The Nusa Dua, 22 Oktober 2025 – The Nusa Dua Festival (NDF) 2025 akan dimeriahkan oleh penampilan istimewa Tari Pendet Massal yang dibawakan oleh 100 anak dari desa penyangga kawasan The Nusa Dua pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Penampilan ini menjadi simbol harmoni budaya sekaligus cerminan semangat generasi muda dalam melestarikan warisan seni dan tradisi Bali.Para penari cilik yang berasal dari berbagai Sekolah Dasar (SD) di sekitar kawasan The Nusa Dua, khususnya dari Kelurahan Benoa, telah menjalani proses latihan intensif di Pulau Peninsula The Nusa Dua sejak 22 September hingga 18 Oktober 2025. Lokasi tersebut sekaligus menjadi pusat penyelenggaraan Nusa Dua Festival, sehingga anak-anak dapat merasakan langsung atmosfer kawasan yang akan menjadi panggung utama mereka. Latihan ini tidak hanya menjadi ajang persiapan untuk penampilan di festival, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran dan kebanggaan bagi anak-anak untuk mengenal serta mencintai budaya daerahnya sendiri.Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang digagas oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua. Melalui kegiatan ini, ITDC berkomitmen untuk memberdayakan anak-anak di desa penyangga agar turut berperan aktif dalam memeriahkan sekaligus menjaga kelestarian budaya Bali sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa pelaksanaan Tari Pendet Massal ini mencerminkan nilai-nilai harmoni dan keberagaman yang menjadi semangat utama The Nusa Dua Festival. “Melalui kegiatan Tari Pendet Massal ini, kami ingin menghadirkan simbol keterlibatan generasi muda dalam menjaga kekayaan budaya Bali. Selain memperkuat kebanggaan terhadap jati diri lokal, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara kawasan pariwisata The Nusa Dua dengan masyarakat di sekitarnya.” Pelaksanaan Tari Pendet Massal ini diharapkan dapat menjadi pembuka yang menggugah semangat masyarakat dan wisatawan dalam menikmati gelaran The Nusa Dua Festival 2025, sebuah perayaan tahunan yang memadukan unsur seni, budaya, kuliner, dan gaya hidup sehat dalam satu kemeriahan di jantung pariwisata Bali Selatan.Melalui langkah ini, ITDC tidak hanya berperan sebagai pengelola kawasan pariwisata bertaraf internasional, tetapi juga sebagai katalisator dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya dan masyarakat, sejalan dengan visi InJourney Group untuk menciptakan ekosistem pariwisata Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.Segera dapatkan tiket Anda di www.loket.com/event/nusaduafestival dan nikmati pengalaman festival seni, budaya dan lifestyle terbaik di Bali tahun ini!
Read MoreThe Nusa Dua, 17 Oktober 2025 – Dalam rangkaian kegiatan Road to The Nusa Dua Festival 2025, hari ini InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui The Nusa Dua bersama UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai melaksanakan kegiatan penanaman 320 pohon mangrove jenis Rhizophora Mucronata di area Pudut, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung hari ini.Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan ITDC dalam mendukung program konservasi dan rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir Bali, sekaligus tindak lanjut dari kerja sama antara ITDC dan UPTD Tahura Ngurah Rai yang telah terjalin sejak tahun 2021.Area Pudut merupakan kawasan konservasi mangrove yang mengalami penyusutan cukup signifikan dari sekitar 14 hektar pada tahun 1970 menjadi hanya sekitar 10 meter persegi akibat abrasi dan berbagai faktor lingkungan lainnya. Namun, berkat upaya rehabilitasi mangrove yang telah dilakukan secara berkelanjutan selama 15 tahun terakhir, luas area mangrove di area Pudut kini telah pulih mencapai sekitar 3 hektar. Kondisi penyusutan ini sebelumnya sempat berdampak pada berkurangnya habitat alami berbagai flora dan fauna pesisir, termasuk area peneluran penyu yang menjadi bagian penting dari ekosistem kawasan tersebut.Penanaman dilakukan menggunakan metode api-api yaitu penggunaan media kotak bambu ramah lingkungan yang mampu melindungi bibit mangrove dari hama sekaligus mendorong proses sedimentasi alami. Pola penanaman dibentuk menyerupai huruf “ITDC” sebagai simbol kontribusi nyata perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan penanaman mangrove di Area Pudut merupakan wujud nyata komitmen ITDC dalam mengembangkan pariwisata yang berdampak positif. Menurutnya, pariwisata yang berkualitas tidak hanya tercermin dari kemegahan infrastruktur dan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan suatu destinasi dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. “Kegiatan penanaman mangrove di area Pudut menjadi bagian dari komitmen ITDC dalam menjalankan prinsip sustainable tourism development. Kami percaya bahwa kemajuan pariwisata harus selalu berjalan beriringan dengan pelestarian alam. Melalui sinergi dengan UPTD Tahura Ngurah Rai dan partisipasi masyarakat, kami ingin mengembalikan fungsi ekologis kawasan pesisir dan menjadikan kegiatan ini sebagai langkah nyata menuju Road to The Nusa Dua Festival 2025 yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Agus Dwiatmika.Ia menambahkan, “Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi nilai-nilai lingkungan yang menjadi bagian dari strategi keberlanjutan ITDC. Penanaman 320 bibit mangrove ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pesisir area Pudut, mengurangi risiko abrasi, serta menciptakan kawasan wisata yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki daya dukung ekologis jangka panjang.”Sementara itu, Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, I Putu Agus Juliartawan, S.Hut, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ITDC The Nusa Dua yang secara konsisten berkolaborasi dalam upaya rehabilitasi mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai. Ia menegaskan bahwa area Pudut memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga ekosistem pesisir dan habitat bagi keanekaragaman hayati, sehingga menjaga keberlanjutannya merupakan tanggung jawab bersama. “Kami menyambut baik langkah ITDC yang terus konsisten berkolaborasi dalam rehabilitasi mangrove di wilayah Tahura. Area Pudut memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga ekosistem pesisir dan habitat keanekaragaman hayati. Melalui kegiatan ini, kami berharap kolaborasi lintas pihak dapat mempercepat pemulihan ekosistem dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan mangrove.”.Kegiatan diikuti oleh karyawan ITDC The Nusa Dua, perwakilan UPTD Tahura Ngurah Rai, Yayasan Baruna Balarama Fantasi, serta masyarakat sekitar. Selain sebagai kegiatan lingkungan, program ini juga menjadi bagian dari agenda Road to The Nusa Dua Festival 2025 yang mengusung semangat “Beauty in Harmony”, perpaduan antara keindahan alam, budaya, dan harmoni manusia dengan lingkungannya.
Read MoreThe Nusa Dua, 16 Oktober 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menghadirkan The Nusa Dua Festival 2025 yang akan berlangsung di Peninsula Island, The Nusa Dua, pada 25–26 Oktober mendatang. Mengusung tema “Beauty Harmony”, festival ini dirancang untuk memadukan keindahan budaya Bali dengan semangat kebersamaan melalui musik, kuliner, seni, budaya, dan gaya hidup berkelanjutan.Menjelang perhelatan, ITDC menggelar promo tiket 10.10 Big Sale yang berlangsung mulai 10 hingga 17 Oktober 2025, dengan potongan harga hingga 25% untuk pembelian tiket di laman resmi www.loket.com/event/nusaduafestival.Kategori tiket yang tersedia antara lain Presale 1 Day Pass seharga Rp75.000 dan Presale 2 Day Pass seharga Rp100.000 almost sold out, yang dapat diperoleh hingga kuota habis sebelum diberlakukannya harga normal sebesar Rp150.000 per Day Pass pada saat pembelian on the spot.Selain menawarkan harga spesial, The Nusa Dua Festival 2025 juga akan menampilkan lineup artis nasional ternama, seperti Kahitna, Bunga Citra Lestari (BCL), Navicula, Tika Pragaky, dan Astera yang siap menghibur penonton dengan penampilan istimewa di panggung utama Peninsula Island.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka menyampaikan bahwa The Nusa Dua Festival 2025 merupakan bagian dari upaya ITDC dalam memperkuat positioning kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang inklusif dan berkelanjutan. “The Nusa Dua Festival bukan sekadar ajang hiburan, tetapi menjadi wadah kolaborasi antara musik, seni, budaya, dan ekonomi kreatif lokal. Melalui festival ini, kami ingin menggerakkan pariwisata yang harmonis antara manusia, alam, dan budaya,” ujarnya.Festival dua hari ini akan menghadirkan beragam aktivitas seru, mulai dari kuliner lokal, pameran UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga pengalaman menikmati fasilitas hotel bintang lima di booth tenant The Nusa Dua, semuanya dikemas dalam suasana ramah lingkungan dan berfokus pada pengalaman wisata berkualitas.Untuk memastikan kenyamanan pengunjung, ITDC telah menyiapkan fasilitas lengkap dan sistem tiket digital yang memudahkan pengunjung dalam pembelian maupun akses masuk area acara.Segera dapatkan tiket Anda di www.loket.com/event/nusaduafestival dan nikmati pengalaman festival seni, budaya dan lifestyle terbaik di Bali tahun ini!
Read MoreThe Mandalika, 13 Oktober 2025 - Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) unggulan Indonesia, The Mandalika menjadi lokasi penyelenggaraan Rinjani Travel Mart (RTM) ke-6 yang berlangsung pada 10–12 Oktober 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit. Kegiatan yang diinisiasi oleh DPD ASITA NTB ini mempertemukan ratusan pelaku industri pariwisata dari dalam dan luar negeri untuk memperkuat promosi dan jaringan bisnis sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) ke pasar global.Sebagai pengembang dan pengelola kawasan The Mandalika, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini di Pertamina Mandalika International Circuit, yang menjadi lokasi utama kegiatan table top business meeting antara para buyer dan seller, di mana para pelaku wisata duduk bersama dalam sesi pertemuan bisnis untuk menjajaki peluang kerja sama secara langsung.RTM tahun ini menghadirkan 82 buyer, terdiri atas agen perjalanan domestik dan mancanegara, serta 53 seller yang mencakup biro perjalanan wisata, hotel, desa wisata, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari welcome dinner, business meeting, post tour ke destinasi wisata sekitar kawasan The Mandalika.General Manager The Mandalika ITDC, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara pelaku industri pariwisata dan pengelola kawasan dalam memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di NTB. “Rinjani Travel Mart memberikan kesempatan bagi para pelaku pariwisata untuk berinteraksi langsung, bernegosiasi, dan memperkenalkan potensi unggulan Lombok, termasuk kawasan The Mandalika. Kami melihat kegiatan ini sebagai momentum positioning The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination di Indonesia,” ujar Agus.Selain mempertemukan pelaku usaha pariwisata, kegiatan ini juga menampilkan potensi desa wisata Pokdarwis Monkey Cave dan produk UMKM lokal binaan ITDC sebagai bagian dari daya tarik wisata NTB. Melalui kegiatan seperti RTM, diharapkan terjadi peningkatan dalam penjualan paket wisata dan citra destinasi NTB di pasar internasional.“Rinjani Travel Mart di The Mandalika menjadi bukti komitmen bersama untuk menjadikan NTB sebagai destinasi unggulan berdaya saing global, dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat lokal. Sinergi antara ASITA, ITDC, dan seluruh stakeholder menjadi langkah strategis dalam memperluas jaringan pemasaran pariwisata NTB khususnya dan memperkuat kontribusi sektor ini terhadap ekonomi daerah,” ujar Agus.Selain dikenal sebagai kawasan sport tourism dengan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai ikon utamanya, kawasan The Mandalika juga memiliki berbagai spot dan fasilitas wisata, meliputi Observation Deck, Bukit 360, Bazaar Mandalika, Kuta Beach Park, water sport, dan aero wisata. Ke depan, seluruh fasilitas ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui konektivitas kegiatan wisata bagi pelaku industri pariwisata NTB.
Read MoreThe Mandalika, 10 Oktober 2025 - Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik berkelanjutan dalam setiap penyelenggaraan event internasional, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola berbasis Ekonomi Sirkuler melalui “Integrated Food Surplus Program” selama perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 pada 3-5 Oktober 2025, di Pertamina Mandalika International Circuit, kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini merupakan bentuk nyata ITDC berfokus pada pengelolaan pangan berlebih, pengurangan sampah makanan, dan meminimalisir jejak karbon dari aktivitas konsumsi pangan selama penyelenggaraan acara berlangsung.Program Food Surplus Management atau Pengelolaan Makanan Berlebih berbasis Ekonomi Sirkuler ini terdiri dari 2 (dua) kategori, yaitu pertama adalah Food Takeaway atau makanan berlebih yang masih layak konsumsi - dari area VIP Royal Box, Deluxe, dan VIP Tent, Kitchen Dorna Sport dan konsumsi panitia - dikumpulkan dan didistribusikan di hari yang sama kepada volunteer dan masyarakat sekitar, termasuk kelompok anak-anak pengajian di kawasan The Mandalika. Program ini berhasil mengemas kelebihan makanan menjadi 1000 kotak makanan ukuran 500ml atau setara dengan 500 gr yang berisi makanan higienis yang masih layak konsumsi. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi pemborosan makanan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial nyata bagi komunitas setempat. Secara langsung program ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain: - SDG 2 – Zero Hunger: Dengan mendistribusikan makanan berlebih kepada masyarakat, program ini membantu mengurangi kelaparan dan meningkatkan akses pangan bergizi.- SDG 12 – Responsible Consumption and Production: Program ini mendorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab, khususnya dalam pengelolaan limbah makanan.- SDG 13 – Climate Action: Pengurangan sampah makanan berarti pengurangan emisi karbon dari proses produksi, transportasi, dan pembuangan makanan, yang berkontribusi pada aksi mitigasi perubahan iklim.- SDG 11 – Sustainable Cities and Communities: Kegiatan ini memperkuat keterlibatan komunitas lokal dalam praktik keberlanjutan, menciptakan ekosistem sosial yang lebih inklusif dan resilien.Sementara itu, kategori kedua adalah Food Waste atau limbah makanan dari makanan yang sudah tidak layak konsumsi, dan akan diolah kembali menjadi kompos agar bermanfaat. Melalui kerja sama dengan Look Up Agro yang merupakan komunitas setempat binaan ITDC, 4,71 ton sampah makanan berhasil dikumpulkan dan saat ini sedang melalui proses sortasi oleh komunitas tersebut. Sampah makanan ini diolah menggunakan metode bio-konversi dengan larva Black Soldier Fly (BSF) dan juga dijadikan kompos secara lokal dan berkelanjutan. Selain efektif dalam mengurangi volume sampah, metode ini juga menghasilkan produk bernilai seperti pakan ternak dari maggot dan pupuk organik dari kompos. Nantinya maggot akan dimanfaatkan kembali oleh komunitas Look Up Agro, sedangkan hasil kompos akan dimanfaatkan untuk mendukung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Integrated Farming System ITDC, yang ditujukan kepada para petani binaan di kawasan The Mandalika. Dengan pendekatan holistik ini, ITDC menerapkan prinsip Circular Economy atau Ekonomi Sirkuler, di mana limbah dari satu sektor (event hospitality) menjadi sumber daya bagi sektor lain (pertanian setempat) yang dikelola di dalam dan sekitar kawasan sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat setempat. Dengan mendorong pengelolaan sumber daya yang efisien, pengurangan limbah, dan pemanfaatan kembali bahan organik maka pengolahan food waste menjadi kompos juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, karena menghindari proses pembusukan limbah makanan yang menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca yang paling kuat.Atas adanya pengelolaan sampah makanan dengan pola ini, ITDC berupaya menerapkan prinsip carbon neutral, dimana jejak karbon yang timbul dari sisa makanan dapat dinetralkan melalui proses pengomposan dan pengelolaan maggot. Untuk memastikan bahwa klaim carbon neutral ini memiliki dasar ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan, ITDC menggandeng Control Union, suatu lembaga independen dengan reputasi global dalam verifikasi dan validasi praktik keberlanjutan. Proses ini mencakup penghitungan jejak karbon, audit pengelolaan limbah, dan penilaian dampak lingkungan secara menyeluruh. Langkah ini menunjukkan komitmen ITDC pada pengurangan emisi, dan juga pada transparansi dan akuntabilitas dalam setiap inisiatif ESG yang dijalankan. MotoGP Mandalika 2025 pun bisa menjadi contoh konkrit bagaimana sport tourism dapat menjadi katalisator perubahan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.“Melalui Integrated Food Surplus Program ini, bersama komunitas Bank Sampah setempat, kami berkolaborasi semakin memantapkan penerapan Ekonomi Sirkuler, mengedepankan optimalisasi sumber daya dalam pengelolaan makanan berlebih secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, memberdayakan masyarakat setempat, memastikan upaya kolektif ini memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan juga perusahaan serta pemangku kepentingan lainnya secara holistik,” ujar Rannie Kamil, Destination Research & ESG Division Head ITDC.Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGPTM di Pertamina Mandalika International Circuit bukan hanya ajang balap motor kelas dunia, tetapi juga momentum untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan, menjadi salah satu model praktik baik bagi penyelenggaraan event berskala internasional di Indonesia.
Read MoreThe Mandalika, October 4, 2025 – The Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 at the Pertamina Mandalika International Circuit, Central Lombok, West Nusa Tenggara (NTB), has set a new benchmark as the best edition since its debut. This year’s event showcased significant improvements across all aspects — from technical execution and audience services to supporting infrastructure. Public enthusiasm for this year’s race was evident from the full occupancy of hotels within The Mandalika area, reaching 100% capacity and even exceeding available rooms. According to data from the NTB Tourism Office, the average hotel occupancy rate across Lombok Island during the race period reached 93%, with Mataram City at 90%, while Mandalika recorded a perfect 100%. This not only reflects the strong appeal of the event among both domestic and international fans but also highlights its positive economic ripple effect on the tourism sector in NTB — boosting hotel performance, transportation services, and local MSMEs driven by the surge in visitors. To accommodate the increased travel demand, several airlines operated additional flights to Lombok. A total of 44 extra flights were recorded, consisting of Garuda Indonesia (18 flights), Citilink (10), AirAsia (8), Pelita Air (2), and Wings Air (6). The rise in flight frequency underscores MotoGP™’s role as a major driver of visitor mobility and a catalyst for NTB’s tourism growth. Beyond the excitement of motorsport, this year’s event also served as a cultural showcase — introducing the world to Lombok’s traditions, arts, and Sasak heritage. From the warm cultural welcome for riders and visitors to local culinary experiences and handicraft exhibitions, every element reflected the authentic spirit of Central Lombok. The presence of MotoGP™ at The Mandalika has proven to deliver not only sporting prestige but also social and cultural value through community empowerment and the preservation of local identity as part of a world-class sportainment experience. President Director of InJourney, Maya Watono, stated that the Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 represents more than just a world-class motorsport event — it is a powerful platform to promote Indonesia’s tourism and culture to the global stage. “This year marks the best-ever edition, with hotel occupancy in Mandalika reaching 100%, supported by close coordination with multiple partners to add extra flights in response to the overwhelming interest,” she said. Maya further emphasized that the event also demonstrates how Indonesia’s cultural richness and local wisdom can be integrated into a global sporting experience, strengthening Mandalika’s positioning as a sportstainment destination that delivers tangible benefits for local communities. Chairman of the Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Troy Warokka, highlighted that this year’s success was the result of strong collaboration among various stakeholders and a reflection of the shared vision to establish Mandalika as a global sport tourism icon. “The 2025 edition stands as the best we have ever organized. The Pertamina Mandalika International Circuit’s renewed Grade A Homologation from the FIM confirms that it meets the highest international standards, on par with the world’s most iconic tracks. This achievement is not only a source of national pride but also a direct contribution to the people of Lombok and NTB through tourism growth, creative economy development, and the enhancement of Indonesia’s international reputation,” Troy said. The Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 once again proved to be more than a prestigious motorsport stage — it is an economic and cultural powerhouse. The fully booked accommodations, supported by 44 additional flights from various airlines, illustrate the strong multiplier effect across hospitality, transportation, MSMEs, and cultural industries. This world-class event continues to strengthen Indonesia’s image as a leading sport tourism destination that seamlessly integrates sports, tourism, and culture — embodying national pride on the international stage.
Read MoreThe Mandalika, 3 Oktober 2025 – Kemeriahan semakin terasa di Pertamina Mandalika International Circuit, Kawasan The Mandalika seiring dimulainya Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025. Pada Jumat (03/10) ini, telah berlangsung sesi Free Practice dan Practice 1 untuk kelas Moto3TM dan Moto2TM serta dilanjutkan untuk kelas MotoGPTM. Pembalap Marco Bezzecchi dari tim Aprilia Racing menjadi tercepat dengan catatan waktu 1:29.240.Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Troy Warokka, menyatakan, “Hari ini berlangsung meriah. Kita bisa menyaksikan para pembalap saling berpacu melakoni sesi latihan bebas. Kami sangat berbangga semua fasilitas pendukung dan tim di lapangan berjalan sesuai tugas dan standar yang diharapkan. Kami optimistis penyelenggaraan hingga hari Minggu dapat berjalan dengan lancar.”“Selain sesi latihan bebas para pembalap, hari ini juga semakin marak dengan kehadiran adik-adik pelajar Lombok Tengah di sirkuit untuk mengikuti kegiatan STUDENTS GO TO PADDOCK dan STUDENTS GO TO CIRCUIT. Kegiatan ini merupakan bukti bahwa event MotoGPTM tidak hanya sekedar berbicara balapan tapi sebuah kegiatan yang dapat memberikan multiplier effect besar serta memberikan inspirasi positif bagi masyarakat NTB, khususnya Lombok Tengah untuk semakin maju,” lanjutnyaSTUDENTS GO TO PADDOCK diikuti oleh 200 pelajar berprestasi dari 21 SMAN/SMKN yang berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selama kegiatan, para pelajar mengikuti Tur Paddock ke sejumlah lokasi di dalam Pertamina Mandalika International Circuit. Sementara itu, program STUDENTS GO TO CIRCUIT memberikan kesempatan kepada 800 siswa ditambah 200 peserta, termasuk guru pendamping dari setiap sekolah, untuk menyaksikan sesi latihan bebas dan kualifikasi di Grandstand A. Kegiatan ini bertujuan agar para pelajar dapat merasakan langsung atmosfer ajang balap dunia di Pertamina Mandalika International Circuit.“Kedua kegiatan ini merupakan bagian program #IndonesianGP Go To Schools hasil kolaborasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Dorna. Kemarin kami juga sudah melaksanakan kegiatan Riders Go to Schools dimana kita ajak sejumlah rider berkunjung dan berinteraksi dengan siswa pelajar di SDN Ngolang dan Pondok Pesantren Nurul Ijtihad NU Lenser. Total sebanyak 1300 pelajar terlibat dalam keseluruhan rangkaian kegiatan #IndonesianGP Go To Schools,” terang dia.Tidak berhenti di situ, komitmen ITDC untuk memberikan manfaat bagi masyarakat melalui event MotoGPTM juga terlihat dari sejumlah kegiatan yang merangkul setiap elemen masyarakat berupa School Competition Traditional Dance dan Modern Dance serta dimeriahkan juga dengan Festival Pesta Rakyat Mandalika yang menampilkan berbagai hiburan menarik, termasuk pertunjukan musik dan beragam booth Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menawarkan produk lokal seperti makanan, minuman, serta produk kerajinan tangan.“Ajang ini tidak hanya menjadi panggung dunia bagi olahraga balap motor, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat citra pariwisata NTB dan kebanggaan bangsa di mata internasional. Mari kita semua hadir menikmati dan meramaikan event tahunan balapan kebanggaan kita bersama ini.,” tutup Troy.
Read MoreThe Mandalika, October 2, 2025 – Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 at the Pertamina Mandalika International Circuit is not only about world-class racing action, but also about bringing positive impact to the surrounding communities. In collaboration with Dorna Sports, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) launched the #IndonesianGP Go To Schools program, engaging more than 400 students from two schools in Pujut District, Central Lombok, West Nusa Tenggara (NTB): SD Negeri Ngolang and Nurul Ijtihad NU Lenser Islamic Boarding School.Today’s activity (Thursday, October 2) featured direct participation from several Moto2 and Moto3 riders, including Manuel Gonzalez (Liqui Moly Dynavolt Intact GP), Alonso Lopez (Speed Up Racing), Jake Dixon (ELF Marc VDS Racing Team), Tony Arbolino (Blu Cru Pramac Yamaha Moto2 Team), and Indonesia’s own Mario Aji (Idemitsu Honda Team Asia).The riders not only introduced the students to the world of MotoGP™, but also emphasized the importance of road safety, protective gear, and traffic discipline. The children took part in fun, interactive learning sessions, including traffic safety education with the Traffic Police Unit. This initiative aligns with Dorna’s Racing for the Future program, designed to provide education and inspiration for younger generations.Troy Warokka, Chairman of MotoGP™ 2025, highlighted that this is a breakthrough initiative for MotoGP™ in The Mandalika. “The goal is not only to introduce MotoGP™ to the students, but also to instill road safety awareness from an early age, strengthen human resources, and inspire young people to dream big through education and first-hand experiences with world-class riders,” he stated.Akhmad Mushlihuddin, Principal of SDN Ngolang, expressed pride in his school being chosen for the program, “Having international riders visit our school is a greatinspiration for both our students and teachers. It shows that reaching the world stage requires hard work and dedication,” he said.Meanwhile, Indonesian Moto2 rider Mario Aji shared his excitement about returning to Lombok, “I’m happy to share my experience with the students here. I hope it inspires them to dream boldly and pursue those dreams with passion,” he said.The #IndonesianGP Go To Schools program will continue on Friday, October 3, 2025, with two additional activities: a Paddock Tour for 200 students, and Students Go to Circuit, where 1,000 students from 21 high schools and vocational schools in Central Lombok will experience the excitement of MotoGP™ up close.Through these initiatives, the Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 becomes more than just a racing event – it is also a platform for education, inspiration, and community empowerment in West Nusa Tenggara.
Read MoreThe Mandalika, October 2, 2025 – A new milestone has been achieved for Indonesia’s motorsport scene. The Pertamina Mandalika International Circuit, located in Central Lombok, West Nusa Tenggara (NTB), has officially been awarded Grade A Homologation by the Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). This top-tier certification confirms that Mandalika has met all technical and safety requirements to host the world’s premier motorcycle racing events, including MotoGP™.With this certification, the Pertamina Mandalika International Circuit is officially cleared to stage the Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 on October 3–5, 2025, one of the key rounds in the FIM Grand Prix World Championship calendar.Thorough FIM Inspection: Rigorous and TransparentThe Grade A Homologation was granted following a detailed inspection on Thursday (October 2, 2025) by an FIM team led by Tomé Alfonso (MotoGP™ Safety Officer), together with Paul King (Chairman of the FIM CCR Circuits Homologation Committee), representatives from Dorna Sports, the Indonesian Motor Association (IMI), and the Mandalika Grand Prix Association (MGPA).The inspection assessed several critical aspects, including:● Track Infrastructure: The 4.301-meter circuit with 17 corners meets international standards, accommodating up to 32 MotoGP riders and 60 riders for endurance racing.● Safety Features: Latest homologated barriers (FRHPba-01), reinforced gravel beds, and a global-standard drainage system.● Marshal Equipment & Signaling: Installation of FIM Grade 1 & 2 homologated LED panels, flagging equipment, and emergency communication lines.● Long Lap Penalty Zone: Configured in line with the latest FIM regulations.● Supporting Facilities: Paddock, race control, medical center, and logistics infrastructure, all aligned with world-class racing operations.Further upgrades carried out by ITDC and MGPA since early September include repainting track markings, restructuring tyre barriers, improving run-off areas, cleaning marshal posts, upgrading CCTV to 4K, adding four new digital flag points, and strengthening race control and telemetry systems with fiber optic redundancy.A Landmark for IndonesiaEarning the FIM Grade A status places Mandalika on par with legendary circuits such as Mugello, Silverstone, Assen, and Sepang. The recognition carries major significance:● Highest Safety Standards: Ensuring rider safety at the global benchmark level.● International Trust: Strengthening Mandalika’s position as a motorsport hub in Southeast Asia.● Economic Impact: Expected to attract hundreds of thousands of domestic and international spectators, boosting tourism for NTB and Indonesia.Official StatementPriandhi Satria, President Director of MGPA, expressed his pride in this achievement: “Receiving FIM Grade A Homologation is more than a technical certification—it’s an international acknowledgment that The Mandalika has reached the highest standard in world motorcycle racing. MGPA, together with all stakeholders, is fully committed to ensuring every detail of the track, safety systems, and operations adhere to FIM regulations. With this, we are ready to welcome MotoGP riders and teams to the Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025.”Road to Race WeekendWith homologation secured, preparations now shift to final touches. Minor recommendations from the FIM, such as pit lane cleaning and track marking adjustments, will be completed ahead of race weekend.On the same day, riders also carried out their track familiarization walk, reviewing recent updates at several run-off areas including exits at Turn 1, Turn 5, Turn 10, and Turn 13.With its Grade A status, the Pertamina Mandalika International Circuit stands not only as an icon of Lombok’s tourism but also as a symbol of prestige in global motorsport. The Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 is set to mark another historic moment for Indonesia on the world stage.
Read MoreMataram, NTB, 1 Oktober 2025 – Suasana Kota Mataram sore ini dipenuhi ribuan masyarakat yang memadati kawasan Taman Sangkareang untuk menyambut Injourney Riders Parade Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025. Kehadiran 12 pembalap dunia dalam parade ini menghadirkan euforia sekaligus kebanggaan bagi masyarakat NTB dan Indonesia.Deretan nama besar yang hadir antara lain Francesco Bagnaia, Fabio Quartararo, Marco Bezzecchi, Luca Marini, Maverick Viñales, Brad Binder, Miguel Oliveira, Raul Fernandez, Franco Morbidelli, Fabio Di Giannantonio, Somkiat Chantra, serta pebalap kebanggaan Indonesia, Mario Aji. Kehadiran mereka menjadi magnet tersendiri, yang memperlihatkan bahwa The Mandalika kini telah menjadi bagian penting dari kalender balap dunia, tetapi juga simbol eratnya hubungan antara pembalap MotoGPTM dengan para penggemarnya di Indonesia yang selalu memberikan dukungan penuh dan antusiasme luar biasa.Chairman MotoGPTM 2025, Troy Warokka menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan luar biasa dari masyarakat NTB terhadap kehadiran para rider MotoGPTM dalam InJourney Riders Parade di Mataram. Menurutnya, antusiasme yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa MotoGPTM telah menjadi bagian penting dari kebanggaan dan identitas bersama. “Injourney Riders Parade bukan sekedar perayaan, melainkan wujud kedekatan MotoGPTM dengan masyarakat Indonesia, khususnya NTB. Kami berharap semangat kebersamaan dan energi positif ini terus bergelora hingga puncak perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Kawasan The Mandalika. Ajang ini tidak hanya menjadi panggung dunia bagi olahraga balap motor, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat citra pariwisata NTB dan kebanggaan bangsa di mata internasional,” ujar Troy Warokka.Parade yang dimulai dari Lapangan Sangkareang menuju Teras Udayana, Mataram ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol eratnya hubungan antara MotoGPTM dengan para penggemarnya di Indonesia. Acara ditutup dengan panggung hiburan yang semakin menambah kemeriahan.Seiring tingginya antusiasme, panitia juga mengingatkan bahwa tiket MotoGP 2025 hampir habis, dan tercatat hingga hari ini penjualan tiket telah mencapai 88,83%. Masyarakat dihimbau segera mendapatkan tiket resmi melalui kanal resmi http://www.themandalikagp.com/ agar tidak melewatkan kesempatan menyaksikan langsung aksi para pembalap dunia di The Mandalika.
Read More