fasilitas sirkuit yang mendukung keselamatan dan kenyamanan bagi pembalap serta tim. Selain aspek teknis, ITDC juga berupaya menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi penonton dengan menghadirkan fasilitas yang nyaman, akses yang mudah, serta atmosfer yang seru, sehingga setiap pengunjung dapat menikmati pengalaman menonton balapan berstandar internasional.Direktur Utama InJourney, Maya Watono mengatakan, “InJourney sebagai strategic Holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata memiliki peranan tak hanya sebagai orkestrator pariwisata namun juga agent of development. Salah satu key drivers pengembangan pariwisata adalah melalui penyelenggaraan event internasional. Tentunya dengan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2025 ini akan menjadi tonggak penting dalam memperluas fungsi sirkuit sebagai tuan rumah balapan roda empat, sekaligus memperkuat nation branding Indonesia di mata dunia sebagai destinasi unggulan sports and entertainment tourism di kawasan Asia.”GT World Challenge Asia 2025 akan diikuti oleh 66 pembalap dari 21 negara yang tergabung dalam 33 tim. Dengan diselenggarakan ajang ini akan menciptakan global impression untuk nation branding sekitar 971 juta baik dari conventional media dan digital. Sementara itu, Direktur Komersial ITDC, Troy Warokka, menjelaskan, "ITDC, sebagai pengelola kawasan, berkomitmen menjadikan The Mandalika sebagai destinasi unggulan sport tourism di Indonesia. Penyelenggaraan berbagai event berskala nasional dan internasional, termasuk GT World Challenge Asia 2025, semakin memperkuat posisi Kawasan The Mandalika dan Sirkuit Mandalika di kancah motorsport internasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi pengembangan kawasan dan ekonomi lokal.” “Event ini menciptakan multiplier effect yang signifikan, mulai dari peningkatan wisatawan, okupansi hotel, pertumbuhan UMKM, hingga peluang kerja bagi masyarakat. Selain itu, dampak ekonomi yang dihasilkan juga berkontribusi pada perkembangan industri kreatif dan penguatan industri kreatif dan ekonomi lokal,” imbuh Troy.Sementara, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria menambahkan, “GT World Challenge Asia di Mandalika merupakan hasil kolaborasi panjang dengan SRO Motorsports Group. Sejak 2022, SRO meninjau kesiapan sirkuit sebelum memasukkannya ke kalender balap. Keputusan ini membuktikan daya tarik Mandalika di panggung motorsport global. Awalnya dirancang untuk MotoGP dan WorldSBK, proses homologasi FIA menjadi tantangan tersendiri. MGPA pun berkoordinasi dengan FIA dan FIM untuk menyesuaikan trek, meningkatkan keselamatan, dan memastikan regulasi roda empat tanpa mengurangi standar roda dua,” Benjamin Franassovici, Director of SRO Motorsport Asia menyampaikan, “GT World Challenge Asia, bagian dari seri global GT World Challenge, telah berkembang sejak 2017 menjadi kompetisi GT3 terkemuka di Asia. Penambahan Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok memperkuat Asia sebagai tujuan utama balap GT3. Debut pertama seri ini di Indonesia menandai acara motorsport internasional pertama di Mandalika, meningkatkan profil Indonesia dan potensi Mandalika sebagai destinasi balap utama. Seri ini menampilkan 30 mobil GT3 dari tim top seperti Absolute Racing (Porsche dan Lamborghini), Origine Motorsport (China, Porsche), Phantom Racing (China, Audi dan Porsche), Plus Racing (Jepang, BMW M4 GT3), Climax Racing (Mercedes-AMG GT3), dan pembalap lokal Setiawan (Aston Martin) serta David Tjiptobiantoro (Ferrari). Kami menantikan balapan bersejarah di Mandalika pada Mei”.”
Read MoreJakarta, 18 Februari 2025 - Tahun 2025 menjadi momentum besar bagi The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan berbagai event bergengsi yang akan mengisi kalender sepanjang tahun. Dengan total 270 hari pemakaian, Pertamina Mandalika International Circuit, kawasan The Mandalika semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination unggulan di Asia. Berbagai ajang balap internasional, festival budaya, dan kegiatan komunitas akan digelar untuk menarik wisatawan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.Rangkaian Event Menarik di The Mandalika 2025 Selain GT World Challenge Asia 2025, berbagai acara lain siap meramaikan The Mandalika. Dengan kehadiran event-event ini, kawasan The Mandalika terus berkembang menjadi ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.Calendar of Event The Mandalika 2025 mencakup berbagai agenda menarik:Januari | Pertamina Enduro VR46 Riders AcademyFebruari | The Mead Johnson 4th Pediatric Science Network Hub, Festival Bau Nyale, Yamaha Training and PracticeMaret Selama Ramadhan | Berkah Ramadhan Seru Street Food FestivalApril | Mandalika Racing Series (Round 1)Mei | Ducati We Ride As One, GT World Challenge Asia, Indonesia Gastrodiplomacy Series, dan Mandalika Festival of Speed (Round 1)Juni | Mandalika Racing Series (Round 2), Mandalika Festival of Speed (Round 2)Juli | JDM Fun DayAgustus | Mandalika Racing Series (Round 3), Porsche Carrera Cup Asia, FIM Asia Road Racing Championship, dan Festival Koplo SeruSeptember | POCARI Run, Mandalika Racing Series (Round 4)Oktober | IndonesianGP 2025, Mandalika Festival of Speed (Round 3), dan Mandalika Racing Series (Round 5)November | BLU CRU Yamaha Sunday RaceDesember | Mandalika Festival of Speed (Round 4), dan Festival Mandalika Seru“Event sebagai salah satu key drivers dalam pengembangan destinasi pariwisata memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Di tahun 2024 lalu, tingkat keterisian Pertamina Mandalika International Circuit mencapai 240 hari dari berbagai event. Di tahun ini, dengan penambahan event-event yang lebih seru dan beragam kami optimis tingkat keterisian juga akan meningkat menjadi 270 dari 365 hari atau meningkat sekitar 5%,” tutur Direktur Utama InJourney, Maya Watono.Direktur Komersial ITDC, Troy Warokka, “Dengan penyelenggaraan event-event berkelas internasional ini, The Mandalika diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi pariwisata dan ekonomi lokal. Kegiatan ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, menciptakan peluang usaha bagi UMKM, penyedia jasa transportasi, perhotelan, serta tenaga kerja lokal.”The Mandalika, destinasi sport tourism unggulan menggabungkan daya tarik event internasional, pengembangan infrastruktur berkelanjutan, dan keindahan alam The Mandalika, kawasan ini semakin menarik bagi investor global untuk berkontribusi dalam pertumbuhan industri pariwisata dan olahraga Indonesia.“Kombinasi antara event bertaraf dunia, infrastruktur berkelanjutan, serta pesona alam The Mandalika menjadikannya magnet bagi wisatawan dan investor. ITDC akan terus menghadirkan event kelas dunia yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Dengan agenda yang padat sepanjang tahun, The Mandalika siap menyambut wisatawan dan pecinta olahraga dari seluruh dunia. Nantikan berbagai keseruan di The Mandalika sepanjang 2025!,” tutup Troy.
Read MoreThe Mandalika, 13 Februari 2025 – Dalam rangka menyambut Festival Bau Nyale 2025 yang akan diselenggarakan pada 18-19 Februari 2025, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC turut berperan aktif dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam mensukseskan perayaan budaya ikonik yang hanya ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). ITDC berperan dalam menyiapkan venue serta memastikan kelancaran dan keamanan acara, sehingga rangkaian festival dapat berlangsung dengan tertib, meriah, dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi peserta maupun pengunjung.Festival Bau Nyale 2025 akan diawali dengan pertunjukan Peresean yang akan berlangsung pada 14–16 Februari 2025 area Kuta Beach Park (KBP). Tradisi adu ketangkasan ini menjadi bagian dari kekayaan budaya Sasak yang selalu dinantikan oleh masyarakat dan wisatawan. Pada 17 Februari 2025, festival akan semakin semarak dengan Parade "Siu Puteri Mandalika", dimana 1.000 siswi SD hingga SMA mengenakan busana khas Puteri Mandalika yang akan parade dari Bazaar Mandalika menuju KBP, menghadirkan kecantikan dan keanggunan budaya Sasak.Selain itu, sebagai wujud komitmen terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, ITDC akan menggelar Giat Bersih Gotong Royong pada 14 Februari 2025 di Pantai Seger, melibatkan seluruh pegawai The Mandalika untuk mendukung kelancaran Festival Bau Nyale 2025.PGS. General Manager The Mandalika Wahyu M. Nugroho menyampaikan, “Festival Bau Nyale merupakan salah satu perayaan budaya terbesar di Lombok yang memiliki nilai historis mendalam bagi masyarakat Lombok. Lebih dari sekadar tradisi, festival ini juga menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata di The Mandalika.”Sementara itu, puncak Festival Bau Nyale akan berlangsung pada malam 18 Februari 2025 di Bukit Seger, The Mandalika, yang juga menjadi momen penobatan Puteri Mandalika 2025. Sebagai bagian dari dukungan penuh terhadap acara ini, ITDC menyediakan berbagai fasilitas, termasuk fasilitas pendukung seperti toilet, tenda untuk UMKM, serta berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Lombok Tengah dalam pembersihan jalan akses menuju lokasi festival. Demi kenyamanan pengunjung, ITDC juga menyiapkan 20 tenaga kebersihan dan 30 orang petugas keamanan untuk memastikan kebersihan dan keamanan selama acara berlangsung.“Sebagai pengembang dan pengelola kawasan The Mandalika, ITDC berkomitmen untuk mendukung kelancaran Festival Bau Nyale dengan menyediakan fasilitas yang memadai, memastikan keamanan serta kenyamanan pengunjung, dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga kebersihan serta kelancaran acara. Kami berharap festival ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta dan wisatawan yang hadir, sekaligus semakin memperkuat citra The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan berbasis budaya dan keberlanjutan. Sampai jumpa di The Mandalika!" tutup Wahyu.
Read More