The Nusa Dua, 15 May 2026 – Amid the rapid growth of the tourism sector, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) continues to strengthen its commitment to implementing sustainability principles through the Protecting Nature approach as part of the company’s sustainability framework. Through the development of Green Open Spaces (RTH) in The Nusa Dua, Bali, and The Mandalika, West Nusa Tenggara (NTB), ITDC integrates climate resilience, energy efficiency, waste and water management, as well as biodiversity protection into a sustainable tourism ecosystem. This initiative reaffirms that tourism destination development is not solely focused on economic growth, but also on environmental harmony and long-term quality of life improvement.ITDC Commercial & Marketing Director, Febrina Mediana, emphasized that Green Open Spaces (RTH) play a strategic role in enhancing the quality and competitiveness of tourism destinations. According to her, RTH is not merely a landscape element, but also an ecological infrastructure that contributes significantly to improving air quality, regulating microclimate temperatures, and strengthening resilience against climate change.“The strengthening of Green Open Spaces at The Nusa Dua and The Mandalika is aimed at creating healthy, comfortable, and sustainable destination ecosystems, beyond just visual aesthetics. Through the development of nature-based tourism experiences such as outdoor activities, wellness, and coastal recreation, RTH becomes an essential component in promoting healthy lifestyles, strengthening the connection between people and nature, and enhancing the overall tourism experience. This approach also reinforces ITDC’s commitment to maintaining destination sustainability and strengthening the long-term competitiveness of Indonesia’s tourism sector,” she stated.At The Nusa Dua, ITDC manages approximately 97 hectares of Green Open Space, representing around 27% of the total 359.7-hectare area. Of this total, 43 hectares have been planted with more than 5,700 trees from 138 vegetation species, including 32 local and endemic tree species. The existence of these green spaces plays an important role in strengthening biodiversity, preserving the area’s landscape character, and functioning as the “lungs” of the destination by supporting microclimate regulation, improving air and environmental quality, and providing comfortable and inclusive public spaces.In addition, The Nusa Dua demonstrates a tangible contribution to decarbonization efforts through integrated biodiversity-based landscape management and sustainable utility systems. Since 1979, The Nusa Dua has implemented a lagoon system capable of processing up to approximately 10,000 m³ of wastewater per day, which is then reused for irrigation of green areas, supporting water efficiency and the implementation of a circular water system concept. Based on recent studies, the total carbon sequestration capacity of The Nusa Dua area reaches 16,279.57 tons of carbon, with an average total biomass of approximately 102.6 tons per hectare and carbon content of around 48.2 tons C per hectare, equivalent to approximately 176.8 tons CO₂e per hectare. These figures reflect the significant capability of the area’s vegetation to absorb and store carbon while maintaining ecosystem balance amid high tourism activity.Meanwhile, at The Mandalika, sustainable tourism development is implemented through the management of an approximately 1,175-hectare area, with Green Open Space allocation reaching 363 hectares or around 30% of the total area. Of this amount, around 19% has been actively managed as part of environmental conservation and ecosystem enhancement efforts. As part of strengthening the coastal ecosystem, more than 10,400 trees were planted throughout 2025 through environmental rehabilitation programs. This effort continues in 2026 with the planting of 15,000 mangrove trees along coastal areas as a strategic measure to strengthen natural protection against abrasion while improving coastal habitat quality.The development of The Mandalika also integrates the concepts of green space and blue space, combining vegetation areas with water elements such as beaches, lagoons, and conservation zones. This approach not only creates an aesthetically pleasing and functional landscape, but also plays a strategic role in enhancing climate resilience, including abrasion mitigation, improved water absorption capacity, and coastal ecosystem protection.Through this approach, the development of The Mandalika is not only oriented toward tourism economic growth, but also delivers tangible added value for environmental sustainability and the long-term preservation of coastal ecosystems.“Through the integration of ESG (Environmental, Social, and Governance) principles, ITDC positions Green Open Spaces as strategic green infrastructure that not only strengthens destination competitiveness, but also maintains ecosystem balance, enhances climate resilience, and supports the development of sustainable, resilient, and low-carbon tourism in Indonesia,” concluded Febrina.
Read MoreThe Mandalika, 13 Mei 2026 – Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat sistem mitigasi risiko serta keandalan infrastruktur pendukung di Mandalika International Circuit, untuk menjaga standar keselamatan dan kualitas agenda bertaraf internasional di The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), seiring meningkatnya aktivitas dan intensitas penyelenggaraan event di kawasan The Mandalika.Penguatan dilakukan dengan membangun sistem fire protection dan kelistrikan di sejumlah titik strategis sirkuit, yang dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2025. Pengembangan sistem fire protection yang dimulai 15 September 2025, ditargetkan mulai beroperasi pada 12 Agustus 2026. Sementara penguatan sistem kelistrikan dimulai pada 1 Mei 2026 dan direncanakan mulai beroperasi pada 27 September 2026 sebagai bagian dari penguatan kesiapan operasional kawasan The Mandalika.Dari segi keselamatan kebakaran, ITDC mengoptimalkan sistem perlindungan dan mitigasi keadaan darurat di area paddock, Royal Box, dan Royal Hall Mandalika International Circuit melalui pemasangan fire alarm, pembangunan jaringan hydrant, dan penyediaan fire pump house sesuai standar keselamatan kebakaran internasional. Sistem ini didukung oleh pompa utama dan pompa cadangan yang bekerja secara terintegrasi untuk memastikan agar jaringan hydrant siap digunakan dalam kondisi darurat. Selain itu, ITDC juga membangun Ground Water Tank (GWT) yang terhubung dengan jaringan air bersih kawasan The Mandalika untuk memastikan ketersediaan pasokan air yang memadai untuk mendukung kebutuhan sistem pemadam kebakaran di area sirkuit serta fasilitas pendukung lainnya.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan bahwa peningkatan prasarana penunjang merupakan komitmen ITDC menjaga standar keselamatan, operational excellence, dan kualitas layanan di kawasan untuk mendukung penyelenggaraan berbagai aktivitas di area sirkuit. “Keandalan infrastruktur pendukung menjadi fondasi penting dalam menunjang keberhasilan penyelenggaraan event di Mandalika International Circuit. Oleh karena itu, ITDC terus meningkatkan sistem keselamatan dan utilitas kawasan agar operasional event dapat berjalan lebih aman, andal, dan responsif terhadap berbagai potensi risiko,” ujar Troy.Selain penguatan sistem keselamatan, ITDC turut meningkatkan keandalan sistem kelistrikan sirkuit supaya stabilitas operasional tetap terjaga, meliputi pemasangan kubikel tegangan menengah, pemisahan jaringan listrik antara gedung dan peralatan utama balap (race equipment) di Race Control, dukungan UPS sirkuit, UPS PLN, penyulang PLN, hingga genset PLN guna menjaga agar pasokan listrik tetap stabil selama event berlangsung.Di area paddock, ITDC menambahkan sumber listrik baru bertegangan tiga fase untuk mendukung distribusi beban listrik yang lebih merata, sekaligus menunjang kebutuhan operasional tim balap dan penyelenggaran event. Sementara itu, di area Royal Box kini dilengkapi pasokan listrik yang mendukung layanan hospitality serta kebutuhan catering. Sedangkan Royal Hall sudah memiliki jaringan listrik permanen untuk mempercepat proses persiapan event di kawasan sirkuit. Selain itu, ITDC juga melengkapi seluruh panel di area sirkuit dengan power meter untuk memantau beban listrik secara real time dan menjaga kestabilan daya. Troy menambahkan bahwa pengembangan infrastruktur ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan ITDC dalam meningkatkan kualitas kawasan dan mendukung pertumbuhan The Mandalika sebagai Indonesia’s Premier Sportainment Destination. “Kami ingin memastikan The Mandalika memiliki kesiapan infrastruktur yang mampu mendukung berbagai agenda internasional secara berkelanjutan dan berstandar global,” tutup TroyTroy menambahkan bahwa pengembangan infrastruktur ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan ITDC dalam meningkatkan kualitas kawasan dan mendukung pertumbuhan The Mandalika sebagai Indonesia’s Premier Sportainment Destination. “Kami ingin memastikan The Mandalika memiliki kesiapan infrastruktur yang mampu mendukung berbagai agenda internasional secara berkelanjutan dan berstandar global,” tutup Troy
Read MoreJakarta, 11 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meraih penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) 2026 yang diselenggarakan oleh MarkPlus Inc di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (6/5). ITDC meraih dua kategori penghargaan, yakni Key Elements of Marketing dan Tech Marketing, yang menjadi pengakuan atas transformasi strategi pemasaran dan pengembangan destination ecosystem ITDC yang mengintegrasikan sport tourism, hospitality, MICE, digital engagement, dan sustainable tourism di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori.Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan bahwa pemasaran pariwisata saat ini tak lagi hanya berfokus pada promosi destinasi saja, tetapi juga bagaimana menciptakan pengalaman yang bermakna dan nilai tambah sebuah kawasan secara berkelanjutan. “Sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata terintegrasi, ITDC terus memperkuat kualitas dan daya saing destinasi melalui pengembangan ekosistem pariwisata yang terhubung dengan berbagai aktivasi strategis di setiap kawasan. Sejumlah event nasional maupun internasional yang diselenggarakan di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan daya tarik destinasi, memperkuat utilisasi kawasan, menarik investasi, sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah,” ujar Ahmad Fajar.Menurutnya, The Mandalika menjadi salah satu contoh pengembangan kawasan berbasis sport tourism yang terintegrasi melalui penyelenggaraan MotoGP, GT World Challenge Asia, Mandalika Festival of Speed, Pocari Sweat Run, juga berbagai festival budaya dan hiburan, yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi unggulan di kancah internasional. Sementara itu, The Nusa Dua terus diperkuat sebagai destinasi premium berbasis hospitality dan juga meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) melalui penyelenggaraan forum internasional, konferensi global, pengembangan kawasan hijau, hingga event olahraga dan wellness. Kawasan ini juga didukung infrastruktur pariwisata kelas dunia, hotel dan resort internasional, fasilitas convention center berstandar global, serta pengembangan kawasan hijau dan pariwisata berkualitas yang mendukung kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan lingkungan. Di sisi lain, The Golo Mori terus dikembangkan menjadi destinasi ecotourism and marine-based tourism yang mengedepankan keberlanjutan dan keindahan alam autentik Labuan Bajo.BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) 2026 adalah penghargaan tahunan bagi perusahaan BUMN, anak perusahaan atau sub holding BUMN, dan BUMD yang dinilai berhasil menerapkan strategi pemasaran unggul melalui aspek Key Elements of Marketing, Tech-Marketing, dan Entrepreneurial Marketing yang dikembangkan oleh Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya. Komponen penilaian dalam ajang BEMA, mencakup kemampuan perusahaan membangun inovasi pemasaran, memperkuat brand image and customer engagement, memanfaatkan teknologi digital, serta menciptakan dampak bisnis dan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat maupun industri. BEMA juga menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan-perusahaan yang dinilai adaptif dalam menghadapi perubahan perilaku pasar dan mampu menghadirkan strategi pemasaran kreatif, relevan, serta berdaya saing di tengah dinamika industri yang terus berkembang. “Penghargaan ini menjadi komitmen ITDC untuk terus memperkuat pengelolaan dan pengembangan kawasan pariwisata, yang tidak hanya unggul sebagai destinasi, tapi juga mampu menghadirkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, daerah, serta industri pariwisata nasional. Ke depan, ITDC akan terus mendorong berbagai inovasi dan aktivasi strategis untuk memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi pariwisata kelas dunia,” tutup Ahmad Fajar.
Read MoreThe Mandalika, 8 Mei 2026 – Ajang balap internasional GT World Challenge Asia 2026 yang berlangsung di Mandalika International Circuit pada 1–3 Mei 2026 berhasil menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan. Tercatat, 12.522 pengunjung hadir dan menyaksikan langsung deru mobil-mobil grand tourer yang berpacu di lintasan sirkuit. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 9.000 pengunjung. Tingginya minat penonton terlihat dari padatnya area grandstand hingga paddock di sepanjang akhir pekan balapan.Event ini ikut menyumbang dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Berdasar data dari sejumlah hotel di kawasan The Mandalika dan sekitarnya, tingkat okupansi selama periode 1–3 Mei 2026 mencapai rata-rata 86,6 persen, dengan beberapa hotel seperti Montana, Novotel dan Bale Secha mencatat tingkat hunian hingga 100 persen. Tingginya okupansi itu memperlihatkan kontribusi event internasional mampu mendongkrak perekonomian, kuliner, transportasi, akomodasi dan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.Selain itu, GT World Challenge Asia 2026 turut melibatkan 402 tenaga kerja lokal dari Nusa Tenggara Barat di berbagai aspek operasional. Mulai dari tenaga pendukung, marshal, race control, hingga tim medis. Sebanyak 250 masyarakat lokal juga berpartisipasi dalam opening ceremony yang mengangkat unsur budaya dan semangat sportainment khas The Mandalika. Partisipasi ekonomi masyarakat turut terlihat melalui kehadiran 17 pelaku UMKM di kawasan sirkuit yang menyediakan berbagai produk dan kuliner selama balapan berlangsung bagi pengunjung.GT World Challenge Asia 2026 mendapat dukungan dari Bank Mandiri sebagai partner pengembangan sport tourism di The Mandalika. Sementara itu, ajang Krida Agya Kartini Race hadir bekerja sama dengan Pegadaian sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi perempuan di dunia motorsport.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, memaparkan keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 adalah bukti bahwa KEK Mandalika terus berkembang sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia, yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan daerah. “Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 bukan hanya menghadirkan ajang balap internasional, tapi juga memberikan multiplier effect bagi kawasan dan masyarakat sekitar. Mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, aktivitas UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja lokal. Tingginya animo masyarakat selama event pun menunjukkan bahwa The Mandalika semakin kuat sebagai destinasi sportainment unggulan Indonesia yang mampu menghadirkan pengalaman motorsport kelas dunia. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat The Mandalika sebagai Indonesia’s Premier Sportainment Destination, ” ujar Troy.Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas sektor yang berperan besar dalam menyukseskan event tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 di The Mandalika, mulai dari peserta balap, pemerintah, aparat keamanan, media, hingga masyarakat yang hadir meramaikan event ini. Dengan sinergi yang kuat, kami optimis The Mandalika akan terus berkembang sebagai salah satu destinasi motorsport unggulan di kawasan Asia,” ujarnya.Priandhi juga mengapresiasi partisipasi berbagai tim balap, termasuk dari kategori supporting race seperti Krida Agya Kartini Race, Superstar Sportscar Series, Subaru BRZ Super Series, dan Radical Time Attack. Kehadiran berbagai kelas balapan tersebut dinilai memperkaya pengalaman motorsport di The Mandalika sekaligus menarik minat penonton dari berbagai kalangan.Keberhasilan GT World Challenge Asia 2026 turut didukung kolaborasi lintas sektor bersama aparat keamanan, regulator, pemerintah daerah, serta berbagai institusi pendukung operasional kawasan dan event internasional. Dukungan itu menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan acara berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh peserta maupun pengunjung.GT World Challenge Asia 2026 di The Mandalika kian menegaskan posisi Mandalika International Circuit sebagai salah satu venue motorsport strategis di kawasan Asia, yang mampu menghadirkan balapan grand tourer bertaraf internasional dengan standar penyelenggaraan kelas dunia. Kehadiran tim dan pembalap internasional, dukungan penonton yang tinggi, serta atmosfer balapan yang kompetitif menjadi bukti bahwa The Mandalika terus berkembang sebagai destinasi unggulan untuk penyelenggaraan event motorsport internasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di peta sport tourism dunia. Pantau terus informasi terbaru melalui:Instagram.com/themandalikagpfacebook.com/themandalikagpyoutube.com/@themandalikagptiktok.com/@themandalikagplinkedin.com/company/themandalikagp
Read MoreThe Nusa Dua, 7 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui anak usahanya, ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU), terus memperkuat implementasi pengelolaan kawasan pariwisata berkelanjutan melalui pengembangan sistem Integrated Waste Management dan utilitas terintegrasi di kawasan The Nusa Dua. Komitmen tersebut mendapat perhatian dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI pada Selasa, 5 Mei 2026, yang meninjau langsung implementasi sistem pengelolaan lingkungan dan utilitas kawasan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) di The Nusa Dua, Bali.The Nusa Dua adalah destinasi pariwisata terintegrasi pertama di Indonesia yang dikembangkan sejak 1973. The Nusa Dua telah berkembang dari proyek berbasis dukungan World Bank menjadi benchmark nasional pengembangan kawasan pariwisata berkelanjutan. Kawasan seluas 350 hektar, saat ini menaungi lebih dari 20 hotel internasional, sekitar 5.000 kamar, menyerap ±21.000 tenaga kerja, serta melayani sekitar ±3,8 juta kunjungan wisatawan setiap tahun.Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar menyampaikan bahwa pengembangan kawasan pariwisata masa depan perlu didukung oleh infrastruktur hijau dan sistem utilitas yang berkelanjutan, “The Nusa Dua merupakan bukti nyata keberhasilan pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan melalui sistem utilitas dan pengelolaan limbah yang modern, terintegrasi, dan berbasis sirkular,” ujarnya.Dalam pengelolaan kawasan, ITDC melalui ITDC NU mengembangkan berbagai utilitas strategis meliputi pengolahan air bersih melalui Seawater Reverse Osmosis (SWRO), reclaim water, pengolahan air limbah, dan distribusi Liquefied Natural Gas (LNG). Sementara itu, pengelolaan sampah terpadu, dan fasilitas komposting kawasan dikelola oleh Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua sebagai bagian dari implementasi Integrated Waste Management System.Saat ini, produksi sampah di kawasan The Nusa Dua mencapai sekitar ±32,3 ton per hari, dimana sekitar 70,5%-nya ialah sampah organik yang diolah kembali menjadi kompos. Secara keseluruhan, sekitar 95% sampah kawasan telah dikelola secara sistematis dan terintegrasi melalui pendekatan circular economy. Sampah organik diolah menjadi kompos untuk dimanfaatkan kembali pada kebutuhan landscape kawasan, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali sebagai material bernilai ekonomi.Melalui sistem tersebut, ITDC membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis sirkular yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai tambah sekaligus mendukung operasional kawasan yang lebih ramah lingkungan.Selain pengelolaan sampah, kawasan The Nusa Dua juga mengimplementasikan Integrated Lagoon & Utilities System yang berfungsi sebagai centralized utility system kawasan. Sistem ini mencakup pengolahan air limbah, pengolahan air bersih, fasilitas komposting, hingga distribusi gas terintegrasi.Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Evita Nursanty, M.Sc menilai pendekatan yang diterapkan ITDC dapat menjadi model pengembangan kawasan berkelanjutan yang relevan untuk direplikasi di berbagai destinasi nasional. “Model integrated waste management dan pengolahan air berbasis sirkular yang dikembangkan ITDC menjadi solusi strategis bagi destinasi pariwisata Indonesia, khususnya wilayah kepulauan dan wisata bahari, melalui pengelolaan sampah terintegrasi, daur ulang air limbah, serta pemanfaatan teknologi desalinasi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan air bersih jangka panjang,” ucapnya.Implementasi circular water system di kawasan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40%, dengan seluruh kebutuhan irigasi kawasan berasal dari air daur ulang hasil pengolahan air limbah. Di sisi energi, penggunaan LNG sebagai substitusi LPG turut mendukung operasional rendah karbon dengan kontribusi penurunan emisi sebesar 12%. Selain itu, sekitar 25% pasokan listrik untuk operasional utilitas ditargetkan berasal dari energi terbarukan, sehingga secara keseluruhan mampu menghasilkan reduksi emisi hingga ±984 ton CO₂ per tahun.Melalui implementasi prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, efisiensi energi, serta optimalisasi sumber daya air, ITDC terus memperkuat positioning kawasan melalui pendekatan Green Infrastructure, Smart Utilities, dan Circular System.“Kunjungan Komisi VII DPR RI ini diharapkan semakin memperkuat dukungan terhadap pengembangan model kawasan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Model pengembangan The Nusa Dua dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai destinasi nasional lainnya sebagai bagian dari upaya mendukung penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, dan penguatan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.”“The Nusa Dua menjadi model nyata kawasan pariwisata terintegrasi berbasis ESG yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan melalui sistem sirkular dan infrastruktur hijau” tutup Fajar.“
Read MoreThe Mandalika, 05 Mei 2026 – Sebanyak 563 peserta yang terdiri dari wisatawan, komunitas wellness, hingga masyarakat lokal memadati gelaran Mandalika Wellness & Cultural Festival 2026 yang berlangsung di Bazaar Mandalika, The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (3/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat aktivasi kawasan dan mendorong diversifikasi atraksi wisata berbasis wellness dan budaya.Festival ini menghadirkan serangkaian aktivitas yang mengedepankan gaya hidup sehat dan interaksi sosial antar peserta. Mulai dari sunrise yoga, mini seminar, cek kesehatan gratis, pranic healing, pembagian makanan sehat, hingga pertunjukan musik interaktif dan lomba mewarnai. Dalam pengembangan kawasan, ITDC juga menjadikan panggung Bazaar Mandalika sebagai ruang aktualisasi seni dan budaya, yang diharapkan dapat meningkatkan atraksi wisata di The Mandalika. Rangkaian program tersebut dirancang untuk memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperluas daya tarik The Mandalika bagi berbagai segmen pengunjung.General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari strategi ITDC dalam mengoptimalkan pemanfaatan kawasan, di luar penyelenggaraan event internasional, sekaligus membuka peluang pasar baru pada sektor pariwisata. “Melalui program seperti ini, kami ingin memperkenalkan ekosistem pariwisata yang lebih beragam, termasuk wellness tourism. Aktivasi kawasan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan secara berkelanjutan,” ujar Pari.Mandalika Wellness & Cultural Festival 2026 ikut memberi manfaat langsung dengan lebih dari 300 orang menerima layanan kesehatan serta program makanan sehat. Inisiatif ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pendekatan preventif di bidang kesehatan masyarakat, melalui edukasi gizi dan pola hidup sehat.Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan kondusif, serta mendapatkan respons positif dari peserta dan pengunjung. Antusiasme itu mencerminkan potensi pengembangan event berbasis wellness and culture sebagai salah satu new growth driver atau sumber pertumbuhan baru, yang mendorong pengembangan kawasan The Mandalika ke depan.ITDC akan terus mendorong penyelenggaraan event tematik untuk mengaktivasi kawasan secara konsisten, memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism and wellness, serta menciptakan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, dalam mengembangkan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang berkelanjutan.
Read MoreThe Mandalika, 03 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi menunjuk I Made Pari Wijaya sebagai General Manager (GM) The Mandalika, menggantikan Agus Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM. Penunjukan ini ditandai melalui serah terima jabatan yang berlangsung di Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, pada Minggu (3/5). Penunjukan Pari Wijaya adalah langkah strategis perusahaan, dalam mempercepat pengembangan kawasan, sekaligus memperkuat kinerja operasional dan daya tarik investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Agus Setiawan sudah menjadi bagian dari ITDC sejak 1 Februari 2013 dan mengawali kariernya di The Mandalika. Sebelum menjabat sebagai PGS GM, Agus mengemban amanah sebagai Vice President Project Engineering & Construction. Memiliki latar belakang Teknik Sipil dari Universitas Mataram, Agus mempunyai peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan memastikan kesiapan berbagai fasilitas strategis di kawasan.Agus Setiawan menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak selama masa kepemimpinannya, serta harapannya pada keberlanjutan pengembangan kawasan ke depan. “Menjadi bagian dari perjalanan pengembangan The Mandalika menjadi pengalaman yang amat berharga. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh tim dan stakeholder yang bersama-sama membangun kawasan ini hingga mencapai progres seperti sekarang. Saya percaya, di bawah kepemimpinan yang baru, The Mandalika akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pariwisata nasional,” ujarnya.Sementara itu, Pari Wijaya telah bergabung dengan ITDC sejak 1 Agustus 2006 dan memulai karier di The Nusa Dua sebagai staf operasional. Ia kemudian mengemban berbagai peran strategis, mulai dari Kasi Perencanaan, Kepala Bagian Pengembangan, hingga Vice President Operation The Nusa Dua. Sejak 2019, Pari dipercaya sebagai Vice President Operation The Mandalika dengan fokus pada tata kelola operasional dan pengembangan kawasan pariwisata, termasuk dalam mendukung kesiapan layanan dan penyelenggaraan event internasional di KEK Mandalika.Selain itu, Pari juga memegang peran strategis sebagai bagian dari Design Committee The Mandalika sejak 2024, Tim Transisi BTDC menjadi ITDC pada 2008, serta Ketua Tim Penyelesaian Lahan dan Ketua Tim Aktivasi Bazaar. Dengan latar belakang Teknik Arsitektur dari Universitas Udayana, ia memiliki pemahaman komprehensif dalam pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi.Pari menyampaikan komitmennya dalam menjalankan amanah baru tersebut sekaligus arah pengembangan kawasan ke depan. “Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh komitmen. KEK Mandalika memiliki kompleksitas yang sangat tinggi, sehingga diperlukan penguatan tata kelola operasional dan kolaborasi yang solid dengan seluruh stakeholder. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mendorong pertumbuhan revenue, guna memastikan The Mandalika tetap menjadi destinasi unggulan yang kompetitif di tingkat global. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan The Mandalika sebagai generator pertumbuhan pariwisata di Lombok,” ujar Pari.Melalui transisi kepemimpinan yang dilakukan, ITDC menunjukkan komitmen untuk terus mendorong pengembangan KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia berbasis sportainment, yang tidak hanya menghadirkan berbagai event internasional, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik investasi kawasan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah.
Read MoreThe Mandalika, 30 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) telah melaksanakan penataan dan perawatan menyeluruh area Grandstand A dan B di Mandalika International Circuit, sebagai bagian dari upaya menjaga standar fasilitas bertaraf internasional. Kegiatan ini mencakup penanganan kebersihan dan pemeliharaan optimal pada atap dan kursi penonton, yang dilakukan secara bertahap pada 20 sampai dengan 29 April 2026, Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Tim Operation & Service The Mandalika bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah.Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian kesiapan kawasan dalam mendukung penyelenggaraan Mandalika Racing Series yang telah berlangsung pada 24–26 April 2026 lalu, serta menyambut GT World Challenge Asia 2026 yang akan digelar pada 1–3 Mei 2026. Kesiapan tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek teknis lintasan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas serta kenyamanan kawasan secara menyeluruh.Dalam pelaksanaannya, ITDC menerjunkan 20 Tim Operation & Service The Mandalika dan 8 personel Damkartan, dengan dukungan truk crane Operation & Maintenance The Mandalika untuk menjangkau area yang tinggi, sehingga proses pembersihan dapat dilakukan secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja. Selain itu, ITDC juga mengoptimalkan kebersihan kawasan melalui pemotongan rumput di area sirkuit dengan melibatkan 17 tenaga waste management dan 13 tenaga cleaning services untuk memastikan lingkungan tetap rapi dan nyaman bagi pengunjung.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan bahwa berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kesiapan kawasan secara menyeluruh. “Kami memastikan setiap aspek kesiapan sirkuit, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas kawasan, dapat memenuhi standar penyelenggaraan event berskala internasional. Hal ini penting untuk menghadirkan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh penonton maupun peserta,” ujar Troy.Sejalan dengan kesiapan fasilitas, ITDC melalui Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai bagian dari ITDC Group juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program InJourney Green. Salah satu implementasinya dilakukan melalui kegiatan penanaman pohon di area belakang Grandstand A pada Rabu (29/4). Program ini merupakan bagian dari kampanye keberlanjutan yang diinisiasi oleh InJourney sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, yang dijalankan bersama ITDC dan MGPA. Penanaman pohon dilakukan dengan menggunakan jenis tanaman fast growing seperti Gamelina (jati putih) dan bibit pohon Sengon yang dibagikan kepada masyarakat disekitar circuit The Mandalika.Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi komitmen dalam menghadirkan motorsport yang berkelanjutan. “Kami tidak hanya fokus pada penyelenggaraan event balap kelas dunia, tetapi juga memastikan setiap kegiatan di sirkuit berdampak positif bagi lingkungan. Penanaman pohon ini adalah langkah nyata dalam menjaga keseimbangan alam di kawasan The Mandalika,” ungkapnya.ITDC menegaskan, peningkatan kualitas fasilitas dan pengelolaan kawasan dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya menguatkan posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.Dengan berbagai kesiapan yang terus dimaksimalkan, ITDC optimis penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 dapat berjalan lancar, mampu memberi kontribusi positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah, serta kian mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Read MoreThe Mandalika, 29 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat kesiapan penyelenggaraan ajang balap internasional melalui koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan strategis. Hal ini diwujudkan melalui kunjungan ITDC bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) ke Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin, (27/4), guna memastikan kesiapan pengamanan secara menyeluruh. Koordinasi ini difokuskan pada dua agenda besar di The Mandalika, yakni GT World Challenge Asia 2026 pada 1–3 Mei 2026 serta MotoGP 2026 pada 9–11 Oktober 2026, yang diproyeksikan akan menarik perhatian internasional dan menghadirkan ribuan penonton.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, yang memimpin langsung kunjungan tersebut menegaskan bahwa ITDC memastikan seluruh aspek penyelenggaraan ajang dipersiapkan secara komprehensif, termasuk dari sisi keamanan kawasan. “GT World Challenge Asia menjadi momentum pembuka rangkaian event internasional tahun ini di Mandalika International Circuit, sekaligus memperkuat posisi strategis sirkuit dalam kalender balap dunia. Sementara itu, MotoGP tetap menjadi flagship event yang menghadirkan eksposur global dan dampak ekonomi signifikan bagi daerah dan negara,” ujar Troy.“Dalam hal ini, kami juga mengharapkan dukungan penuh dari Polda NTB untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan, baik pada tahap persiapan maupun pelaksanaan, dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” tambahnya.Pertemuan tersebut turut membahas strategi pengamanan terpadu yang dirancang secara menyeluruh, mulai dari pengaturan akses keluar-masuk kawasan, rekayasa dan pengendalian arus pengunjung, hingga pengamanan pada titik-titik strategis di dalam dan sekitar kawasan The Mandalika. Pendekatan ini tidak hanya difokuskan pada saat pelaksanaan event, tetapi juga mencakup tahap persiapan secara menyeluruh.Selain itu, aspek pengamanan terhadap aktivitas kawasan yang berjalan paralel juga menjadi perhatian, termasuk kegiatan pembangunan oleh investor serta proses penyiapan lahan dalam mendukung percepatan pengembangan infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata. Sinergi antara pengelola kawasan dan aparat keamanan dinilai krusial untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Kapolda NTB, Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., menyampaikan kesiapan jajarannya dalam mendukung pengamanan kedua event tersebut. “Kami siap memberikan dukungan pengamanan secara maksimal, baik untuk GT World Challenge Asia maupun MotoGP, melalui penguatan pengamanan terpadu di seluruh area kawasan dan titik-titik strategis. Kami juga memastikan situasi kamtibmas di kawasan The Mandalika tetap kondusif, sehingga seluruh rangkaian kegiatan, baik pada tahap persiapan maupun pelaksanaan, dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menambahkan, bahwa sinergi dengan aparat keamanan menjadi faktor kunci dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan ajang internasional tersebut. “Koordinasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh rangkaian event di The Mandalika berjalan aman dan lancar, baik pada tahap persiapan maupun saat pelaksanaan,” ujarnya.Melalui sinergi yang semakin erat antara ITDC, MGPA, dan Polda NTB, penyelenggaraan GT World Challenge Asia dan MotoGP 2026 di The Mandalika diharapkan dapat berlangsung aman, lancar, serta semakin memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Read MoreThe Nusa Dua, 27 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas kawasan The Nusa Dua, melalui program rejuvenasi di Peninsula Island, The Nusa Dua. Hingga Minggu ke-16 (periode 12-18 April 2026), progres pekerjaan menunjukkan capaian realisasi sebesar 14, 42%.Seiring berjalannya pekerjaan di lapangan, sejumlah paket pekerjaan utama juga menunjukkan perkembangan signifikan, antara lain: pekerjaan peremajaan dan penataan jalan akses Gate AC hingga Peninsula Island yang mencapai progres 30,48%, pekerjaan akses Water Blow dan penataan Peninsula Island mencapai progres 74,91%, serta pekerjaan instalasi limbah, resapan, dan Ground Water Tank (GWT) mencapai progres 12,63%.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa program rejuvenasi ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam menjaga daya saing The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata premium yang berkelanjutan. “Rejuvenasi yang kami fokuskan saat ini di area Peninsula Island, tidak hanya untuk meningkatkan estetika kawasan, tetapi juga memastikan standar infrastruktur dan fasilitas publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan event internasional dan wisata berkualitas,” ujarnya.Fokus utama pengerjaan saat ini mencakup penataan akses kawasan, peningkatan lanskap, serta penguatan fasilitas pendukung yang bertujuan untuk menghadirkan pengalaman ruang publik yang lebih nyaman, aman, dan berkelas bagi wisatawan maupun pelaku industri pariwisata.Sejumlah pekerjaan telah dilaksanakan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, antara lain penataan area Water Blow yang dilengkapi dengan penambahan fasilitas wedding venue, pembangunan area baru untuk stage, pemasangan batu andesit sebagai finishing jalur pedestrian, penataan jalan akses menuju Peninsula, pembangunan unit-unit resapan air hujan di area jalan kawasan The Bay, serta pengembangan fasilitas pendukung berupa toilet wisatawan dan bale massage bagi kelompok paguyuban.Selain itu, berbagai langkah strategis juga telah disiapkan, termasuk penguatan pengawasan kualitas konstruksi, serta pengadaan material untuk mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan.Program rejuvenasi Peninsula Island ini diharap bisa selesai secara bertahap sesuai target, sehingga mampu menghadirkan wajah baru kawasan The Nusa Dua yang lebih terintegrasi, modern, dan berdaya saing global. Upaya ini sekaligus memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai world class tourism destination yang mengedepankan kualitas, keberlanjutan, dan pengalaman wisata yang unggul.
Read More